Tampilkan postingan dengan label Kegagalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegagalan. Tampilkan semua postingan
KAPITALISME LAHIR KARENA INDONESIA

KAPITALISME LAHIR KARENA INDONESIA

Sejarah kapitalisme lahir karena Indonesia!! Saya ingat pelajaran dulu sewaktu di kampus. Di hari pertama pelajaran sejarah America 101. Sejarah amerika di kampus saya dulu.
JP Coen adalah pemimpin ekspedisi pelayaran bisnis pertama yang mengunakan saham sebagai pembiayaan ekspedisi timur jauh untuk mendapatkan bijih pala atau nutmeg.
Hingga bertemu (bertempur) di pulau kecil yang dikuasai ingris bernama pulau run di wilayah ternate tidore. Hingga akhirnya terjadi tukar guling atau bahasa terkenal dalam bisnis adalah swap share, Inilah deal pertama pertukaran wilayah pulau run milik ingris di tukar dengan new Amsterdam di amerika.
New Amsterdam di pulau itu kemudian hari di kenal dengan nama barunya hingga sekarang dengan nama New York. Jadi kalau tidak ada pulau Run penghasil bijih pala, maka new york dan new frontier inggris bernama Amerika tidak akan pernah seperti sekarang ini.
Kembali ke kapitalisme modern. Perjalanan Jan Pieterszoon Coen itu memerlukan biaya sangat besar. Karena itu di buatkan lah yang usaha bersama bernama VOC, dutch east indies company milik berbagai pengusaha eropa berbasis di belanda itu. Mengapa multi owner? Karena semakin banyak yang setor saham, semakin kecil resiko yang di tanggung dalam perjalanan yang berbiaya sangat besar tersebut.
Inilah asal muasal awal kapitalisme, yaitu modal bersama, kapitalisasi. VOC adalah perusahaan pertama Listing atau perusahaan pertama di dunia yang menjual stock atau sahamnya agar bisa di miliki banyak pemodal.
VOC juga perusahaan pertama di dunia yang sahamnya di miliki oleh “multi international” owner. Juga di awali dengan 21 tahun pemberian hak kelola “spice” rempah. Karena itu juga VOC adalah perusahaan megakorporasi pertama didunia.
Haknya yang utama, meng-ekpoiltasi rempah nusantara.
VOC menjadi model pertama didunia atas megakorporasi yang merubah dunia bisnis, dunia financial, dunia saham bursa efek, dunia sosio politik ekonomi, military political diplomasi, maritime exploration dan penjajahan ekonomi oleh perusahaan global.
Sengaja saya menuliskan panjang sejarah VOC ini agar bisa mengingatkan dari sejak awalnya indos-nesos ini berdiri, Negara kepulauan terbesar di dunia ini adalah di takdirkan sebagai “global player”. Banyak peristiwa besar yang membuat dunia seperti sekarang ini lahir dan besar karena Indonesia.
Rebutan nutmeg bijih pala yang di jaman itu lebih mahal dari emas karena bisa menyembuhkan “wabah” penyakit yang melanda eropa.
Selang waktu berjalan sejak perang dunia kedua berakhir peran Indonesia ada di emas. Emas majapahit, emas di setiap kerajaan di nusantara, emas walisongo, hingga cadangan emas di tahun 1955 sebagai dasar undangan 50 negara hadir di Indonesia dalam konferensi asia afrika karena Indonesia memiliki tangan di atas atas kekuatan emas tersebut.
China, india, paskistan, mesir, korea utara, cuba semua tokoh revolusioner semua mengharap “dukungan” Indonesia. Bayangkan ada Nehru, gammal abdul Nasser, bhuto, mao, dan tokoh legendaris dunia lainya hadir di bandung, kota kecil dari Negara yang baru 10 tahun merdeka karena apa?!
Sekarang dunia bergeser lagi peta politik dunia dengan adanya Thucydides trap antara china dan amerika. Kita tidak boleh terjebak OBOR china dan permaianan emas amerika. Kita harus bermain cantik di antara dua kekuatan.
Sekedar mengingat, jangan miring ke amerika jangan miring ke china. Saat ini kita miring ke salah satu sisi, kita tidak netral lagi. Kita bisa dilihat menyalahi amanah undang undang sebagai Negara netral, negara bebas aktif, dan tulisan ini hanya mengingatkan. Gunakan lebih dari satu hati dalam mengelola Negara, hati-hati. #Peace
Mardigu Wowiek: KESADARAN BERKEMAMPUAN

Mardigu Wowiek: KESADARAN BERKEMAMPUAN

Kita sekarang membicarakan hal yang sederhana dulu. Kita off dulu bicara politik papan atas. Kembali ke bidang lain yang banyak menjadi pertanyaan teman-teman. Masalah dengan “berfikir benar” doang kok bisa kaya raya.
Berfikir dan bertindak seperti apa yang bisa membuat kaya?
Menjawab pertanyaan seperti ini memang harus rinci menjelaskannya. Juga harus memberi contoh dan pengalaman.
Contoh saja membuat mengerti tapi tak merubah apapun. Concious tetap INCOMPETENCE, tidak berkemampuan.
Maju setahap sih, dari unconscious menjadi conscious, dari belum sadar menjadi sadar.
Tapi ngak ada bedanya. Kerena keduanya tetap Incompetent. Kita nya masih belum berkemampuan.
Menjadi conscious dan competent itu point diskusi saya kali ini. menjadi kompeten, berkemampuan untuk makmur.
Tugas pertama saya adalah bagaimana prosperity conscious ( software kaya) jika ingin di pasang sistemnya? maka permasalahan atau keadaan tersebut di UBAH ke bentuk "object".
Saya harus mampu membuat isi kepala sahabat semua saya pasang “object” nya, ini lebih dari visual.
Ok, agak sulit menerima informasi ini saya tulis bentuk lain dengan contoh.
Seseorang perokok. Baik, saya ini tidak pernah mengatakan bahwa merokok itu buruk, saya selalu bilang merokok itu baik, tetapi tidak merokok itu lebih baik.
Jadi teman perokok tadi ingin berhenti merokok (quit smoking). berbagai cara dia sudah lakukan. Dia sudah gunakan banyak metode tetapi ternyata kalau lagi stress, atau dia lagi cari ide, atau dia sehabis makan selalu harus merokok.
Maka, saya sebagai orang yang diminta untuk menghilangkan kebiasaan merokok harus melakukan “mengubah object”. mengubah data base yang ada di otaknya.
Sekarang object dalam pikirannya adalah merokok itu menyenangkan, nikmat rasanya dan lain sebagainya.
Maka saya mengubahnya dengan memberi “object baru”. Saya duduk di depannya, saya bawa 2 slof rokok favoritnya. 24 bungkus rokok. Saya duduk bersamanya dan setiap batang rokoknya habis saya akan nyalakan lagi rokok berikutnya.
Ketika memasuki 3 bungkus, dada dia mulai sesak, dan apa yang saya lakukan, pakasa terus dia menghisap rokok tersebut, sampai 6 jam, sampai 1 slof habis tanpa jeda. Nangis, pedih, sakit, dada sesak, sebel segala macam rasa masuk bercampur dan saya ngak perduli apa pun pendapatnya tentang saya yangs andis, sontoloyo, kejam ini. sampai dia ngak bisa nafas..entah bungkus rokok keberapa.
Di saat itu berhenti proses “ubah object”nya. disini teman kita tadi sudah punya object baru, merokok itu ngak enak,sesak, bikin sakit dan sangat traumatis malahan rokok itu. Dan diapun berhenti merokok, pasti. disinilah seninya, kepakaran seorang mentor itu disini pertaruhanya. Kalau dia balik merokok, itu mentor abal-abal. Kalau saya ngak akan balik. Saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk ini.
Ketrampilan merubah ”sesuatu menjadi object yang baru” tersebut tekniknya di kenal dengan nama "Progresive Object Experience technique". Sehubungan dengan kemakmuran, semua ada dI MMBC IV- Milionaire mindset Boot Camp di Jogjakarta 3,4,5 November 2017.
Mardigu Wowiek: CARA PANDANG BEDA

Mardigu Wowiek: CARA PANDANG BEDA

Bertemu dengan seorang yang lebih tua, lebih berpengalaman dan lebih sukses adalah sebuah kewajiban bagi saya. Jadi pertemuan selasaan tadi pagi di café favorit kami kedatangan pebisnis 65 tahun yang memiliki perusahaan yang namanya kalau di tuliskan semua orang akan tahu berapa asset dirinya.
Saya buka dengan pertanyaan, what is your dream business sir?
Sebagai seorang yahudi, warga Negara amerika, baru kedua kalinya menginjak kaki keindonesia namun kenal sekali dengan ekonomi asia tenggara dia menjawab , impian saya? saya seperti apa yang Adkerson akan dapatkan dari pemerintah Indonesia!
Kami yang mendengarkan kalimatnya sangat heran. Kita semua tahu Richard adkerson adalah orang nomor satu Freeport, dan dia dapatkan apa? itu pertanyaan kami dalam hati.
Well, do you know why Bloomberg give score 1:0 to Freeport? Dia meneruskan jawabnya dengan pertanyaan. Dia bertanya dalam deal divestasi saham Freeport yang akan di ambil oleh BUMN atau pemerintah Indonesia Bloomberg menyatakan yang score adalah Freeport satu nol oleh gol bunuh diri dari Indonesia.
Pernyataan ini sulit di artikan orang awam, termasuk saya. Dimana saya tahu hanya psikological gesture atau makna tersirat, bahwa angukan mantuk-mantuk setuju Freeport pasti ada maksud yang jauh lebih dahsyat. Dugaan saya geopolitik akan “dimainkan”. Tapi itu teori konspirasi.
Sementara di hadapan kami kali ini, ada seseorang yang memimpin perusahaan yang memiliki bisnis dengan market kapitalisasi sama dengan APBN Indonesia satu tahun, 2000 triliun rupiah atau 150 Billion dolar.
Please explain further sir? Saya meminta penjelasan lagi.
Well, Freeport need new blood for deep mining. Ya kita semua tahu tambang grassberg mulai masuk tambang dalam. Sementara di kaltim pengusaha local masuk tambang dalam seperti berau coal dua kali ambruk tambangnya.
Sulit dan mahal investasinya uyntuk tambang dalam tambang tembaga lagi. Memerlukan hampir 500KM jalanan baru dalam tambang sebagai penunjang infrastruktur penambangan tersebut salah satunya. Di perkirakan perlu 15 billion dolar setoran poemerintah Indonesia dengan dengan return yang panjang lebih dari 10 tahunan bahkan 15 tahun.
Sementara pemerinath Indonesia berminat invest masuk ke Freeport. Apa ngak adkerson seneng banget tuh!!!!
Pemerintah Indonesia berani bisnis di sebuah bisnis yang penuh resiko. Dan baru kali ini di dunia ada Negara masuk kedalam industry beresiko tinggi, mining industry. Luar biasa ngak tuh.
Apa ngak adkerson jingkrak jingkrak. Bisnis tambang sangat sangat tinggi resikonya. Biasanya Negara kalau masuk bisnis itu di bisnis yang “no risk”, bahkan bukan yang “low risk”. Ini masuk ke “high high risk”. Indonesia, berani!! Luar biasa.
Masuknya pakai duit apa Adkerson tidak perduli, mau asset Negara di jual, mau pinjem dari asing, mau pakai dana pensiun, mau pakai dana sekuritisasi asset BUMN, bagi adkerson ya seneng-senang saja. Toh beli di harga premium atas saham freeport lalu masukkan dana lagi untuk investasi tambang dalam dan modal kerja. Total kira-kira pemerintah Indonesia masuk uang 15 billion dolar, atau 200 triliunan rupiah. Dengan return diatas 10-15 tahun.
Saat ini selisih APBN Indonesia di kejar pajak di bulan agustus 2017 hingga akhir tahun masih kurang 360 triliun belum tentu terkejar, apa lagi tambah 200 triliun lagi. Wah adkerson ngak perduli tuh, yang penting bisnis tambang penuh resiko bisa jalan.
Mendengar ceramah seperti begini, saya mules di perut, penat di kepala. Kok beruntung banget itu adkerson, kok begini cara mereka melihat peluang. Kok Indonesia sepertinya salah melulu ya #peace
Mardigu Wowiek: BELAJAR MASAK AIR

Mardigu Wowiek: BELAJAR MASAK AIR

Dalam bisnis hal yang paling penting adalah permodalan. Dan bagaimana membuat modal datang kepada bisnis kita?
Kita mengandaikan diri sekarang. Anda katakana seroang suami pengenten baru, dimana istri anda belum bisa masak. Lalu sang istri berkata, suamiku, bagaimana kalau dapur peralatannnya di lengkapi, juga di berikan dapur yang bagus, ada plus ada oven, ada kompor , ada utensil peralatan yang lengkap untuk masak. Pasti saya akan bisa masak dalam waktu cepat dan enak.
Sekarang menurut anda, kita pakai akal sehat saja untuk menjawab, ketika anda siapkan semua peralatan tersebut apakah sang istri bisa masak sesuai janjinya? Atau tetap tidak bisa masak dan mengandalkan pembantu atau mengandalkan jari-jarinya di depan smartphone nya yang terhubung dengan apps go-food.
Sekarang kita balik, suaminya sekarang berkata, istriku, kamu kalau sudah bisa membuktikan pandai di dapur dan bersemangat, pasti aku akan perbagus dapur dan menyediakan seluruh peralatan dapur.
Pertanyaan, berapa besar “chance” ketika benar istrinya bisa masak , sang suami benar akan menepati janjinya menyediakan peralatan dan merombak dapur agar keren dan lengkap?
Ternyata dalam statistic dari dua kasus diatas, ketika suaminya menuruti pesan istrinya dimana dapur lengkap dia akan bisa masak peluangnya sang istri bisa masak setelah dapur lengkap hanya 20% alias dari 5 istri yang di perlakukan seperti ini, hanya 1 yang bisa masak.
Namun disisi wanita membuktikan kemampuannya, dari 5 suami, 3 orang atau 60% memenuhi janjinya, memperindah dan memperlengkap dapur.
Mengapa demikian?
Secara psikologi pasti sudah bisa di tebak. Kita bahas khusus psikologi ini di tempat lain ya, agak panjang masalah ini di jelaskan karena harus mengunakan kisah pembuktian ekperimental .
Adapun tujuan tulisan kali ini adalah tentang mendapatkan modal bisnis.
Dalam proyek yang masih green field. Belum jalan, masih konsep, masih ide, belum komersial, atau kalaupun sudah jalan masih “skala lab”.
Maka modal akan sulit datang. Karena pemodal atau funder kalau tidak melihat asset kita, mereka melihat “revenue” atau turn over atau penjualan.
Jadi cara termudah mendapatkan modal sekali lagi, laklukan seperti sang istri yang dapur jelek, seadaanya tetap berusaha masak. Karena semakin sering kita masak, maka hukum “ala bisa karena biasa” tercipta.
Sementara green field company yang belum jalan sulit mendapatkan modal karena seperti kenyataan dapur yang lengkap, tetap saja tidak bisa masak. Bisnis yang serba lengkap, belum tentu jalan. Lebih baik, seadanya jalan, walau terseok, walau masak air gosong, tetap lebih baik. #peace

Tidak Penting Bagaimana Anda Di Lahirkan, Tapi Lebih Penting Bagaimana Anda Bertumbuh

Bagi saya bisnis adalah dunia yang volatile bergerak naik turun dengan ektrim. Sulit di tebak dan penuh ketidak pastian. Itu adalah dunia entrepreneur. Inilah yang membuat saya heran kenapa orang kok menyarankan untuk memilih memasuki dunia uncertain kewirausahaan.

Coba tunjukan kesaya di mana kepastian dalam berbisnis bahwa anda nanti pasti kaya atau sukses? Berbeda dengan professional atau pegawai, baik itu pegawai negeri ataupun swasta. Tiap akhir bulan pasti di bayar gajihnya. Pasti dapat uang. Berapa pun itu. Inilah yang membuat banyak orang tua tetap menginginkan anaknya, bekerja. Dan bagi saya itu benar. Pasti-pasti saja menjalani hidup.

Paragraph awal ini sahabat bisa membaca apa mungkin yang terjadi dalam diri saya. apakah seorang wowiek lagi galau? Apakah wowiek lagi pesimis dengan dunia bisnis? Atau dia lagi di tawari jabatan yang sangat baik posisinya yang memaksa dia keluar dari dunia kewirausahaan dan masuk kedunia birokrasi eksekutif?


Kalau kesemuanya itu ternyata ada benarnya, apa yang saya harus lakukan kemudian? Main dua kaki? Atau meninggalkan salah satunya dan focus ke satu hal saja, mana yang seorang wowiek pilih?

Sebagai orang yang hobby dengan statistic dan enthusias dalam bidang psikologi social, saya beberapa saat yang lalu melakukan diskusi dengan beberapa sahabat. Pertama saya menjumpai sahabat yang pernah di dunia aviasi yang kemudian sekarang berada sebagai chairman salah satu peritail ecommerse yang besar.

Sebagai professional dia pernah memebuat perusahaan yang dipimpinya mepunya revenue 30 triliun prtahun dari perusahan merugi menjadi sangat menguntungkan. Dia merubah image perusahaan, megutamakan keselamatan dan mempercepat proses distribusi barang. Sangat revolusioner dan sangat destructive.

Masuk dunia birokrasi eksekutif sangat tergantung ownernya mas wowiek. Demikia dia memulai sharingnya. Kalau BUMN, pedang mu tidak pernah tajam. Gerakankan tarianmu ngak pernah lepas, dam tuan mu banyak. Ke bawah kamu tidak bisa asal tebas, walau salah dan lemah subordinate mu. Kamu bisa di demo, di kritik di media, di black mail.

Melakukan ide brilian kamu bisa di tanya DPR, dan pejabat terkait dalam departemen atasanmu. Dan mereka bukan orang faham bisnis. Mereka melihat selalu dari apa untung rugi buat diri mereka dan untuk kelompok mereka dari sebuah tindakan manuver bisnis kamu tersebut. Begitu tidak sesuai, mereka bilang atas nama rakyat indoensia yang mempercayai tugas itu di pundak mereka, kamu pesakitan.

Tapi, disisi lain, mereka minta kamu tetap melayani mereka. Kedatangan mereka tetap meminta di “layani”, ini yang membuat posisi kamu banyak “tuan” bahkan banyak nyonya, istri pejabat yang ikut minta dilayani. Ini melelahkan, ini makan ati mas.

Belum lagi laporan, waduh, 4 kali lipat dari sector swasta. Dan focus membaca laporan adalah mencari salah atau kesalahan yang akan di persalahkan. Bukan mencari masalah dan diselesaikan. Sementara, bagi manusia , salah itu manusiawi. Masalah itu diperbaiki. Itu dinamika biasa. Tapi kesalahan yang di persalahkan, menimbulkan masalah di atas masalah. Dan itu atasan senang, karena seakan mereka kerja.

Coba lihat pansus-pansus yang di bangun dan di proyekan, itu mencari apa? masalah yang akan di permasalahkan, dan bukan solusi. Kalau di tanya solusi, paling bilang : ganti! atau Hukum!. Itu saja. Bukan penyelesaian taktikal apa lagi strategikal.

Bayangkan mas, bekerja dengan minimum 3 mindset berbeda yang memonitor anda! Dia menghela nafas sebentar karena kecepatan dan terlalu bersemangat bercerita.

Lalu mas? Saya jadi antusias

Lalu, paling top 2 masa jabatan memimpin kurang lebih 10 tahun. Lalu sampailah di ujung karier di tempat tersebut yang penuh intrik dan friksi. Kalau kamu tahan loh!..usia misalnya 52 tahun. Kamu mendadak tidak berkantor di pagi hari. Kamu mendadak tidak di sapa dan diskusi atau meeting yang rutin kamu pimpin. Kamu mendadak tidak mendapat telfon atas kejadian hari itu. Diakhir bulan tidak ada sejumput cash masuk kerekening mu.

Memang besar depositomu, memang mapan tempat tinggal dan sarana tranportasimu. Tapi mendadak tidak punya kedaulatan kecuali rumah dan wilayah pribadi. Mendadak self esteem mu terguncang. Bertemu teman saja sungkan mas. Bisakah mas wowiek membayangkan posisi tersebut?

Saya manggut-manggut saja. Saya menunduk dan bisa memvisualkan.

Kalau di perusahaan swasta besar? Milik korprasi besar? Saya bertanya? Sahabat saya sang pakar manajemen aviasi barusan memonyongkan bibirnya sambil mendongak kekanan mengarahkan moyong bibirnya dan gerak wajahnya menunjuk ke sahabat satu kami satu lagi. Itu domain dia tuh. 

Sahabat saya ini pernah di HM sampurna, lalu lanjut ke posisi perusahaan jasa keuangan terbesar di dunia sebagai country head yang memilik jaringan di seluruh dunia, lalu menjadi pemain kunci dalam jajaran petinggi perusahan komunikasi di bilangan Negara asean, dan sekarang di jajaran tinggi di dunia keuangan sebuah perusahaan multinasional yang berkantor pusat di timur tengah..

Podo ae mas, ngak enake! Sama saja kalau di cari dan dilihat dari sisi treat atau negatifnya. Dia memulai sharingnya.

Iya mas, memang utu yang saya butuh. Kalau saya bisa menerima sisi buruk atau sisi berat negatifnya, maka yang positifnya pasti bisa saya terima, bener khan?

Iyo..jawabnya singkat.

Didunia korporasi swasta, tuan kita sedikit, pedang kita bisa tajam, gerak kita leluasa. Yang harus di pilih adalah, sang master. Tuan kita. Kalau dia buas, kreatif, out of the box, no rule, jago manipulasi, berani maneuver politik, networknya luas, modal kuenceng, Waduh, itu surga dunia mas.

Lincah sampeyan mas.

Bagaimana kita bisa di habitat seperti itu mas? Saya bertanya

Nah, sampeyan harus interview atasan langsung . katakana mas di tawari posisi puncak, maka share holder dan founder utama mas harus sempat bicara. Sedot datanya, baca gesture nya, lihat kebiasaannya. Karena bisa saja dia hanya pakai kita beberapa tahun terus di buang untuk invetasi lebih murah.

Tanya mantan personil sebelum sampeyan mas, lalu tanya bawahan langsung mereka juga. 360 derajat observasi. Satu saja ada feeling ngak kretek , jangan di jalani mas. Itu potensi confliknya. Itu potensi ketidaknyamanan jangka panjangnya.

Saya kembali manggut-manggut. Singkat cerita dua orang sahabat saya tadi masih saya gali , masih saya “probing dan digging” terus dari berbagai sudut. Sampai saya puas, dan singkat cerita pada suatu saat kemudian saya berjumpa dua sahabat lainya lagi.

Kali ini dua orang CEO merangkap salah satu owner pemegang saham dari 2 perusahaan tambang besar. Ini pengusaha murni, entrepenuer poll!., mentok. Sayapun cerita apa seperti cerita tulisan diawal. Dimana saya mendapat dua hal yangbenar-benar setali tiga uang, sama peluang sama besar, sama sulit, sama menantang. Selesai saya cerita overview, terdengar ketawa kecil dari keduanya,.huahahahaha. sambil meletakan gelas di meja dan yang satu ngetok-ngetok meja, masih tertawa, walau kecil tapi panjaang. Jiaaaah, kenapa nih berdua!! . Maaf kita sambung besok ya # may peace be upon us

Jangan Pernah Gagal Menggagalkan Kegagalan Karena Itu Adalah Arti Keberhasilan

Dibulan November sebuah undangan mampir di WA, BBM, email, inbox, notofikasi dari sahabat lama saya. 1 undangan, di ingatkan 5 kali di tambah 2 kali telefon langsung. Ini serius. Dia ulang tahun. Itu biasa, perkenalan 20 tahun lebih saya hanya miss tidak hadir beberapa kali saja. 

Namun kali ini ada bedanya, sangat berbeda. Itu setidaknya kalimat invitation yang menarik. Sebuah janji bahwa pesta nanti baru. Ada sesuatu yang mengejutkan.


Undangan terbatas. Sangat terbatas dan pilihan. Demikian dia mempromosikan sehingga saya jauh-jauh hari memberi nota di tanggalan di kalender jadwal janji. 2 sekertaris saya pun saya ingatkan untuk mengingatkan saya yang pelupa ini.

Alamat party? Dihotel dan gedung miliknya. Dimanakah itu? Kalau di bundaran patung selamat datang atau patung HI ada 4 hotel, 2 hotel tersebut milik nya, satu milik kakaknya, sebagian saham, dan satu gedung dan hotel adalah miliknya. Disana di lantai 5, seluruh lantai di ubahnya menjadi tempatnya private party. Acara mulai jam 16.00 dan open..till you drop!

Karena di wanti-wanti berkali-kali ya saya merubah 2 pertemuan meeting yang seharusnya di temoat lain saya ubah jadi di hotel itu saja, jam 2 dan jam 3 ada bertemu mitra kerja. Jadi tidak masalah dengan kemacetan Jakarta yang tidak tertebak.

Waktu menunjukan pukul 16.00 an , saya masih di lobby sudut mata saya tidak mungkin bisa tidak melirik warna-warna blink blink dari mobil ceper warna warni yang menurunkan pengendaranya dan parkir di barisan depan sisi lobby hotel yang memang sudah disediakan khusus.

Tidak mungkin tidak memperhatikan siapa yang hadir melewati lobby menuju lift lantai 5. Dan seketika mitra saya berpamit sayapun menuju lantai 5.

Pintu lift terbuka, sahabat saya langsung menyapa dan kami saling salaman, saya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun, saling berpelukan. Kemudian sambil tersenyum sumringah tangan nya menunjuk sebuah meja resepsi, di sudut meja bar. Dimana saya di ajaknya kesana. 5 wanita ayu menyapa dan mencontreng nama saya dalam list daftar hadir.

Mata saya menyapu ke kiri dimana tumpukan makanan ringan dan gelas berisi minuman warna warni tersedia. Mata kearah kanan sebuah ruangan di set up indah, dan dapat dengan jelas melihat pemandangan sekitar dengan sunset matahari cantik menunggu terbenam. Keren, exotic dan romatic suasana dekornya. Di sisi kiri jauh mata memandang, gerakan beberapa orang sedang menikmati suara ajeb-ajeb dari dj dengan suasana intimate keremangan, berlawanan dengan sisi kanan yang romantic. Dalam hati, eehmm..tinggal pilih sesuai selera lokasi duduk nya rupanya.

Bapak pakai gelang yang mana? Suara lembut menanyakan kesaya. Saya ngak faham. Maksudnya mbak? Saya melirik ke sahabat saya yang terseyum dan menepuk pundak saya, you are on your own,,gw tunggu di dalam ya, sambil berkata dan berjalan meninggalkan saya , dia masuk kearah kiri.
Ini apa mbak? Saya bertanya yang di jawab dengan cekikikan kecil genit beberapa gadis escort di depan saya. ini apa arti warna gelangnya mbak?..diahadapan saya ada tumpukan yang katanya gelang berwarna dengan 4 macam pilihan.

Seorang gadis yang paling dekat saya berkata, ini yang warna biru artinya “taken but available”ada yang punya tapi tersedia, ini yang warna merah artinya “taken” sudah ada yang punya. Yang hijau artinya “looking” mencari, dan yang kuning artinya “single”. Dia menjelaskan sambil tersenyum, bapak mau yang “biru” apa yang “hijau”?

Saya agak terkejut, ini baru pertama kali terjadi dalam kehidupan saya yang sederhana ini. Saya pun menjawab, eehhmm, yang merah aja mbak. Yang tidak di jawab tetapi dengan celetukan, nanti berubah..sudah mantep nih pak?

Wah, dalam hati saya berkata, malah di ceng in begini saya. haiya..ngak mbak, merah! Saya bersikeras dan sebuah ikatan gelang warna merah langsung melekat di tangan kiri saya. dan saya pun jalan menuju ke arah kiri sesuai dengan gerakan sang birthday boy,

Dia menunggu saya di ujung kursi bar yang tinggi dan disediakan satu yang kosong di depannya. Tangannya menyun kea rah saya menungdang nya mendekatinya, dan tangannya menepuk banku stall bar, menandakan dia meminta saya duduk di kursi tersebut. Saya pun mengikuti dan bertanya, party apa ini brader?

Dia tidak menjawab tetapi berkata, pak wowiek siapin jus jeruk fresh hangat!, katanya pada pramusaji yang cantik yang di hadapan kami menawari, red wine atau sampanye pak? Dengan menyodorkan barisan gelas di nampan di tanganya yang ada beberapa gelas, yang satu berwaran merah, yang satu berwarna kuning emas. Namun saya hanya menggeleng. Yang kemudian di jawab oleh birthday boy yang sudah kenal dengan kebiasaan saya di bar, fresh jus orange hangat.

Kamu tahu saya single khan? Yang saya jawab dengan anggukan. Juga beberapa teman juga banyak berstatus single, entah duda, entah single telat nikah, juga banyak lainnya. Gw pengen buat social gathering dimana gw hanya undang 75 teman lama gw, old buddys, da nada sekitar 120 an undang cewe. Status?!!...mereka tentukan sendiri di resepsionis di depan. Sambil dia menunjukan gelangnya yang berwarna “hijau”. So..you wat ch your step bro,,,like I told you before, you are on your own!

Saya manggut-manggut, interserting! Match maker event, oke deh. Pembicaraan kami diskusi banyak hal selanjutnya namun mata saya sekali lagi tidak bisa memungkiri apa yang saya lihat, ada model, ada artis juniar, ada banyak orang yang kira-kira berkata, what so called, beautiful girls hadir di sana, masuk satu persatu menngucap selamat, menyalami, cipika cipiki birthday boy. Di gelang mereka, hijau, kuning, biru.!..

Saya berdiri karena tak lama saya pun di tinggal karena tuan rumah sibuk melayani tamu yang mulai berdatangan , waktu menunjukan pukul 18.00 an. Hey man!, mata loe itu bening amat!, lagi cuci mata ya! Hahaha..suara yang sangat familiar menyapa saya. sahabat saya yang berwajah mirip andy Garcia yang main di film godfather berdiri di hadapan saya. seorang pebinis nickel, perusahaan nickelnya no 3 terbesar di tanah air. Seorang self made milioner, dengan setelan jas rapih seperti keseharian nya , dia terlihat gagah. Dan tanpa komando kami saling lirik gelang apa yang kami kenakan, ternyata, sama, merah! Yang simbut ketaa kecil berdua. Man, kayaknya kita geser ruangan deh. This not us, I guess?! Katanya menebak nebak sisi pembenaran saya. saya saya ngguk, iya nih..geser yuk!

Kami pun beranjak pindah. Saya berjalan sambil membawa gelas orange jus saya yang sudah tidak hangat lagi, menuju keruang kanan. Kayaknya lebih mewakili sisi kami berdua, more peaceful place. Dan setibanya di ruang yang menjadi sangat romantic mood kami pun serasa bergeser menjadi lebih mellow lebih melankoli. Saya kagum melihat sisi luar gedung sudirman thamrin yangterlihat dekat dan suasananya seperti kota shanghai di waktu malam. Iya, karena kehadiran ras campuran tamu hadir, mulai dari pribumi melayu, turunan arab, turunan chinesse, indo, pebisnis kakap semua hadir di malam itu.

Ayunan tangan di sudut ruang membuat kami berdua mendekatinya. Siapa lagi kalau bukan pemilik tambang batubara, salah satu yang terbesar di Kalimantan selatan. Perusahaan berinisial A dan sang dirut dan pemilik ini yang memanggil kami. Kemana aja? Itu sapaan awalnya yang setelah kami ingat-ingat sudah 1 tahun kami tidak jumpa.

Dua sahabat saya di hadapan saya adalah sahabat saya pebisnis murni, entrepenuer handal, pewirausaha sejati. Kami saling tatap dan saling pamer, gelang merah! Dan kami tertawa , menertawakan sisi yang sulit di urai dengan tulisan. Walau di buka dengan kalimat, man, did you see the girls? ..ya kami tanpa janjian semua mengangguk!, hell pretty , di jawab andy Garcia dengan lugas. Bener, semuanya , gile nih birthday boy!! Very tempted! Di jawab mister B pemilk tambang A.

So.,..kita harus break nih otak, what news mas bro wowiek. Inilah kalimat yang membuat saya menceritakan kasus seperti dalam tulisan kemarin yang membuat mereka tertawa kecil berkepanjangan. Ok, ok…loe ada-ada aja masalah beginian di tanyaain ke kita mister B menjawab. Tapi gapapa juga, dari pada pikiran kita macem-macem ini lebih sehat khan, dia melanjutkan.
Begini deh. Lanjutnya kemudian, Jawab pertanyaan saya? who create job? Government? Atau entrepreneur?

Pertanyaan tersebut tidak saya jawab karena dia langsung cerita, ada seroang pria, memeiliki ide, kemudian dia memutuskan membuka bisnis. Dia jualan pecel lele. Ternyata meningkat dan dia perlu bantuan. Apa yang dia buka?

lowongan kerjaan, saya jawab

Benar, dia membuka lowongan kerja, lalu dari gajih dan pendapatan usaha itulah dia membayar pajak kepemerintah. Itulah membuat roda pemerintahan berjalan. Comprende!

Atau sisi lain. Katakan kita yang berada di acara ini mau buat Negara. Maka apa yang dilakukan oleh kita pertama kali. Kita saling bertanya, apa yang kalian bisa atau punyai. Satu bilang saya punya ayam 30, saya bisa punya telor 20 an tiap hari. Yang stai bilang sya pe,buat pacul, yang lain bilang sya punya sapi, yang lain bilang saya bisa menyembuhkan penyakit, yang lain lagi bilang saya bisa mengajar membaca . begitu seterusnya.

,aka . ketika seornag ibu yang bisa menyembuhkan penyakit perlu 6 telor untuk keluarganya dimana anak peternak tadi sakit terjadilah apa?
Transaksi. Saya jawab.
Itulah kehidupan. Suatu saat ada preman datang, minta susu sapi. Dan dia memaksa pemilik sapi, yang tidak mau memberikan karena tidak ada timbal balik. Mala timbul masalah. Ada pencurian di tempat lain, dari desa lain. Maka disinilah lahir yang namanya government, pemerintahan.

Harus ada yang mengatur. Lalu warga Negara kita memilih siapa yang mengatur. Maka secara demokratis di pilih siapa yan paling di percaya. Untuk mengatur Negara. Mengatur masyarakat. Jadi Negara hadir belakangan. Wilayah dulu, penduduk dulu, baru aturan di butuhkan dan law enfroment bisa di tegakkan.

Ingat mas wowiek, bukan sebaliknya. Jadi, Negara tidak menciptakan pekerjaan, pengusaha yang membuat!. Saya masih belum dong, mungkin karena ceritanya kejauhan, atau mata saya yang terus di hiasi keindahan ciptaan Ilalhi yang lalu lalang membagi senyumnya. Saya pun bertanya, masih belum faham dengan hubungan dengan masalah saya bro. nah, ini gw baru mau masuk ketopiknya…maaf sahabat bersambung lagi besok ya. # may peace be opun us

Tidak Ada Manusia Yang Terlahir Langsung Jadi Orang Besar. Orang Besar Lahir Pada Saat Yang Lain Tidur

B jeda sebentar dalam monolognya dengan berdiri dan menghentikan seorang pramusaji cantik yang membawa infuse water segar. Seakan dalam balapan, mas andy gracia ngak sabar ingin bicara rupanya dan dia yang sekarang bicara.

Begini wiek, menurut kamu siapa orang yang paling kaya yang kamu kenal? Apakah dia seroang yang “having a job”? Atau seorang “entrepreneur”?


Seketika pikiran saya mulai bekerja, ekspresi wajah saya yang mendadak stabil dan bola mata meliril ke atas, tanda sama mulai mengingat-ingat siapa ya orang yang paling kaya yang saya kenal? Apakah mereka punya pekerjaan atau mereka pengusaha?

Belum panjang saya berfikir, kalimat lanjutan mas andy Garcia berkata, lupain bill gate, lupain jack welsh . ngak masuk itungan karena harus “someone you touch”. Kamu kenal “personally”. Kamu tahu secara pribadi dan kamu akrab mengenalnya. Coba perhatikan, apakah dia punya pekerjaan atau pewirausaha?

Loe berdua? Saya mencoba meng cornerkan menyeleksi data orang yang saya kenal dan kaya.

Bukan, gw masih ada hutang bisnis. Kata B yang di timpali mas andy Garcia sama mengangguk menyetujui. Coba lu cari-cari lagi di data base lu. Mr IR?! Dia ngak punya utang tuh, kata saya menunjukan dengan gerakan wajah kepada satu gentlement yang baru masuk dan sedang berbicara dengan seorang petinggi di kabinet pemerintahan presiden Jokowi saat ini yang kebtulan berdiri berdua di depan kaca ruang party di lantai 5 ini.

Kami bertiga memalingkan muka kepada IR dan mas B dan mas andy Garcia setuju, nah..bener kalau dia kata mereka. Itu baru orangtaipan. Bener tuh IR. Ciri orang ultra kaya salah satunya adalah ngak bisa menghiutung berapa jumlah uang nya saat ini. Kalau kamu masih bisa menghitung berapa jumlah hartamu dan dari mana saja materi kamu dapat. Itu artinya kamu belum ultra kaya, belum taipan. Masih sekedar punya materi, punya uang.

Kepala saya pun terbayang perjalanan terakhir saya dengan IR ke bali, yang menghadiri undangan mas andy Garcia yang membuka sebuah resort 8 bulan lalu. Saya nebeng dari halim dengan IR dan keluarga yang saya kenal 25 tahun yang lalu, bahkan istrinya pun saya yang mengenalkannya. Menurut saya hubungan kami sangat dekat.

Nebeng pesawat pribadinya global 7000 teranyar. Saya yang kikuk selama perjalan lebih banyak diam melonggo dan rupanya di manfaatkan mas IR mendongeng apa yang dilakukan beberapa bulan terakhir (saat itu) dan apa yang di cita-citakannya beberapa tahun kedepan. Dia inginmembuat perpustakaan gratis kelas internasional disetiap ibukota provinsi, salah satu impiannya.

Lamunan saya terpotong mas andy Garcia yang menajutkan pembicaraan, sudah bandingkan lain lagi? Yang punya gawean ada ngak yang kamu kenal yang sangat mapan? Yang mungkin sudah di level international corporate dan sudah dapat “director cut”.

Sebagai catatan, director cut adalah seorang profesional yang mendapatkan opsi saham atau stock option dari perusahaan, dapat pembagian keuntungan perusahaan dan fasilitas lainnya. Diluar salary yang pertahun nya . dan bahkan terkadang penghasilan pertahun dan bonus itu bisa mendekati 10% keuntungan perusahaan dan bagi korporasi besar nilai itu bisa 10-50 juta dollar bahkan lebih salary cap dari CEO tersebut.

Seperti CEO yahoo yang cantik, atau ceo apple , tapi saya ngak kela, bukan orang yang saya “touch”.
Saya pun menggelengkan kepala. Kayaknya orang yang terkaya yang saya kenal adalah pengusaha bro. jawab saya kemudian setelah otak saya membandingkan dengan banyak sahabat para profesianal lainnya.

Ok, kesimpulan seorang wowiek mau jadi eksekutif perusahaan super besar yang dia ngak cerita di tawari BUMN atau international corporation atau tetap di entrepreneur?, kata mas andy Garcia kepada saya.

Atau Entreprenurnya jadi owner murni, dan cari professional yang “run”, lanjut mas andy Garcia.
Apa kamu coba telaah dalam diri, lanjut mas B, L bener tuh!,(L adalah nama asli mas andy Garcia) apakah kamu punya mental professional.

Professional adalah seseorang yang bermental memberi. Seorang pengabdi pada profesi yang taat dan pengabdi pada kehidupan yang luas.

Pengabdian professional adalah orang yang memberikan 2 hal. Karyanya tanpa pamrih dan hatinya tanpa batas. Kalau hatimu sempit jangan coba-coba jadi orang yang mengabdi. Dan jangan juga berfikir bahwa dengan hati sempit saat ini nanti akan meluas dan lapang dengan belajar kesabaran. Kamu bunuh diri namanya mas wowiek.

Tak akan merubah hatimu jadi luas. Berhadapan dengan parlemen wakil rakyat yang saat ini yang kalau bicara asal nyablak karena ngak faham bisnis yang selalu di dinamis. Mereka banya yang bukan negarawan, tapi wakil egonya sendiri, kamu bisa sakit hatimu. Karena penuh dengan kamarahan tertahan. Karena sempitnya hatimu. Kalau hatimu seluas samudra kamu masih ada tempat buat berkarya walau kamu di hujat, dimaki, dikritik.

Bener, kalau kamu punya hati sempit, sesak dada kamu. Stress kamu, meledak otak kamu.
Disisi lain, Kalau entrepreneur adalah seroang matre murni. Profit oriented. Goal getter, pengejar prestasi. Agak brutal dan tough di meja perundingan. Menekan di ruang direksi, demanding sangat menuntut pada karyawan. Semua orang di bawah pengusaha pasti tertekan.

Namun ada juga pengusaha yang memperhatikan subordinatenya, ngak asshole-asshole banget. Juga ada juga entrepreneur yang berhati memberi, yang biasa di sebut philanthropy. Namun cara mereka mendapatkan uang dulunya, jangan di tanya deh!

Sekarang saran saya, kata mas B menjutkan lagi. Kalau kamu mau kearah pengabdian kepada bangsa maka cari professional dibawah kamu di organisasi usaha kamu. Professional yang telah memberikan karyanya pada kamu sebagai entrepreneur dan kamu sebaliknya, berikan apa yang mereka telah mereka kontribusikan kepada kamu, yang telahmembantu kamu mencapai impian kamu, sama. Fasilitas kesehatan, perlindungan hari tua, sarana kantor dan tempat tinggal yang layak, itu terutama pada white collar worker mu.

Kalau blue collar worker, beri ilmu kepada mereka. Agar menjadi amunisi mereka di kemudian hari.
Jadi sekali lagi, pilih mana? Geser atau tetap. Pendapat gw bro..luh itu binatang ekonomi, sebaiknya stay di entrepreneur. Mas B berkata sambil menyetop pramusaji yang sudah dua kali lewat. Ngak ngerti alasanya kenapa mas B menyetop dan mengambil sepotong tapaz dan menengggak infuse water atau karena parusaji tadi cantik banget.

Saya jadi memperhatikan bahwa diapun mengenakan gelang, warna kuning! Dan saya perhatikan ternyata semua pramusaji juga pakai gelang, merah, hijau, kuning seperti para undangan. Eeehmmm acara ini cukup menarik dan kepala liar saya muncul.

Sebentar brader, gw mau keliling , kata saya kepada dua sahabat saya. gw mau hunting dulu ! yang di sambut dengan celetukan, naaah tergoda juga nih mas wowiek ya hahaha!.

Saya pun berjalan mendekati seroang pramusaji yang bergelang kuning dan saya tanya, mbak, maaf saya mau nanya kalau kamu mau cari pasangan hidup kamu memilih seorang pengusaha apa seorang karyawan? Itulah pertanyaan saya kepada setiap yang hadir yang wanita tentunya. Baik yang bergelang single, taken, available, looking saya tidak perduli.

Tindakan saya menanyakan tersebut cukup menarik banyak sahabat lainnya yang bertanya, loe flittering ngerayu banyak cewe bro? setiap kelompok lu datengin, dan cewek-cewek itu pada ngakak-ngakak, lu jago juga ya? Sahabat lain yang rupanya memperhatikan saya selama lebih 1 jam kesana kemari hingga jam 8 saya lembali keruangan dimana mas B dan mas andy Garcia duduk dan sekarang sudah bertamabh menjadi 6 orang ber7 dengan saya.

Celetukan mereka, bagaimana sudah puas fliterring? Ngapin tadi? Hampir bersamaan mereka berenam bertanya dengan wajah ingin tahu

Saya menjawab diplomatis, ada waktu 5 menit gw jelasin?..the floor is your bro, kata E adik mas B. yang saya lanjutkan , gw ini penggila statistic dan pengila social psikologi seperti jaman di kampus dulu.

Iya kita tahu..jawab KM yang memang satu kampus dengan saya dulu, dia junior dan beda bidang. Saya lanjutkan, ada sebuah statistic yang dalam pengambil keputusan itu perlu pendapat orang lain. Rumus pertama “jangan tanya ekspert” lebih baik tanyabanyak orang atau biasa disebut “wisdom of the crowd” teorinya.

Atau kalau kita nonton “who want to be amillionaire” maka kalau kontestan ngak tau jawaban maka ada 2 fasilitas yang namanya “call a friend” atau “ ask the audience” dan secara statitik call a friend menghasilkan 62% jawaban tepat. sementara ask the audience menghasilkan 84% jawaban tepat di seluruh statistic di acara tersebut.

Teori wisdom of crowd ini muncul setelah seorang professor psikologi social melakukan survey terhadap banyak marine dan pelaut yang mengenal wilayah laut pacific dimana saat itu di tahun 1968 ada sebuah kapal selam USS scorpion hilang dilaut pacific. Pertanyaanya adalah dimana kapal tersebut hilang, karena sudah lebih 2 tahun di cari tidak ketemu.

Pertanyaan kepada kebih dari 500 orang tersebut menumukan sebuah kordinat dari pendapat rata-rata. Yang ternyata 20 tahun kemudian ketika di ketemukan jaraknya hanya 182 meter dari titik tebakan “wisdom of crowd” tadi.

Lalu saya cerita lagi karena terlihat mereka antusias wajahnya, jaman kampus dulu kita pernah buat ekspremen. Kita taruh dalam jar, jelly beans. Permen jelly yang kayak bentuk kacang warna warni.
Kita masukan dengan jumalah 1812 permen jelly dan kita minta setiap yang lewat menebak isinya berapa. Ketika 10 orang sudah menebak maka jumlah rata-rata adalah angka 1322. Masih jauh dari angka daalm jar.

Lalu kita teruskan hingga 150 orang menebaknya, mulai dari menbak angka 250 an, hingga 5515. Maka ketika di average ternyata angkanya mendekati yaitu 1745 biji. Ketika di teruskan hingga 250 orang angka rata-rata tebakan mereka 1802 alias hanya selisih 10 dari jumalh tepatnya.

Teori “wisdom of the crowd” ini yang saya iseng-iseng pakai untuk menjawab apakah yang menjadi likeabilitas atau kesukaan orang dalam pilihan “pengabdian atau binatang ekonomi”. Dan di kantong gw sudah dapat data tersebut, masih mentah dan rasanya sudah kebayang. Jadi saya sudahbulat apa yang menjadi keputusan saya. # may peace be upon us always, happy new success year 2016.

Tersering Tuhan Meletakan Kebenaran Di Tempat Yang Kita Tidak Sukai

Menjelang datang pergantian tahun, saya yakin banyak sahabat yang membuat resolusi Tahun Baru. Bahkan efek dari sosmed seakan mengharuskan kita mempunya resolusi agar tidak dikatakan ngak up to date.

Bunyi resolusinya pasti pada hebat-hebat. Ada yang pengin berhenti menjadi karyawan dan beralih kuadran menjadi entrepreneur. Ada yang ingin mencapai kebebasan finansial. Yang ambisius pengin mendirikan 5 startups sekaligus. Ada yang ingin menulis buku. Yang jomblo pengin mendapatkan pacar. Yang sudah punya pacar pengin menikah. 

Yang gendut pengin mengurangi drastis berat badan. Ada yang pengen mengurangi kebiasaan keluar malam, ada yang ingin ganti kerja, ada yang ingin jalan-jalan, ada yang kepengen bergabung pada Gym fitness center, dan lain sebagainya.

Sekali lagi saya yakin para sahabat semua memiliki resolusi atau cita-cita di tahun 2016 mau apa. Pengin punya mobil. Pengin punya rumah. Pengin karir melejit. Pengin mengambil doktor. Pengin punya perusahaan sendiri. Resolusi-resolusi itu hebat-hebat sehingga menjadi penyemangat yang luar biasa bagi saya atau kita semua untuk terus maju di tahun yang baru.

Banyak lagi resolusi di tulis di diskusikan di angankan. Salah kah itu? Bagi orang seperti saya, saya adalah pemimpi, resolusi adalah bagian dari impian jadi ya sah-sah saja.

Adakah efeknya? Nah ini persoalan lain lagi.

Dalam riset yang dilakukan Richard Wiseman pada tahun 2007 menemukan bahwa 88% dari mereka yang memiliki resolusi Tahun Baru gagal mewujudkannya di tahun resolusinya.

Nah ini kenapa? Kok bisa tidak terwujud? Padahal membuat masterplan diri itu benar.

Coba sekarang kita bedah satu-satu. Coba perhatikan resolusi tahun lalu, atau beberapa tahun yang lalu. Berapa yang terealisasi? Bagaimana di tahun ini, ingin lebih tinggi lagi kah sukses rate nya?
Baik, izinkan saya urun rembug dalam hal resolusi tersebut. Dalam beberapa tulisan yang lalu saya pernah membuat tulisan bagaimana “memprogram diri” dengan teknik yang di singkat F.I.R.S.T. Dalam tulisan tersebut saya baru menjelaskan sedikit yaitu fungsi F & T.

Nah dalam hal menuliskan resolusi tahunini agar bisa menjadi kenyataan, atau sukses ratenya lebih tinggi, sama caranya. Juga menggunakan teknik ini. Setelah melakukan F maka kita akan melakuakan I, atau induksi.

Induksi adalah pengaruh atau rasa atau intensitas. Begini penjelasan sederhananya. Katakan kita memutuskan ingin menurunkan berat badan, mengurangi lemak pada tubuh dan membentuk “curve” pada tubuh. Seksi itu pada lekukan tubuh. Itu adalah “common sense” semua manusia bahwa lekukan itu sensual. Itu sudah menjadi dasar platform manusia, sudah ada dari sononya.

Dan tahun ini anda ingin mencapai ketiganya, berat badan turun, kadar kemak turun agar otot tidak menggelambir, dan seksi.

I atau intensitas tadi seberapa anda marah dan ingin mencapainya segera?!

Maka mulailah mempengaruhi seluruh perasaan anda para sahabat. Semakin anda marah dengan keadaan sekarang semakin anda emosi, semakin anda ngak tahan itulah pengaruh yang akan memberikan impact pada resolusi anda tadi.

Berikan I pada F yang sudah di tulis pada resolusi tersebut. Ok, ada baiknya saya sedikit berilustasi dari sebuah kisah nyata ini.

Saya memiliki sahabat, setelah lama menikah dia belum di karuniai anak. Maka resolusi tahunannya adalah memiliki buah hati. Dan di tahun ke Sembilan pernikahanya semesta mempercayainya seorang bayi. Namun bayi tersebut mengalami kelainan pada jantungnya.
Jabang bayi yang masih merah tersebut tidak bisa di operasi karena belum kuat perlu beberapa masa, hampir 1 tahun bayi itu di inkubasi. Bagi seorang yang sederhana seperti sahabat saya ini, maka memiliki dana adalah keniscayaan, keharusan.

Bayi yang di rindukan selama 9 tahun di berikan namun masih di tambah cobaan. Maka “compeling reason” dirinya demikian kuat. Apa lagi di tambah kenyataan bahwa istrinya di angkat rahimnya sehingga kecil bisa memiliki bayi lagi.

Bayi ini harus survive, mereka harus fight. Intersitas di dirnya, getaran di dirinya membuat resonasi besar yang di terima semesta. Dia seperti receiver yang dahsyat. Dalam 1 tahu sejak saat itu rezeki mengalir deras luar biasa. Dari seseroang yang sekedar mengendari vespa bekerja tidak tetap mendadak semuanya terang dan mudah.


Dia menggunakan I induksi pengaruh pikran pada dirinmya sehingga memiliki intensitas besar. Kita akan terasa getaran dirinya ketika berada disebelahnya. Getaran kemakmuran untuk mempertahankan insting ayah, parenting dan relationship.

Sahabat saya ini seorang public figure, dan ini kisah nyata. Dia menerbitkan buku dan dia tidak menceritakan cerita ini sebagai penarik simpati, bukan tipe dia banget. Buku nya bagi saya adalah buku spiritual, tentang arti lain dari vibrasi, tentang feeling, tentang rasa namun sangat menggugah, sangat mencerahkan. Sudah lebih 250.000 buku terjual. Itu salah satu efek induksi getaran walau sudah tahunan tetap masih berjalan.

Itulah intensitas induksi.

Lalu, setelah I induksi di lakukan dengan hasil intensitas besar , maka R & S adalah tindakan selanjutan. R adalah “repeatation” dan S adalah “suggestion”. Sederhananya saya ilustrasikan dalam kisah nyata lain lagi.

Seorang anak beranjak remaja di kota kecil di wilayah texas dengan penduduk yang kecil maka setiap orang kenal satu dengan lainya. “A place where everybody know everybody”. Semua orang jika melihat anak tersebut semua pasti berpendpaat sama, dia sangat cantik, santun dan bisa menjadi “kembang desa”.

Namun semua itu ternyata di renggut paksa oleh perilaku seorang drunk driver yang membuat anak itu meninggal karena korban tabrak larinya. Sang ibu berduka sangat dalam. Marahnya tiada terhingga. Dan dia memutuskan, cukup! Dia tidak ingin ada korban lagi terjadi karena pemabok yang mengendarai kendaraan.

Dia membangun organisasi yang bernama MADD mother againt drunk driving. Sebuah organsasi yang diawalnya mengumpulkan para ibu yang memiliki cerita sama, memiliki anak yang menjadi korban oemabuk berkendaraan. Lalu organisasi ini membesar dan di dukung banyak orang, philantrophy bahkan politikus serta Negara.

Efek gerakan ini merubah undang-undang akan kesalamat lalu lintas di dunia bahkan melebihi bukan saja menyudutkan drunk driver namun aturan lainya seperti batas kecepatan, test kesehatan dan alcohol, emisi gas buang dan puluhan aturan keselamat berkendaraan. 

Gerakan MADD ini membuat jutaan manusia pejalan kaki dan pengendara terselamatan. Atau sekarang menjadi lebiih aman walaupun tetap saja masih tinggi namun kesadaran keselamatan berkendaraan menjadi lebih baik.
Dia adalah seroang Candance Lightner, seorang ibu yang merubah dunia keselamatan berkendara yang karena kehadiran nya aturan baru di tegakan dan berhasil menghindari jutaan kecelakaan hingga saat ini.

Dan “moral of the story” tadi apa hubungannya dengan teknik R& S. sekali lagi, R adalah repeatation pengulangan, S adalah suggesti kalimat penekanan.

Ketika sang Candance Lightner mendapatkan sesi terapi dengan sesama ibu-ibu dia mendapatkan pengulangan penderitaan yang dahsyat pedih di rasakan. Sesi terapi itu memang di adakan oleh county sebagai healing method di tempatnya tinggal. Pengulangan itu membuatnya muak dan murka. Sehingga keluarlah sebuah kalimat..”enough!, enough!, enough!, tidak akan ada lagi ibu-ibu yang akan merasakan apa yang kami rasakan!!!”

Jadi ringkasnya, F adalah Fokus, I adalah intensitas induksi, R adalah repatation pengulangan, S adalah suggestion kata-kata penekanan dan terakhir adalah T termination. Tulisan kali ini memang di fokuskan di IRS karena para sahabat pasti sudah membaca yang F dan T dalam tulisan terdahulu. Jadi tulisan kali ini itung-itung pelunasan hutang tulisan. Karena saat menuliskan F dan T banyak sahabat yang bertanya kapan IRS di jelaskan.

Jadi, kembali ke resolusi 2016 kita, setelah menentukan “F fokus” para sahabat lalu lanjutkan IRST di setiap daftar list tersebut. Jangan sekedar menulis khan tapi berikan FIRST teknik ini. Ini teknik sederhana, ini teknik proven yang berbasis penelitian panjang di dunia pemrograman otak manusia. Selamat menjadi anda yang sukses di 2016. # May peace be upon us