Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
KAPITALISME LAHIR KARENA INDONESIA

KAPITALISME LAHIR KARENA INDONESIA

Sejarah kapitalisme lahir karena Indonesia!! Saya ingat pelajaran dulu sewaktu di kampus. Di hari pertama pelajaran sejarah America 101. Sejarah amerika di kampus saya dulu.
JP Coen adalah pemimpin ekspedisi pelayaran bisnis pertama yang mengunakan saham sebagai pembiayaan ekspedisi timur jauh untuk mendapatkan bijih pala atau nutmeg.
Hingga bertemu (bertempur) di pulau kecil yang dikuasai ingris bernama pulau run di wilayah ternate tidore. Hingga akhirnya terjadi tukar guling atau bahasa terkenal dalam bisnis adalah swap share, Inilah deal pertama pertukaran wilayah pulau run milik ingris di tukar dengan new Amsterdam di amerika.
New Amsterdam di pulau itu kemudian hari di kenal dengan nama barunya hingga sekarang dengan nama New York. Jadi kalau tidak ada pulau Run penghasil bijih pala, maka new york dan new frontier inggris bernama Amerika tidak akan pernah seperti sekarang ini.
Kembali ke kapitalisme modern. Perjalanan Jan Pieterszoon Coen itu memerlukan biaya sangat besar. Karena itu di buatkan lah yang usaha bersama bernama VOC, dutch east indies company milik berbagai pengusaha eropa berbasis di belanda itu. Mengapa multi owner? Karena semakin banyak yang setor saham, semakin kecil resiko yang di tanggung dalam perjalanan yang berbiaya sangat besar tersebut.
Inilah asal muasal awal kapitalisme, yaitu modal bersama, kapitalisasi. VOC adalah perusahaan pertama Listing atau perusahaan pertama di dunia yang menjual stock atau sahamnya agar bisa di miliki banyak pemodal.
VOC juga perusahaan pertama di dunia yang sahamnya di miliki oleh “multi international” owner. Juga di awali dengan 21 tahun pemberian hak kelola “spice” rempah. Karena itu juga VOC adalah perusahaan megakorporasi pertama didunia.
Haknya yang utama, meng-ekpoiltasi rempah nusantara.
VOC menjadi model pertama didunia atas megakorporasi yang merubah dunia bisnis, dunia financial, dunia saham bursa efek, dunia sosio politik ekonomi, military political diplomasi, maritime exploration dan penjajahan ekonomi oleh perusahaan global.
Sengaja saya menuliskan panjang sejarah VOC ini agar bisa mengingatkan dari sejak awalnya indos-nesos ini berdiri, Negara kepulauan terbesar di dunia ini adalah di takdirkan sebagai “global player”. Banyak peristiwa besar yang membuat dunia seperti sekarang ini lahir dan besar karena Indonesia.
Rebutan nutmeg bijih pala yang di jaman itu lebih mahal dari emas karena bisa menyembuhkan “wabah” penyakit yang melanda eropa.
Selang waktu berjalan sejak perang dunia kedua berakhir peran Indonesia ada di emas. Emas majapahit, emas di setiap kerajaan di nusantara, emas walisongo, hingga cadangan emas di tahun 1955 sebagai dasar undangan 50 negara hadir di Indonesia dalam konferensi asia afrika karena Indonesia memiliki tangan di atas atas kekuatan emas tersebut.
China, india, paskistan, mesir, korea utara, cuba semua tokoh revolusioner semua mengharap “dukungan” Indonesia. Bayangkan ada Nehru, gammal abdul Nasser, bhuto, mao, dan tokoh legendaris dunia lainya hadir di bandung, kota kecil dari Negara yang baru 10 tahun merdeka karena apa?!
Sekarang dunia bergeser lagi peta politik dunia dengan adanya Thucydides trap antara china dan amerika. Kita tidak boleh terjebak OBOR china dan permaianan emas amerika. Kita harus bermain cantik di antara dua kekuatan.
Sekedar mengingat, jangan miring ke amerika jangan miring ke china. Saat ini kita miring ke salah satu sisi, kita tidak netral lagi. Kita bisa dilihat menyalahi amanah undang undang sebagai Negara netral, negara bebas aktif, dan tulisan ini hanya mengingatkan. Gunakan lebih dari satu hati dalam mengelola Negara, hati-hati. #Peace
Mardigu Wowiek: KESADARAN BERKEMAMPUAN

Mardigu Wowiek: KESADARAN BERKEMAMPUAN

Kita sekarang membicarakan hal yang sederhana dulu. Kita off dulu bicara politik papan atas. Kembali ke bidang lain yang banyak menjadi pertanyaan teman-teman. Masalah dengan “berfikir benar” doang kok bisa kaya raya.
Berfikir dan bertindak seperti apa yang bisa membuat kaya?
Menjawab pertanyaan seperti ini memang harus rinci menjelaskannya. Juga harus memberi contoh dan pengalaman.
Contoh saja membuat mengerti tapi tak merubah apapun. Concious tetap INCOMPETENCE, tidak berkemampuan.
Maju setahap sih, dari unconscious menjadi conscious, dari belum sadar menjadi sadar.
Tapi ngak ada bedanya. Kerena keduanya tetap Incompetent. Kita nya masih belum berkemampuan.
Menjadi conscious dan competent itu point diskusi saya kali ini. menjadi kompeten, berkemampuan untuk makmur.
Tugas pertama saya adalah bagaimana prosperity conscious ( software kaya) jika ingin di pasang sistemnya? maka permasalahan atau keadaan tersebut di UBAH ke bentuk "object".
Saya harus mampu membuat isi kepala sahabat semua saya pasang “object” nya, ini lebih dari visual.
Ok, agak sulit menerima informasi ini saya tulis bentuk lain dengan contoh.
Seseorang perokok. Baik, saya ini tidak pernah mengatakan bahwa merokok itu buruk, saya selalu bilang merokok itu baik, tetapi tidak merokok itu lebih baik.
Jadi teman perokok tadi ingin berhenti merokok (quit smoking). berbagai cara dia sudah lakukan. Dia sudah gunakan banyak metode tetapi ternyata kalau lagi stress, atau dia lagi cari ide, atau dia sehabis makan selalu harus merokok.
Maka, saya sebagai orang yang diminta untuk menghilangkan kebiasaan merokok harus melakukan “mengubah object”. mengubah data base yang ada di otaknya.
Sekarang object dalam pikirannya adalah merokok itu menyenangkan, nikmat rasanya dan lain sebagainya.
Maka saya mengubahnya dengan memberi “object baru”. Saya duduk di depannya, saya bawa 2 slof rokok favoritnya. 24 bungkus rokok. Saya duduk bersamanya dan setiap batang rokoknya habis saya akan nyalakan lagi rokok berikutnya.
Ketika memasuki 3 bungkus, dada dia mulai sesak, dan apa yang saya lakukan, pakasa terus dia menghisap rokok tersebut, sampai 6 jam, sampai 1 slof habis tanpa jeda. Nangis, pedih, sakit, dada sesak, sebel segala macam rasa masuk bercampur dan saya ngak perduli apa pun pendapatnya tentang saya yangs andis, sontoloyo, kejam ini. sampai dia ngak bisa nafas..entah bungkus rokok keberapa.
Di saat itu berhenti proses “ubah object”nya. disini teman kita tadi sudah punya object baru, merokok itu ngak enak,sesak, bikin sakit dan sangat traumatis malahan rokok itu. Dan diapun berhenti merokok, pasti. disinilah seninya, kepakaran seorang mentor itu disini pertaruhanya. Kalau dia balik merokok, itu mentor abal-abal. Kalau saya ngak akan balik. Saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk ini.
Ketrampilan merubah ”sesuatu menjadi object yang baru” tersebut tekniknya di kenal dengan nama "Progresive Object Experience technique". Sehubungan dengan kemakmuran, semua ada dI MMBC IV- Milionaire mindset Boot Camp di Jogjakarta 3,4,5 November 2017.
Mardigu Wowiek: BENTURAN PERMAINAN

Mardigu Wowiek: BENTURAN PERMAINAN

Sesekali menulis dari pengamatan intelijen boleh kah? Karena pura-pura tidak perduli bahkan belagak ngak tahu sering makan hati sendiri, ngak enak rasanya. Apa lagi bentuk tulisan di sosmed yang terkadang berlebihan ke satu sisi berpropaganda memberi kesan kebenaran hakiki di pihaknya.
Bisa menyesatkan loh propaganda berlebihan itu. Berlebihan karena ketidak tahuan lalu seakan menjadi kebenaran. Karena itu dalam tulisan kali ini sepertinya saya harus meminta izin nih, sekali lagi, izin loh ya, saya mengupas dari sisi yang saya tahu-tahu sedikit, kalau boleh dan berkenan loh ya.
Kita mau melihat Rohingya. bagaimana melihatnya? Dari kacamata mana melihatnya?
Bagaimana kalau dari kacamata global, dari kacamata hagemony, dari kacamata kepentingan. Kalau urusan begini saya makan sekolah dan makan bangku akademi yang panjang. Pinter sih belum tentu, tahu sedikit namun selama data valid atau benar ya boleh dong, bagaimana?
Kita mulai dari sebuah tulisan Samuel P.Hutington. Dia mengulas dalam "benturan peradaban," Ia menyatakan bahwa terbentuknya sebuah gagasan peradaban universal adalah gagasan Barat, dan secara langsung bertentangan dengan partikularisme dari sebagian besar masyarakat Asia.
Dalam wilayah politik perbedaan-perbedaan itu terwujud dalam usaha Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya dalam membujuk masyarakat lainnya untuk mengadopsi ide-ide Barat tentang demokrasi dan hak asasi. Sebuah pemerintahan demokratis modern berasal dari Barat. Ketika berkembang di masyarakat non Barat, hal ini biasanya merupakan produk dari kolonialisme atau pemaksaan Barat.
Poros utama politik dunia kemudian berkembang menjadi sebuah konflik antara Barat dan yang lainnya.
Korea Utara serta “Myanmar” merupakan dua negara ekstrim yang melakukan isolasi untuk melindungi masyarakat mereka dari penetrasi atau "korupsi" yang dilakukan Barat, dan berusaha keluar dari komunitas global yang didominasi Barat.
Alternatif kedua, negara bergabung dengan Barat, menerima nilai-nilai serta lembaga-lembaganya.
Ketiga, sebuah negara menyeimbangkan Barat dengan cara mengembangkan kekuatan militer dan ekonomi, bekerjasama dengan masyarakat non Barat lainnya melawan Barat, berusaha menjadi modern tanpa menjadi kebarat-baratan.
Inilah kacamata hagemoni.
Eit sebentar, ada kata “myanmar” di sana. Rupanya ada yang menyimpan hati lama nih sama myanmar. Ada yang akan bermain, siapa saja mereka ini? ini diluar “perintah” panglima myanmar yang melakukan serangan terhadap “kelompok” yang dikatakan menjadi “national treat” oleh myanmar.
kelompok siapa saja di sana? ada kelompok arsa yang berbasis islam, ada kelompok arkanan yang berbasis budha, ada kelompok kachin yang berbasis narkoba di dukung china. Konflik sejak abad ke 8 mau di mainkan dan menlu kita ibu retno terlihat salah baca nih.
Eh nanti dulu, apa kapisitasnya ini ibu ya kali ini di rohingya? Tahu akar masalahnya kah? Tahu siapa yang bermainkah? Tahu tujuannya bermain kah? Jangan-jangan kita terjebak di mainkan kepentingan yang lebih besar. Apa saja masalah di myanmar? Selain wilayah kaum stateless imigran bengal ini. ooh, ada gas myanmar untuk sisi barat china yang di jaga 3 negara yang mengarah ke china toh aliran gasnya.
Ada alur narkoba segitiga emas disana. Ada shadow goverment bermain di sana, ada shadow banking main disana. Dan siapa sih di belakang myanmar? Myammar junta militer berkuasa, kelompok karen main lama di sana, dan tahu-tahu noble laurette perdamaian bisa jadi pemimpin. Apakah dia pemimpn sebenarnya atau shadow leader saja? Puppet?
Kita jawab sebentar lagi ya. Lebih jelas pastinya jumpa darat. Namun ehhh, ada efek loh di indonesia. Nah ini harus di bahas.
Ternyata efek rohingya ada yang impor membawa “mainan” ini ke indonesia. Ini kok berbarengan ya? Ini ngak mudah loh melakukan “psikological warfare” seperti begini. Propaganda mengasosiasikan islam ada yang bawa ke indonesia sehingga menggerakan massa.
Siapa yang bermain? Siapa yang dimainkan? Untuk apa memainkannya? Mengapa sekarang?
Seperti dalam tulisan saya sebelum ini, “instability is a war game”, ketidak stabilan sebuah negara itu bagian dari permainan perang. Dan ada yang mainkan instability ini.
Dalam teori intelijen ini namanya “chaos strategy”. Memanfaatkan issue rohingya dan di counter dengan propaganda kepahlawanan retno ke myanmar. Ini istana salah baca sepertinya. Ini sebagaian sahabat kelompok islam dimainkan lagi tanpa faham untuk apa dan kemana arah si penunggang kuda ini sebenarnya. Bener loh, kok ya pas dengan rame freeport di tekan gitu loh?.
Baiklah, semoga kali ini saya salah lagi analisanya. Namanya juga sontoloyo, ngak pinter dan selalu ngeyel sok tahu. Tetapi kalau bener bagaimana?
Mardigu Wowiek: BELAJAR MASAK AIR

Mardigu Wowiek: BELAJAR MASAK AIR

Dalam bisnis hal yang paling penting adalah permodalan. Dan bagaimana membuat modal datang kepada bisnis kita?
Kita mengandaikan diri sekarang. Anda katakana seroang suami pengenten baru, dimana istri anda belum bisa masak. Lalu sang istri berkata, suamiku, bagaimana kalau dapur peralatannnya di lengkapi, juga di berikan dapur yang bagus, ada plus ada oven, ada kompor , ada utensil peralatan yang lengkap untuk masak. Pasti saya akan bisa masak dalam waktu cepat dan enak.
Sekarang menurut anda, kita pakai akal sehat saja untuk menjawab, ketika anda siapkan semua peralatan tersebut apakah sang istri bisa masak sesuai janjinya? Atau tetap tidak bisa masak dan mengandalkan pembantu atau mengandalkan jari-jarinya di depan smartphone nya yang terhubung dengan apps go-food.
Sekarang kita balik, suaminya sekarang berkata, istriku, kamu kalau sudah bisa membuktikan pandai di dapur dan bersemangat, pasti aku akan perbagus dapur dan menyediakan seluruh peralatan dapur.
Pertanyaan, berapa besar “chance” ketika benar istrinya bisa masak , sang suami benar akan menepati janjinya menyediakan peralatan dan merombak dapur agar keren dan lengkap?
Ternyata dalam statistic dari dua kasus diatas, ketika suaminya menuruti pesan istrinya dimana dapur lengkap dia akan bisa masak peluangnya sang istri bisa masak setelah dapur lengkap hanya 20% alias dari 5 istri yang di perlakukan seperti ini, hanya 1 yang bisa masak.
Namun disisi wanita membuktikan kemampuannya, dari 5 suami, 3 orang atau 60% memenuhi janjinya, memperindah dan memperlengkap dapur.
Mengapa demikian?
Secara psikologi pasti sudah bisa di tebak. Kita bahas khusus psikologi ini di tempat lain ya, agak panjang masalah ini di jelaskan karena harus mengunakan kisah pembuktian ekperimental .
Adapun tujuan tulisan kali ini adalah tentang mendapatkan modal bisnis.
Dalam proyek yang masih green field. Belum jalan, masih konsep, masih ide, belum komersial, atau kalaupun sudah jalan masih “skala lab”.
Maka modal akan sulit datang. Karena pemodal atau funder kalau tidak melihat asset kita, mereka melihat “revenue” atau turn over atau penjualan.
Jadi cara termudah mendapatkan modal sekali lagi, laklukan seperti sang istri yang dapur jelek, seadaanya tetap berusaha masak. Karena semakin sering kita masak, maka hukum “ala bisa karena biasa” tercipta.
Sementara green field company yang belum jalan sulit mendapatkan modal karena seperti kenyataan dapur yang lengkap, tetap saja tidak bisa masak. Bisnis yang serba lengkap, belum tentu jalan. Lebih baik, seadanya jalan, walau terseok, walau masak air gosong, tetap lebih baik. #peace
Mardigu Wowiek: JUAL APA SEBENARNYA?

Mardigu Wowiek: JUAL APA SEBENARNYA?

Kalau hal yang memberatkan banyak pengusaha adalah modal, hal yang bermasalah berikutnya dalam pengelolaan bisnis berikutnya yaitu “menjual produk” kita.
Seni marketing yang dilanjutkan dengan seni menjual adalah tantangan sebenranya dari pebisnis bukan permodalan.
Banyak pebisnis yang beranggapan kalau punya resep khusus makanan yang enak, maka jualannya akan laku. Banyak yang beranggapan kalau lokasi strategis maka jualannya laku. Banyak yang beranggapan bahwa kalau harga murah dagangannya laku.
Pakem seperti ini biasa terjadi di banyak orang dan tidak salah. Anda harus melewati pemahaman dan melakukan hal seperti ini. Bahkan ada yang berpendapat, harga murah, rasa enak, lokasi di pusat keramaian, bisnis lancar?.
Sebagai pembanding bagaimana kalau kita mennegok sebentar sebuah bisnis makanan. Sekarang kita lihat MC Donald, apa yang di jual MC Donald sebenernya? Jual burger? Jual lokasi? Atau…
Sebagaimana kita ketahui, ada jutaan orang bisa membuat burger lebih enak dari mc Donald, ada jutaan orang bahkan bisa membuat burger lebih murah dari mc Donald. Sekarang mc Donald bukan burger terenak, mc donal bukan burger termurah mengapa ada 36 ribu outlet mc Donald di 119 negara yang melayani 69 juta orang perharinya (69 juta burger bun per hari)?
Apa yang mc Donald jual? Pasti bukan burger khan? Bisa menjawabnya? Bisa menganalisanya? Sengaja saya tidak berikan jawaban dulu agar kita sedikit memperhatikan dan harus menaruh hormat pada pencipta mc Donald dan franchise nya ini. anda semua ingin besar bisnisnya khan? Mari kita analisa mc Donald.
Apa yang membuatnya besar? Apa yang mereka jual sebenarnya?