Tampilkan postingan dengan label Bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahagia. Tampilkan semua postingan

Ramalannya Mulai Dari Ahok Di Pinjara Hingga Setnov Di Tahan KPK Benar Semua, Siapa Dia?



BOCORAN SUPAYA DI ANGGAP

Mereview singkat tulisan saya tahun 2017 ini ada beberapa yang boleh saya pamer tanpa berniat pamer, tetapi niatnya lebih parah dari pamer, yaitu nyombong hahaha. Sesekali saya memuji diri sendiri boleh donmg ya karena ngak ada yang memuji sih.

Yang saya review adalah beberapa tulisan misalnya saya menuliskan ahok akan kalah pilkada bahkan sebelum peristiwa al maidah dan ahok di penjara 6 bulan sebelum di putuskan, terjadi. Saya mengatakan setnov akan berbaju orange KPK dan airlangga jadi ketum golkar jauh sebelum setnov di tetapkan tersangka. Bahkan masih nyaman di tampuk ketua golkar, terjadi.

Ridwan kamil akan kalah dalam pilkada jabar saya sudah ramalkan dan khofifah kalau maju akan kalah dalam pilkada jatim lama sudah saya tuliskan. Walau belum terwujud namun saya masih tetap mengingatkan bahwa apa yang saya tulis bukan analisa.

Saya mengatakan perekoniman amerika naik dan dolar akan menguat sudah dari jauh hari juga. Terorisme akan bergerak lonewolf, ekonomi dunia akan bergerak naik 2019, namun ekonomi Indonesia bisa anomaly di 2018 dan 2019 bisa bergerak turun. Saya sudaj tulisakan tersirat dan tersurat.

Sekali lagi saya katakan “bisa” karena kalau kebijakan ekonominya seperti saat ini, kata bisa berubah menjadi “pasti”, kalau kebijakan ekonominya di ubah maka setidaknya stabil perkembangnnya.

Jadi bocoran dari tulisan ini apa yang harus di garap secara ekonomi? garap pasar export. Tetapi sebentar , kita tidak bahas dulu ekport, kita akan bahas sebentar lagi. Mengapa? Ada banyak sahabat yang bertanya yang harus saya berikan “gambaran”, yaitu pertanyaan : bagaimana pemerintahan 2019 di Indonesia? Gantikah atau bertahan?

Ok, Saya urai perlahan ya.

Ingat, yang memilih presiden Indonesia bukan orang Indonesia saja. Tetapi Negara yang “berkepenting” akan ikut bermain. Ok, ini hanya sekedar mengingatkan saja saya pernah bahas di tulisan lalu-lalu. Inilah yang di sebut “state sponsor” dan ini common practice oleh banyak Negara. Malaysia bermain, singapura bermain, china bermain, amerika bermain, Australia bermain, india bermain. Hanya Indonesia saja dalam pemerintahan kali ini tidak bermain, maklum ngak faham mengolah Negara lain.

Saya beri contoh pemerintah saat ini tidak bermain karena “tidak faham geopolitik” regional boleh ya saya tulis. Sekali lagi bukan mau mengkritik tetapi saya mau melihatkan apa adanya.

Ingat sandera 10 orang di zamoaga di Filipina selatan? Kita negosiasi lama untuk bisa melakukan “operasional” di ranah Filipina tidak mendapat respond “segera”. Beberapa bulan baru masalah selesai dan yang membuat saya kesal adalah sisi Filipina yang menerima di lapangan pangkatnya “mayor” sementara kita megirim sampai 3 delegasi, dari swasta, mantan petinggi tentara sampai tentara aktif jendral bintang 2 bahkan menteri pertahanan harus aktif mengurus dengan prosedur rumit baru bisa bergerak. Izinya bulanan?!!!

Satu sebagai catatan perbandingan atas peristiwa tersebut namun pemerintah kita yang terlalu “casual” ini ngak pernah perduli,bahwa sesungguhnya sikap Filipina tersebut mencerminkan : INDONESIA ITU TIDAK DI ANGGAP SAMA FILIPINA sekarang.

Kalimat yangmembuat sakit hati banyak orang saya lontarkan, “Indonesia tidak di anggap oleh Filipina” tetapi kalimat saya ini pasti di pandang beda oleh kementrian luar negeri ya ngak apa-apa deh.

Mengapa say aberani mengatakan Indonesia ngak di anggap? Kita mundur sebentar jaman pak Harto berkuasa. Bandingkan dengan peristiwa pembajakan “woyla” yang mendarat di Don muang Thailand. Indonesia di perlkuan berbeda oleh thiland waktu itu di bandingkan dnegan Filipina sekarang.

Dengan reaksi cepat pak Yoga, pak Beni dan pak Harto dalam waktu 2 jam sudah mendapat izin “clearance” dari menhan Thailand dan Indonesia bisa mendarat pasukan Indonesia dengan “full battle suit”. Dengan menggunakan baju dan pelengkapan perang lengkap, pronto, segera.

Sebentar –sebentar intermezzo sebentar, saya mau beri kan pelajaran pengingat dalam istilah militer sedikit, kalau berkenan.

Sebuah Negara tidak akan mengijinkan tentara dari Negara lain masuk ke Negaranya dengan “full battle suit”. Tidak boleh masuk sebuah Negara dengan mengenakan baju perang karena di artikan “okupansi” atau penaklukan.

Jadi kalau masuk harus tidak boleh baju perang atau bawa peralatan perang , ya pakai baju dinas harian atau baju sipil.

Dalam kasus tentara Indonesia masuk Filipina copot ornament perangnya untuk pembebasan sandera tersebut. Atau ada contohlain, ketika Amerika waktu masuk Pakistan “ambil” osama bin laden adalah “occupation” penaklukan paksa, itu “pelanggaran”, itu memang kampretnya amerika. Tulisan tenatng amerika dan Filipina ini hanya sebagai tulisan contoh agar faham yang di maksud dengan “full battle suit”.

Dalam peristiwa pembajakan kapal udara woyla di don muang Indonesia dapat clearance dengan full army battle suit & Armor. Boleh “masuk” bahkan lengkap dengan senjata hanya 2 jam setelah peristiwa sehinga kurang dari 12 jam, pembajakan selesai.

Pesan morilnya? Indonesia jaman itu sangat “ DI ANGGAP” oleh regional Asean dan dunia.

Ok, kita balik ketopik tulisan, Saya nanti kalau berkenan akan menjelaskan mengapa Indonesia saat ini tidak dianggap dan waktu lalu di anggap. Sabarnya, karena topic banyak yang harus di ingatkan. Saya ngak berani mengatakan saya “ngajari”, saya ingatkan saja. Sontoloyo tahu apa sih? Iya khan?

Kembali ke urusan 2019 tentang masalah pemimpin bangsa Indonesia di kancah pilpres. Ada baiknya perlahan saya bocorin sebuah informasi penting dan ini langsung dari yang “berkepentingan”.

Kalau nanti di pilpres 2019 ada 2 pasang kontestan bertanding sebagai calon presiden Indonesia misalnya Jokowi/JK bertarung lagi lawan prabowo/Anies. Atau JKW/Dahlan Iskan vs Gatot/Anies misalnya, maka dapat di pastikan incumbent Jokowi akan “dimenangkan”.

Kalau pasangan menjadi 3 paslon , ada 3 pasangan bertanding di 2019 maka artinya “mereka” sudah tidak mau Jokowi lagi. Ini kode yang saya bocorkan sekarang. Sahabat boleh tidak percaya dengan semua tulisan saya. tetapi saya mengingatkan saja, setiap gerakan yang bersifat massif dan memiliki “impact” besar selalu saya tulisakan sebelum peristiwa terjadi dan sebagian besar terjadi, benar
Mardigu Wowiek: CARA PANDANG BEDA

Mardigu Wowiek: CARA PANDANG BEDA

Bertemu dengan seorang yang lebih tua, lebih berpengalaman dan lebih sukses adalah sebuah kewajiban bagi saya. Jadi pertemuan selasaan tadi pagi di café favorit kami kedatangan pebisnis 65 tahun yang memiliki perusahaan yang namanya kalau di tuliskan semua orang akan tahu berapa asset dirinya.
Saya buka dengan pertanyaan, what is your dream business sir?
Sebagai seorang yahudi, warga Negara amerika, baru kedua kalinya menginjak kaki keindonesia namun kenal sekali dengan ekonomi asia tenggara dia menjawab , impian saya? saya seperti apa yang Adkerson akan dapatkan dari pemerintah Indonesia!
Kami yang mendengarkan kalimatnya sangat heran. Kita semua tahu Richard adkerson adalah orang nomor satu Freeport, dan dia dapatkan apa? itu pertanyaan kami dalam hati.
Well, do you know why Bloomberg give score 1:0 to Freeport? Dia meneruskan jawabnya dengan pertanyaan. Dia bertanya dalam deal divestasi saham Freeport yang akan di ambil oleh BUMN atau pemerintah Indonesia Bloomberg menyatakan yang score adalah Freeport satu nol oleh gol bunuh diri dari Indonesia.
Pernyataan ini sulit di artikan orang awam, termasuk saya. Dimana saya tahu hanya psikological gesture atau makna tersirat, bahwa angukan mantuk-mantuk setuju Freeport pasti ada maksud yang jauh lebih dahsyat. Dugaan saya geopolitik akan “dimainkan”. Tapi itu teori konspirasi.
Sementara di hadapan kami kali ini, ada seseorang yang memimpin perusahaan yang memiliki bisnis dengan market kapitalisasi sama dengan APBN Indonesia satu tahun, 2000 triliun rupiah atau 150 Billion dolar.
Please explain further sir? Saya meminta penjelasan lagi.
Well, Freeport need new blood for deep mining. Ya kita semua tahu tambang grassberg mulai masuk tambang dalam. Sementara di kaltim pengusaha local masuk tambang dalam seperti berau coal dua kali ambruk tambangnya.
Sulit dan mahal investasinya uyntuk tambang dalam tambang tembaga lagi. Memerlukan hampir 500KM jalanan baru dalam tambang sebagai penunjang infrastruktur penambangan tersebut salah satunya. Di perkirakan perlu 15 billion dolar setoran poemerintah Indonesia dengan dengan return yang panjang lebih dari 10 tahunan bahkan 15 tahun.
Sementara pemerinath Indonesia berminat invest masuk ke Freeport. Apa ngak adkerson seneng banget tuh!!!!
Pemerintah Indonesia berani bisnis di sebuah bisnis yang penuh resiko. Dan baru kali ini di dunia ada Negara masuk kedalam industry beresiko tinggi, mining industry. Luar biasa ngak tuh.
Apa ngak adkerson jingkrak jingkrak. Bisnis tambang sangat sangat tinggi resikonya. Biasanya Negara kalau masuk bisnis itu di bisnis yang “no risk”, bahkan bukan yang “low risk”. Ini masuk ke “high high risk”. Indonesia, berani!! Luar biasa.
Masuknya pakai duit apa Adkerson tidak perduli, mau asset Negara di jual, mau pinjem dari asing, mau pakai dana pensiun, mau pakai dana sekuritisasi asset BUMN, bagi adkerson ya seneng-senang saja. Toh beli di harga premium atas saham freeport lalu masukkan dana lagi untuk investasi tambang dalam dan modal kerja. Total kira-kira pemerintah Indonesia masuk uang 15 billion dolar, atau 200 triliunan rupiah. Dengan return diatas 10-15 tahun.
Saat ini selisih APBN Indonesia di kejar pajak di bulan agustus 2017 hingga akhir tahun masih kurang 360 triliun belum tentu terkejar, apa lagi tambah 200 triliun lagi. Wah adkerson ngak perduli tuh, yang penting bisnis tambang penuh resiko bisa jalan.
Mendengar ceramah seperti begini, saya mules di perut, penat di kepala. Kok beruntung banget itu adkerson, kok begini cara mereka melihat peluang. Kok Indonesia sepertinya salah melulu ya #peace
Mardigu Wowiek: BENTURAN PERMAINAN

Mardigu Wowiek: BENTURAN PERMAINAN

Sesekali menulis dari pengamatan intelijen boleh kah? Karena pura-pura tidak perduli bahkan belagak ngak tahu sering makan hati sendiri, ngak enak rasanya. Apa lagi bentuk tulisan di sosmed yang terkadang berlebihan ke satu sisi berpropaganda memberi kesan kebenaran hakiki di pihaknya.
Bisa menyesatkan loh propaganda berlebihan itu. Berlebihan karena ketidak tahuan lalu seakan menjadi kebenaran. Karena itu dalam tulisan kali ini sepertinya saya harus meminta izin nih, sekali lagi, izin loh ya, saya mengupas dari sisi yang saya tahu-tahu sedikit, kalau boleh dan berkenan loh ya.
Kita mau melihat Rohingya. bagaimana melihatnya? Dari kacamata mana melihatnya?
Bagaimana kalau dari kacamata global, dari kacamata hagemony, dari kacamata kepentingan. Kalau urusan begini saya makan sekolah dan makan bangku akademi yang panjang. Pinter sih belum tentu, tahu sedikit namun selama data valid atau benar ya boleh dong, bagaimana?
Kita mulai dari sebuah tulisan Samuel P.Hutington. Dia mengulas dalam "benturan peradaban," Ia menyatakan bahwa terbentuknya sebuah gagasan peradaban universal adalah gagasan Barat, dan secara langsung bertentangan dengan partikularisme dari sebagian besar masyarakat Asia.
Dalam wilayah politik perbedaan-perbedaan itu terwujud dalam usaha Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya dalam membujuk masyarakat lainnya untuk mengadopsi ide-ide Barat tentang demokrasi dan hak asasi. Sebuah pemerintahan demokratis modern berasal dari Barat. Ketika berkembang di masyarakat non Barat, hal ini biasanya merupakan produk dari kolonialisme atau pemaksaan Barat.
Poros utama politik dunia kemudian berkembang menjadi sebuah konflik antara Barat dan yang lainnya.
Korea Utara serta “Myanmar” merupakan dua negara ekstrim yang melakukan isolasi untuk melindungi masyarakat mereka dari penetrasi atau "korupsi" yang dilakukan Barat, dan berusaha keluar dari komunitas global yang didominasi Barat.
Alternatif kedua, negara bergabung dengan Barat, menerima nilai-nilai serta lembaga-lembaganya.
Ketiga, sebuah negara menyeimbangkan Barat dengan cara mengembangkan kekuatan militer dan ekonomi, bekerjasama dengan masyarakat non Barat lainnya melawan Barat, berusaha menjadi modern tanpa menjadi kebarat-baratan.
Inilah kacamata hagemoni.
Eit sebentar, ada kata “myanmar” di sana. Rupanya ada yang menyimpan hati lama nih sama myanmar. Ada yang akan bermain, siapa saja mereka ini? ini diluar “perintah” panglima myanmar yang melakukan serangan terhadap “kelompok” yang dikatakan menjadi “national treat” oleh myanmar.
kelompok siapa saja di sana? ada kelompok arsa yang berbasis islam, ada kelompok arkanan yang berbasis budha, ada kelompok kachin yang berbasis narkoba di dukung china. Konflik sejak abad ke 8 mau di mainkan dan menlu kita ibu retno terlihat salah baca nih.
Eh nanti dulu, apa kapisitasnya ini ibu ya kali ini di rohingya? Tahu akar masalahnya kah? Tahu siapa yang bermainkah? Tahu tujuannya bermain kah? Jangan-jangan kita terjebak di mainkan kepentingan yang lebih besar. Apa saja masalah di myanmar? Selain wilayah kaum stateless imigran bengal ini. ooh, ada gas myanmar untuk sisi barat china yang di jaga 3 negara yang mengarah ke china toh aliran gasnya.
Ada alur narkoba segitiga emas disana. Ada shadow goverment bermain di sana, ada shadow banking main disana. Dan siapa sih di belakang myanmar? Myammar junta militer berkuasa, kelompok karen main lama di sana, dan tahu-tahu noble laurette perdamaian bisa jadi pemimpin. Apakah dia pemimpn sebenarnya atau shadow leader saja? Puppet?
Kita jawab sebentar lagi ya. Lebih jelas pastinya jumpa darat. Namun ehhh, ada efek loh di indonesia. Nah ini harus di bahas.
Ternyata efek rohingya ada yang impor membawa “mainan” ini ke indonesia. Ini kok berbarengan ya? Ini ngak mudah loh melakukan “psikological warfare” seperti begini. Propaganda mengasosiasikan islam ada yang bawa ke indonesia sehingga menggerakan massa.
Siapa yang bermain? Siapa yang dimainkan? Untuk apa memainkannya? Mengapa sekarang?
Seperti dalam tulisan saya sebelum ini, “instability is a war game”, ketidak stabilan sebuah negara itu bagian dari permainan perang. Dan ada yang mainkan instability ini.
Dalam teori intelijen ini namanya “chaos strategy”. Memanfaatkan issue rohingya dan di counter dengan propaganda kepahlawanan retno ke myanmar. Ini istana salah baca sepertinya. Ini sebagaian sahabat kelompok islam dimainkan lagi tanpa faham untuk apa dan kemana arah si penunggang kuda ini sebenarnya. Bener loh, kok ya pas dengan rame freeport di tekan gitu loh?.
Baiklah, semoga kali ini saya salah lagi analisanya. Namanya juga sontoloyo, ngak pinter dan selalu ngeyel sok tahu. Tetapi kalau bener bagaimana?
Mardigu Wowiek:: THE POWER OF JAMAAH

Mardigu Wowiek:: THE POWER OF JAMAAH

Koleftif power akan menyelesaikan banyak masalah dan mengambil banyak peluang menjadi bisa di “monitized”.
Untuk itu saya kepikiran, sepertinya saya selama 4 bulan kedepan akan turun langsung membuat siapa saja yang ingin saya mentori membuktikan secara financial materinya bertumbuh, juga ilmu entreprenuernya tumbuh.
Saya ingin bertemu dengan sebanyak mungkin mereka yang minat belajar dan minat menjadi makmur.
Satu syaratnya, taat perintah. Saya minta persetujuan untuk jadi otoriter selama 4 bulan, dan tolong taruh dalam pikiran terkecil dari diri kita, anda mau berkorban, siap mental, siap sabar, siap modal. Modal waktu, modal uang, modal tenaga.
Ada 3 hal yang akan saya kerjakan, yang akan saya lempar ke publik ownershipnya dan peluang suksesnya.
Ini bisnis real, ini bisnis nyata, ini bisnis pasti sukses, ini bisnis ada resiko, ini bisnis kuat nafas panjang, ini bisnis besar.
Modal materi? Ya ada sedikit, ada seperlunya, bisa juga besar. Tergantung seberapa sahabat berani dan percaya pada program ini.
Yang saya jual adalah pengalaman saya, yang saya jual adalah network saya, namun saya tidak menjanjikan keuntungan pasti atau besar.
Yang saya janjikan adalah ilmu dan peluang lainya menanti anda dengan cara yang sama anda bisa duplikasi hal ini.
Sebelum datang kita ketemuan, saya hanya mengingatkan, berani “berinvestasi” dengan saya? . izinkan saya bertanya selanjutnya, “It’s not how much money you can get, but how much money you willing to sacrifice”
Bukan berapa besar uang yang anda akan peroleh, tetapi berapa yang anda beradi “korbankan”.
Mohon izin untuk mengatur pertemuan sekitar 2 jam bersama saya. Saya akan urai apa yang akan kita lakukan. Ada yang mau meluangkan waktu tersebut? Di tunggu kabarnya.

Seberapapun Hebatnya Seseorang, Tetap Bisa Tergantikan Oleh Orang Lain

Hal yang paling menantang bagi saya di awal membangun sebuah organisasi adalah menentukan” value”. Nilai apa yang mau kita jalankan kedepan. Apa achievement yang mau di capai, apa fulfillment yang mau di raih.,

Kekayaan materi itu bisa di nilai achievement atau pencapaian, namun membuat 1000 orang menjadi milyuner hidup sehat bahagia itu adalah fulfillment atau pemenuhan hasrat terdalam, menjadi terbaik dengan memberi.

Achievement adalah apa yang kita dapat, fulfillment adalah apa yang kita beri.

Membuat bisnis itu gampang. Membuat profit itu gampang. Menjadi kaya itu gampang. Namun mencapai fulfillment cita-cita tertinggi menjadi manusia paling bermanfaat adalah perjalanan yang panjang.

Tahun ini saya mencoba membangun hal yang baru. Bahkan masuk kategori “unknown territory”. Benar yang akan saya lakukan bukan saja gambling bertaruh namun masuk sebuah permainan yang saya belum pernah mainkan, dan sedikit pemainnya.

Sehingga mencari advise atau saran, bisa-bisa jutaan dollar di habiskan kita bertanya ke mckinsey dan konsultan kelas dunia sejenisnya. Tapi jujur, rasanya teritori ini pun mereka belum punya banyak referensi.

Kesesama kaum pebisnis jawaban mereka, ngak salah luh masuk kesana mas? Bertanya pada para professional mereka menjawab: wah pak, kami belum punya banyak sukses story akan bisnis sejenis, bukan saja bisnis yang sama, sejenis saja belum punya.

Memulai yang baru di mana masih membekas peristiwa tahun lalu hal yang berat rasanya sulit memang. Tahun lalu 6 perusahaan tutup , 200 orang staf yang telah lama bergabung harus di “lay off”. Berat bagi saya. sangat berat.

Ini mungkin membuktikan sisi lain dari pebisnis, ngak bisa “baper” jadi pebisnis. Ngak bisa di bawa perasaan. Kalau anda “baperan”, lupakan jadi pebisnis. Cari cara lain buat uang deh! Ngak usah begitu, anda suka omongin orang saja. Lupakan jadi pebisnis.

Eh si anu tuh begitu ya? Misalnya anda memulai “membicarakan orang lain”. Siap-siap pebisnis di depan anda bilang..wah temennya aja di giniin bentar lagi gw nih!!..mereka bisa mengucapkan..sayonara ..good bye! Jaga jarak.

Pebisnis adalah manusia bunglon. Bisa ikut arus, kuat lawan arus, kuat diam, kuat denger, ngotot terhadap kemauan, namun sabar didalam memetik (hasil). “swallow pride” mau menelan gengsi.

Anda gengsian, anda ngak sabaran, anda kurang pandai mendengar, anda ngomongnya melebar termnasuk ke hal pribadi (termasuk tadi bergosip) itu sudah bagian dari ciri-ciri sulit sukses sebagai pebisnis.

Pebisnis mampu melakukan “poker face” wajah polos tak berekspresi terhadap hal negative, dan jangan tanya betapa sulitnya melakukan hal ini.

Poker face adalah ketrampilan yang didapat setelah melalui proses panjang. Ribuan jam anda berhadapan dengan para asshole, para kruk, para pejabat korup, para buaya politikus, para scam penipu, para broker pialang proyek, para pembawa map proposal, ribuan slide presentation, dan beragam sumber lalu lalang informasi, gossip, hoax dan fakta di depan anda.

“stay cool” di saat tertekan, “stay hungry” di saat makan. Sulit banget kan? Tapi anda harus bisa, anda pebisnis.

Jadi untuk mencapai achievement dan fulfillment di tengah tekanan, ambisi, buasnya kompetitor, kurangnya sumber daya, dan besarnya impian sendiri yang membuat kita sendiri takut, bagi saya ini tantangan saat ini di depan saya.

Banyak sahabat yang bingung dengan tulisan saya berkias diatas ini, tapi seperti kebiasaan saya, pasti saya sempatkan membuat hal yang lebih sederhana dengan ada cerita. Dan ada baiknya saya mulai dengan pertanyaan. Ketika anda akan memulai sebuah usaha apa dulu yang anda lakukan?

Proyeknyakah? Misalnya dunia property, retail, makanan, jualan kebutuhan, dan lain sebagainya?
Atau modalnya? Anda menyatakan bahwa akan mengerjakan bisnis, dan perlu modal nih. Jadi kemana-mana anda mencari modal, pinjaman, mitra, dan sejenisnya.

Atau anda melihat “pasar” nya terlebih dahulu. Besar nih “demand” nya, nilai pasarnya besar misalnya berbisnis makanan, bisnis busana, bisnis mainan dan lain sebagainya. Sehingga anda yakin dengan pasar besar anda mudah mendapatkan “sales” dan ada peluang mendapat profit lebih baik.

Atau anda type yang melihat, kalau saya memulai bisnis “ini” saya perlu SDM yang unggul. Karena itu anda focus ke head hunter mencari manusia terbaik yang akan menjadi pemutar roda organisasi. Seperti anda perlu chef untuk bisnis restorant anda, perlu hair stylist untuk bisnis salon anda, perlu akuntan, perlu salesman yang berkakter motivator, dan lain sebagainya.

Atau dalam mulai usaha anda sudah memikirkan “brand” sejak pertama. Bentuk logo, nama produk dan perusahaan, warna perusahaan, image organisasi, dan jenisnya.

Atau anda focus mencari “lokasi”. Memulai usaha anda, maka lokasi adalah segalanya. Cari yang murah di tengah keramaian. Cari yang dekat dengan segala akses, terlihat daro segala penjuaru dan murah. Begitu lokasi tidak di dapat anda memilih tidak memulai nya.

Atau anda ketika berbisnis adalah type yang mencari “mitra”. Bisnis partner. Anda membawa dokumen lengkap, proposal lengkap, roadmap lengkap, dan anda mulai memaparkan visi misi opportunities ke mitra. Ketika ada mitra anda baru masuk ke bisnis tersebut. Tanpa mitra, tanpa network, anda tidak akan memulai bisnis.

Dan ada banyak lagi cara memulai bisnis. Yang jadi pertanyaan adalah, mana yang anda? Mana type anda?.

Secara pribadi dalam 25 tahun ini, ada puluhan perusahaan saya sudah bangun, ada ratusan bidang yang saya sudah masuki, dan yang bertahan hanya 2 macam dengan beberapa unit usaha. Apa yang saya dapat? Dan apa yang selalu menjadi “entry point” saya berbisnis?

Yang pasti saya pernah masuk dengan berbagai type seperti di atas. Dan belum ada yang menjadi favorit, namun karena factor usia barangkali, beberapa usaha yang di bangun terakhir dan yang akan dibangun, membuat saya berubah. Cukup drastic. Saya sekarang masuk bisnis bukan melihat bidangnya, bukan melihat besarnya pasar, saya bukan melihat besar kecilnya modal. Entah mengapa sekarang ini saya menjadi filosofis.

Jadi saya masuk dengan sentimental , filosofi. Apa filosofi bisnis yang saya masuki. Saya beri “value” saya lihat 2 hal seperti tulisan di awal. Apa achievement jangka pendek dan apa fulfillment jangka panjangnya. Jadi saya focus di bisnis yang “low hanging fruit”, yang cepat dan siap petik dengan memberi efek kemasyarakat banyak manfaat dalam jangka panjang. Kalau sahabat bagaimana?

Sepandai-pandainya orang yang multi talent, masih kalah sama orang yang multi face ( muka dua)

Wowiek asshole? Sepertinya bukan barang baru di dengar tapi rasanya itu sudah “past tense” deh. Kalau saya mengukur diri saya seperti di usia saat ini “value” saya sudah bergeser. Ini menurut saya loh. Mungkin saya salah namun saya berusaha keras untuk tidak menjadi seorang asshole, dalam bisnis tentunya.

Sebagai seorang yang selalu lapar, membuat orang di sekeliling saya gerah. Mereka banyak bertanya..ini orang (wowiek) apa yang di cari sih?! Kalimat seperti itu pastinya banyak muncul dalam benak orang di sekeliling saya.

Kalau rumus “been there done that” hampir semua pernah dilakukan, pernah disana. Lalu apa yang dicari sekarang? Legacy peninggalan kepada anak cucu? Mau membuktikan kepada dunia bahwa ada seorang namanya wowiek..mau jadi legenda?! Kenapa sampai saat ini masih menekan (orang dan diri sendiri) ke batas limit.

Setahu saya, seorang asshole sulit bertahan lama karena selalu mementingkan ambisinya. Dan yang dilupakan untuk mencapai ambisinya biasanya “injek kaki” orang, ilmu kodok deh, sikut, injak!.

Sementara kalau ke atas, “kissing ass” jilat pantat pejabat, atasan..semua di service habis. Apa kata pemegang kekuasaan adalah kebenaran tertinggi. Pejabat minta apa adalah sebuah komando wajib taat. Seberapapun aneh permintaan tersebut. Yang penting izin keluar, kontrak dapat, fasilitas di percepat.

Jadi kesimpulan saya “being an asshole” hanya jangka pendek. Kalau saya mau bermain panjang, hidup enak tanpa tekanan, rubah menjadi seorang yang tahu batas. Dan ngak gampang bagi orang seperti saya ini. Bahkan kalau saya teringat kembali ke sebuah masa dimana saya harus survive plus bisa mencicil beban hutang. Saya dari seorang entrepreneur, balik lagi ke sisi pegawai walau sulit pekerjaaanya saya terima.

Seorang sahabat yang dulunya pernah jadi karyawan saya memiliki jalan hidup lebih baik dalam mengambil keputusannya. Dia menjadi pemilik sebuah perusahaan besar dan meminta saya bergabung dengan posisi asosiate director selama 2 tahun kontraknya. Tugas saya utama, menciptakan disiplin dan ketaatan dalam perintah, militansi.

Dan wowiek seorang asshole, perkataan saya keras dan lantang, rasanya Cuma Ahok kualitas hardikannya di atas saya. karena walaupun saya juga menggunakan “high tone language” saya tidak pernah pakai makian goblok, danisi kebon binatang! Saya main pecat, cut off, fired!

Mas, saya belum pernah memimpin 200 staff professional yang 60% nya graduate oversea student. Bisakah mas wowiek bantu saya mengendalikan perusahaan sampai mereka fit? Itu adalah kalimat yang keluar dari mulut employer saya ketika saya akan bergabung. Saya di suruh membuat 200 staf yang 60% nya merupakan lulusan luar negeri dengan gelar sarjana sejajar master, taat dan disiplin. Dan bagi saya itu bukan hal aneh atau baru. Saya pernah memimpin dengan typology pegawai sebanyak ini dan mirip ini.

Kalau di bayangkan seperti di perusahaan multi nasional bukan? Seperti bekerja di Citibank, bekerja di Cevron dan sejenisnya. Namun ini perusahaan swasta nasional. Pemiliknya swasta nasional dan berbisnis multinasional.

Jadi baru 1 bulan bekerja 30 manajer sejajar merasa gerah dengan saya. disiplin dan tekanan setiap saat saya berikan, mulai dari sales marketing, pembukuan, pajak, legal, HRD, produksi saya tanya semua harus tahu PNL perusahaan base on daily performance.

Bayangkan, setiap manajer harus tahu PNL profit and loss perkembangan bisnis perusahaan setiap harinya. Begitu pembukuan hijau saya puji, begitu kuning saya mulai “control freak”. Begitu merah..seseroang akan saya pecat!

Saya buat target pembukuan harian!

Di hari pertama saya bekerja sudah saya suruh mereka buat target pekerjaan harian yang di hubungkan dengan bagian keuangan. Itu kerja ekstra, banyak yang “reluctant” ngak mau mengerakan pantatnya sewaktu keluar dari lidah saya perintah itu. Mereka tanya..siapa luh? Kalau gw ngak kerjain lu mau apa? pecat gw…benar bung!..saya eksekutor terbaiuk urusan lay off karyawan. Apa lagi yang ngak produktif dan mempunyai “bad influence”. Mereka pasti ngak suka saya. dunia nya lain, species kita lain,. Dan saya predator species malas dan pemangsa orang yang “bad influence”.

Tapi bagi penghasil profit, walau saya ngak nyaman, mereka tetap saya kasih hak nya, pujian ataupun material seperti bonus, gajih, bahkan jabatan.

Hingga akhirnya mereka menghadap direksi, ber 30..para majaner jajaran middle manajemen tersebut memuncak marahnya kepada saya.

Mereka meminta waktu share dengan direksi. Waktu itu kebetulan 2 direksi dan 1 komisaris ada di kantor. Posisi mereka memenag bisa membuat siapapun naik pangkat atau sebaliknya, angkat koper dari kantor.

Seingat saya mereka duduk di meja meeting melingkar. Semua wajah berhadapan dan kebetulan memang ruang meeting nya besar. 3 direksi berhadapan 30 manajer dan VP.

Mas wowiek, kata satu direksi. Tunggu diluar, kayaknya anak-anak pada marah dan mau share dengan saya. nanti saya kode baru mas masuk keruangan ya.

Saya mengangguk. Tidak ada rasa gentar tuh dalam diri saya. biasa saja. Padahal saya tahu di dalam ruangan tersebut nantinya akan ada kalimat makian, hujatan, kekesalan pasti keluar dari mulut mereka. Suasana pasti panas.

Jam lima , alias 2 jam setelah mereka berada di dalam, saya dipanggil. Saya masuk ruangan memberi salam sapa yang hanya di jawab oleh 3 orang direksi yang duduk di kiri saya. saya di persilahkan menjadi orang ke 4 di hadapan 30 orang manajer level tersebut. Wajah mereka masih merah dan tegang. Namun ada kepuasan dari ekspresi mereka. Dan sepertinya wowiek akan tuntas, selesai pada hari itu.

Saya duduk biasa saja. Lalu satu direksi yang di tengah yang merupakan presiden direktur berjalan pelan kebelakan. Di meja belakan ada 2 buah buku telfon yellow pages. Dia ambil dan dia bawa pelahan kembali ke mejanya, dan ketika dekat meja..buku telfon tebal itu di banting ke meja meeting!

Gubraaak!!! Saya ber tiga yang paling dekat dengan bantingan buku tersebut sampai kaget. Pastinnya 30 orang di depan saya juga kaget, Suara keras sekali dan lalu dia bicara dengan nada ngak kalah keras ( catatan, dia tidak pernah begini sebelumnya)..dari tadi saya mendengar kalian berbicara keras, kasar dan provokatif terhadap orang yang namanya wowiek, si asshole ini (dia menunjuk muka saya).

Kamu semua baru di tekan sebulan sudah banci semua, manja semua..saya dulu 2 tahun sama dia…tiap hariu jam 8 sudah denger ocehan dan omelannya, pulang jam 11 malam baru bisa dan jam 7.30 sudah dikantor lagi terus menerus selama 2 tahun. Apa gw ngak gila di bawah dia! Gila, marah kesal..sama seperti kalian, tapi saya tidak mengeluh!..ini sekarang saya jadi begini, dan ini (dia menunjuk satu direksi) adalah hasil makian, tekanan asshole wowiek!!!

Kalau kalian tidak setuju dengan tindakannya…sebaiknya aklain resign saat ini juga, hari ini juga. Tapi kalau kalian disini…ikuti dia. Katanyua sambil menunjuk ke saya. suasana jadi terbalik, saya yang kikuk sekarang. Dan ketiga puluh orang di hadapan saya ekspresi wajahnya berubah. Yang tadinya merah marah dan percaya diri, menjadi diam, dan pucat.

Suasana hening seketika. Sampai terdengar suara komisaris yang santun berkata, ok, pertemuan selesai, kami ber empat akan melanjutkan meeting lagi. Kalian boleh keluar.

Satu-satu antrian keluar ruangan. Tinggal kami berempat. Tak lama kemudian, 3 tangan menggulurkan kesaya. Terima kasih mas, kehadiran anda memang untuk itu, “bad cops”..tapi setelah kami timbang-timbang..mas juga harus berubah, kekerasan juga kali ya mas apa yang mas wowiek lakukan. Mas bisa berubahkan? Kalimat santun dari 3 sahabat saya jabat erat.

Dan saya berkata..maaf ya apa yang saya lakukan dulu..kayaknya kalaian merasakan hal yang lebih keras lagi ya di banding mereka. Tapi kalian melakukan saat ini ribuan kali lebih baik dari saya. saya akui performa ketiga sahabat itu habit sekali. Yang saat ini, 16 tahun kemudian ketiganya masih bersama, dengan jalan hidup yang akan mereka tempuh kedepan berlainan namun saling dukung. Bravo!! 

Untuk Apa Kamu Bertanya Jika Kamu Tahu Jawabnya, Iya

Ada peristiwa yang terjadi 2 minggu yang lalu yang cukup membekas dan jarang terjadi dalam kehidupan saya. Biasanya saya bisa move on dengan cepat, namun kali ini dalam 2minggu ada lebih dari 5 kali saya mengulangi menceritakan hal tersebut kepada para kolega. Dan ini mendapat komentar, wah kayaknya dalem banget ya mas, sampai anda ngak bisa “move on” begitu?!. Itu komentar dari kolega saya yang mungkin gerah karena mendengar complain an saya yang lebih dari 5 kali dengan berbagai sudut bicaranya.

Intinya, saya sebel dan ngak bisa move on cepet. Mangkel dan masih di pegangin di genggam terus kesal tersebut.

Kita tahu, dalam dunia bisnis itu lingkupnya kecil. Kalau anda bermain misalnya di dunia pelatihan, maka anda bisa menyebut 10-20 nama trainer yang memiliki pendapatan bersih 5 milyar setahun. Dan ke 20 orang tersebut pasti saling kenal. Artinya top triner tersebut saling mengenal dan menghormati satu dengan lainnya.

Mungkin satu sama lain tak bersenyawa kimianya, atau tidak kenal benar namun secara garis besar pasti membentuk aliansi sendiri yang berkumpul dengan kemiripan karakter atau “passion” yang sama. Di kelompok 20 orang tersebut akan membentuk dengan sendirinya 3-4 kelompok kecil yang walaupun tidak bergabung namun bisa terlihat mereka saling memuji. Saling beraliansi.

Di kelompok lainnya selain yang chemistry nya nyambung tidak pernah di sebutnya. Misalnya saya deh dalam dunia pelatihan sering memuji pak Yan Nurindra, kang Asep Hairul Gani, mas Ronny Ronodirdjo, dan banyak lagi..itu karena saya nyaman dengan mereka. Sehingga kalau orang menilai, saya memang mahzab mereka (kesannya namun saya akui, iya saya nyaman dengan mereka).

Misalnya lain lagi, terjadi di dunia bisnis property. Pemain property atau developer ada puluhan yang besar tambah yang menengah ada ratusan. Ada yang memuji lippo, ada yang memuji ciputra, ada yang memuji agung sedayu, ada yang memuji agung podomoro.

Kemiripan karakter dengan anda membuat anda menyukai salah satu, atau salah dua mogul bisnis property itu. Bahkan pemain menengah dan developer kecil pun membentuk aliansi. Saling mereferensi mandor, tukang, bohir, hingga toko material favorit. Bahkan, anda secara tidak sadar ternyata hanya memberi informasi kepada yang chemistry nya nyambung dengan anda. Coba anda perhatikan.

Nah, cerita di atas dimana saya mendadak ngak bisa move on cepat adalah sama seperti cerita tentang aliansi tidak tertulis di dua contoh di atas. Dalam bisnis yang saya geluti selama 25 tahun ini pemainnya lebih sedikit lagi. Maka jika anda 25 tahun di bidang yang sma akan ketemu dengan orang-orang yang sama. Setidakny beririsan dengan orang yang itu-itu juga.

Disana pasti ada persepsi tentang anda. Seperti persepsi orang akan saya misalnya. Pasti ada yang biasa saja, ada yang setuju, ada yang berlawanan atau tidak suka dengan saya. Itu wajar , itu hal biasa, common practice. Ngak usah di bawa ke hati.

Jadi, kalau anda berbisnis lalu ada orang yang mengatakan pak, kenal pak fulan? Maka kita harus hati-hati. Orang yang bertanya tersebut bisa saja pengagum orang tersebut atau orang yang berlawanan tidak suka dengan fulan. Maka jawaban aman kalau kenal katakan. saya kenal, namun kalau di tanya pendapat, bagaimana pendapat anda akan fulan? Lebih baik anda jawab netral. Saya belum kenal jauh sih, hanya sebatas kenalan!!

Lebih baik kita tanya dia balik, kalau anda pendapatnya bagaimana tentang fulan? Sehingga kita tahu posisinya yang pasti. jangan di teruskan kalau negative, nanti jadi ghibah bahkan fitnah. Hanyabiar tahu positioning. Itu saja.

Sewaktu peristiwa 2 minggu yang lalu terjadi dengan saya adalah, saya punya kartu ace. Yaitu sahabat yang saya anggap mumpuni, sangat capable dan good person. Sukses dan menjadi public figure yang membuktikan dirinya berhasil di usia muda memiliki rekam jejak bisnis hebat.

Kenapa saya sebut kartu ace, karena dia mau saya jadikan solusi terakhir bisnis saya. Didalam bisnis, karena suatu dan lain hal, bisnis anda bisa berjalan kalau anda bermitra. Mitra itu banyak manfaat, bisa mebagi resiko, bisa meningkatkan jualan karena bertambah networknya, jaringannya. Karena itu saya mau pakai sang kartu ace ini.

Di salah satu bisnis saya, saya pikir ada baiknya bermitra dengan dia, sang kartu ace ini. Itu ada di belak saya sejak 3 bulan terakhir hingga akhirnya saya putuskan, Saya pun menelfonya yang di jawab dengan santun, bisa mas, jam 5 di kantor saya ya, di kuningan. Ok. Done, jawab saya, sampai ketemu. Sebelum menutup telefon dia bertanya, maaf mas, bidang apa yang akan kita bicarakan ini?

Yang saya jawab, iya dunia saya lah, saya khan dari dulu yaitu-itu saja. Lalu di jawab olehnya, baik kalau begitu, saya kenalin dengan mitra saya juga, karena dia bisa cepet nyambung dnegan dunia mas wowiek.

Ok, saya jawab cepat.

Keesokan harinya saya menuju kantornya di lantai 16 di sudut jalan kuningan raya, dimana disambut resepsionis di depan yang mengantar saya kesebuah ruang meeting kaca yang memberikan view pemandangan ke arah jalan sudirman. Arah sunset, keren pemandang ruangan tersebut. Sampai ketika saya perhatikan seseroang yang duduk di ruangan tersebut sendirian.

Saya terkejut, lah kenapa ada orang ini ya?

Asli saya terkejut..inikah orang yang akan bertemu dengan saya juga dan si kartu ace atau dia hanya tamu lainnya? Itu pikiran yang berkecamuk dalam hati saya.

Sampai sapaan dan senyuman terbuka dari mulutnya, hai brader wowiek apa kabar? Lama ngak bertemu nih..jadi kita nih yang mau dikenalin? Yaa..kita mas sudah kenal lama..

Dia nyerocos yang membuat saya memainkan drama. Wajah saya tersenyum, seluruh body language saya lincah bergerak, tawa canda kometar basa basi mengalir keluar dari lidah saya, namun dalam hati kecil saya//ngak salah nih? Masak sih? Kok dia? Salah kali nih?..

Wah nambah sukses nih si boss, kalimat ini keluar deras dari mulut saya tanpa jeda. Bojonegoro sukses ya, selamet ya boss..hebat anda!..

Yang di jawab dengan tersipu-sipu bangga. Ah, biasa aja, masih merayap, katanya lagi..saya terus memujinya, ..saya harus belajar nih boss?! Dan, dalam hati saya dah ngapin sih dia disini? Di mulut saya keluar tetap kalimat basa basi. selama buat orang senang ya ngak apa-apalah. Dari pada saya jutekin.

Tak lama, sang kartu ace datang membuka pintu dengan pertanyaan, loh sudah kenal toh?

Saya jawab, iya dari tahun 2007 kami bermitra bersama sampai sekarang. Sama seperti mas dengan dia di bojonegoro, saya mencoba menjelaskan posisi mitranya yang ternyata posisi kita berdua sama. Saya dan sang bapak tadi mitra di perusahaan A, bapak tadi dengan kartu ace mitra di perusahaan B.
Dan saya baru tahu saat itu, saat pertemuan. Dan sang kartu ace bertanya, jadi apa yang bisa kita sinergi kan mas kedepan? Khan enak kita sudahs aling kenal begini..

Saya yang bingung menjelaskan apa yang bercamuk dalam hati saya. saya mau dengan kartu ace dan tidak mau dengan tuan B di depan saya ini, walaupun saya ngak ada masalah dengan dia, yang selanjutnya kita sebut dia dengan sebutan tuan “budi” ini. Namun…dia dikenal sangat notorious, belagu, sombong, keras kepala, sok tahu, besar omong. Dan itu kata orang dan itu pesepsi kebanyakan kolega atas image tuan “budi” ini.

Saya tidak bermasalah, kartu ace juga tidak bermasalah.

Saya posisinya bingung, karena siapa yang bermasalah dengan tuan “budi”, yaitu 2 mitra saya yang di perusahaan yang mau saya mitrakan dengan kartu ace yang pernah punya masalah dengan tuan budi ini. Sangat parah, sangat fundamental. Yang kerja siapa, di aku oleh tuan budi ini. Dan karena sudah tanda tangan kontrak yang didapat oleh mitra saya namun di laksakan oleh tuan budi ini, tanpa membagi haknya ke mitra saya membuat kesal mitra saya, dan banyak kejadian sperti ini juga di orang lain.

Saya tahu kalu saya lapor ada tuan budi ada bersama di kartu ace kepada mitra saya, dia pasti bilang..mundur aja mas!

Saya sendiri kalau di cari cari alas an, tidak nyaman dengan gaya belagu snop sombongnya.. Dia kalau panggil orang dengan sebut nama, ngak pakai pak, ngak pakai mas. Bahkan ke yang lebih tua di sebut nama. Misalnya dia umur 5o tahun, ada temanya umur 60 tahun, disebut nama saja, misalnya tuan tommy, ya si tommy atau tom, lu khan..gw khan..pakai bahasa umum, jalanan. Kalau ngomong di ruang meeting suara keras, mendominasi pembicaraan dan menggoblok-goblokin orang lain.

Otak saya masih berusaha mencari kenapa kartu ace bisa percaya dia?. Kartu ace berkata. Saya sudah bermitra dari 2012 ya pak, katanya sembari menengok ke tuan budi yang diangguk oleh tuan budi. Dia guru saya nih di dunia ini, kata kartu ace ke tuan budi. Saya sampai bengong dengan pernyataan itu. Walah..kok bisa ya?

Tak lama tuan budi berkata, begini mas ace..what?! kata saya dalam hati dia menyebut mas ace?! Saya geleng-geleng ngak percaya memastikan ini bukan mimpi. “mas”!1…istimewa sekali!! Yang dilanjutkan kalimat tuan budi, mas ace, “budi” khan kalau bisnis selalu memahami sisi…, jadi “budi…”, bener loh ”budi” tuh..

Saya sudah tidak bisa dengar cerita tuan budi karena otak saya “hang”..tuan budi menyebut dirinya “budi” di setiap kalimat keluar dari dirinya..dan menyebut kata “mas” kepada kartu ace..walah..gubrak saya..orang ini saya kenal 8 tahun, kami bermitra sangat kental, ngak pernah begini nih cara ngomongnya..ini buaya, apa aslinya..saya asli geleng-geleng..ok ok, you are good! Hebat pak budi, hebat tuan budi…dua tangan saya membungkuk di hadapan tuan budi..dan itu tidak terlihat karena semua tervisual dalam pikiran saya saja.

Suara lamunan di kepala saya terpecah, dengan pertnyaan kartu ace, mas, jadi apa nih yang bisa kita sinergikan. Yang saya jawab..begini mas, ini sudah waktu magrib, kita sholat dulu, nanti kita lanjutkan karena panjang nih ceritanya. Lalu di jawab kartu ace, tapi saya sudah ada skedul meeting lagi setelah magriban, bagaimana dong?.

O gitu, ya boleh kita set another meeting mas? Sekarang kita silaturahmi say hi aja dulu deh..ya ya setuju jawab kartu ace.

Padahal saya mau lari, mau mundur dan tidak mau kalau ada tuan budi. Intinya kita set waktu lain, bulan depan,,gapapa lah. Namun dia mengingatkan bahwa tuan budi hadir loh, dia orang yang saya percayai untuk bisnis bareng mas wowiek.

Jleb!!, berasa di tonjok Manny paquaio ulu hati saya..siyaaaap, lidah saya terucap. Namun dalam hati..kok bisa sih? Ngak terima saya! heran saya! gumun saya! bingung saya!..kartu ace saya hilang, langsung samar-samar impian saya. yang hal ini saya ceritakan lebih 5 kali dalam 2 minggu ini kehampir semua kolega saya. dan saya tulis dalam tulisan ini untuk move on, saya ngak mau bicarakan lagi. ini hanya catatan, yang menunujukan satu hal…kemampuannya menjadi “bunglon” tuan budi, ribuan kali di atas kemampuan saya. pak budi champion!! # peace be upon us

Bill Gates Di Tanya Wartawan , Masih Ingatkah Mr. Gates Akan Waktu Jaman Susah Dulu? Bill Gates Jawab.. Tidak, Saya Tidak Pernah Tahu Hal Itu Ada Dalam Hidup Saya

Assalamu’alaikum, terima kasih atas kesempatan membuka pertemuan ini. Tadi selagi di bandara saya merenung mengingat kembali sebuah masa. Sebuah masa dimana kita adalah bangsa yang di segani dan hormati oleh bangsa lain. Yaitu ketika Indonesia di jaman Suharto, ketika Singapore bersama Lee Kwan Yew, dan ketika di Malaysia Datuk Mahathir berkuasa, Negara besar seperti china tak berani membusungkan dada di hadapan Asean. Amerika pun sangat berhati-hati membuat langkah strteginya. kita di hormati teman, kita di segani lawan.

Mengapa itu terjadi? Karena kita semua kompak, kita semua erat berjabat dan kita semua menghargai satu dengan lainya. Negara jiran adalah saudara, Negara tetangga berbatas langsung adalah front line keamanan yang harus saling jaga.

Dalam bidang ekonomi apa lagi, satu dengan yang lain saling dukung, neraca perdagangan hampir imbang dan investasi yang di utamakan adalah yang datang dari tetangga sendiri.

Ini adalah kalimat pembuka ketika bulan lalu saya harus ke singapura menemui sebuah lembaga keuangan timur tengah yang memiliki kantor representative di singapura dan Malaysia.

Iya benar, saya menulikan kata “harus” ke singapura karena saya sudah tidak bisa lagi bergerak dengan system keuangan di Indonesia. Ada 30 lembaga keuangan bank dan non bank saya sambangi dalam 5 bulan terakhir ini. Ratusan jam paparan langsung untuk pembiayaan proyek, hasilnya tidak ada yang bergerak. Lebih karena peraturan bank central.

Terus mau di kata apa? authority keuangan Indonesia sudah buat policy . Kita pebisnis, bukan politikus yang berkutat di peraturan dan negosiasi. Kita pengusaha, follow ikut arus uang saja. Dimana gampang dan resiko kecil pasti mengikuti aliran itu.

Akhir nya saya memutuskan, ya sudah cari modal di luar negeri saja. Proyek ini menghasilkan revenue dolar alias export base. Secara jangka panjang mengurangi unsur import. Tapi bank Indonesia memang bank gadai, terus menanyakan jaminan. Ya sudah saya males ngulang-ngulang urusan policy, regulasi, bank . intinya saya putuskan merapat ke sebuah lembaga keuangan timur tengah yang foundernya memiliki saham club bola Manchester City.

Di hadapan para direksi, board of chairman group international yang kebutulan berwarga negara Malaysia dan Singapura. Makanya saya memilih pembukaan kalimat seperti di atas.

Dengan terpaksa saya memilih menerbitkan sukuk obligasi syariah dengan lembaga keuangan di timur tengah sebagai solusi saya. ini saya putuskan bahkan tanpa diskusi diawal dengan para pemegang saham lainnya. Saya action duluan ajah. Dalam hati saya juga berfikir, rasanya bukan setuju ngak setuju menerbitkan obligasi tapi pasti yang di tanya “binatang” apaan itu sukuk obligasi syariah?

Dari pada berpanjang kata, saya action dulu saja. Saya hubungi perusahaan yang berkantor pusat di Bahrain tersebut melalui email resmi. Saya kenal 2 pejabat puncak di Bahrain tersebut yang dalam waktu 1 bulan pertemuan di singapura itu di terjadi.

Mempersingkat pekerjaan, saya sudah mengirimkan segala keperluan untuk mereka mereview project ini. Saya tahu apa yang mereka butuhkan, audited income statement, FS, contract, legal, permit, licenses, human capital, financial projection, EPC, bohir contract, detail engineering, spec technic, bill of quantity..semua deh,…saya kirim rapih detail rinci.

Bagi sahabat yang ingat karakter saya yang global, unstructure, ngak detail, hal ini pasti aneh karena mendadak saya rapih, rinci dan ter-struktur. Iya itu karena saya di kawal tiga orang staff khusus saya yang memang saya siapkan untuk mengisi kelemahan saya tersebut. Mereka yang jauh jauh hari menyiapkan seluruh file tersebut dan selalu di update.

Sederhannya adalah, kita akan membuat perusahaan di dubai. Yang bersifat investment company. Lalu menerbitkan sukuk. Perusahaan baru, iya benar, tapi sudah memiliki 3 aset. 3 perusahaan. 3 perusahaan tersebut belum secara legal di miliki 100% tetapi baru CSPA, condition sales purchase agreement. Kalimat sederhannya, perjanjian jual beli bersyarat.

Dalam CSPA dikatakan bahwa perusahaan dubai tadi memiliki mayoritas saham 70% terhadap ketiga perusahaan tersebut. Namun belum di balik namakan karena belum lunas. Ketika lunas baru balik nama dengan masuk ke dalam pemegang saham perusahan ke tiganya tersebut.

Penerbitan sukuk tadi adalah untuk membeli 3 perusahaan tersebut, untuk akuisisi. Dimana lamanya usia obligasi 7 tahun dari contract project di tangan ketiga perusahaan tersebut secara buku, bisa di capai. Kelihatanya sederhana ya? Tapi percaya saya, detail rinciannya bisa 1500 halaman untuk masing-masing perusahaan dan audited. Kita tidak akan main-main dalam credibilitas. Jangan pernah bercanda untuk hal-hal yang bersifat kepercayaan.

Kembali ke rapat pertemuan paparan project saya lanjutkan dengan menyapa salah satu direksinya yang saya kenal 5 tahun lalu. Pertanyaan dan pernyataan yang bersifat pribadi. Apa kabar anak-anak? Sudah masuk junior high ya yang paling kecil pak? Istri masih bisnis baju muslim dari tanah abang ke? Jawabnya atas pertanyaan saya membuat suasana cair karena merka tahu saya kenal 2 orang founder di Bahrain, kenal 1 direksi di Malaysia. Sehingga suasana pembicaraan menjadi informal dan ini gaya wowiek banget. Saya ngak suka proptocoler, ngak suka seremonial dan ngak suka formil.

Yang selanjutnya saya sedikit cerita tentang peluang bisnis indonesia secara global yang pastinya tujuannya adalah memuat mereka “eager” masuk ke Indonesia yang memang system pembiayaan nya masih sangat tradisional. Mereka bisa bermain dengan sukuk ini. Saya juga memberi informasi bahwa china masuk ke Indonesia tidak minta asset jaminan tetapi proyek saja bisa. Dan masuk dengan EPC plus turn key project. Bagi Indoensia hampir tidak ada resiko government, hanya resiko bisnis biasa.

 Dan kalau proyeknya bagus bisa membiayai balik biaya turn key. Kalau jelek proyeknya, di sita funder china, proyek itu jelek, yang rugi chinanya. Tetapi china tidak perduli, semua proyek di indoensia bagus karena fundamental ekonomi, seperti infrastuktur dan pangan.

Begitu melihat mata mereka berbinar, pupil mata hitamnya membesar, saya tahu ini adalah saat nya saya masuk "menjual diri" buat project saya. eiiit, lewatin proyek ini dulu baru bicara proyek lain.(catatan : awas, jangan dipakai jurus ini buat "nembak" cewek ya) # may peace be upon us