Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Mardigu Wowiek: CARA PANDANG BEDA

Mardigu Wowiek: CARA PANDANG BEDA

Bertemu dengan seorang yang lebih tua, lebih berpengalaman dan lebih sukses adalah sebuah kewajiban bagi saya. Jadi pertemuan selasaan tadi pagi di café favorit kami kedatangan pebisnis 65 tahun yang memiliki perusahaan yang namanya kalau di tuliskan semua orang akan tahu berapa asset dirinya.
Saya buka dengan pertanyaan, what is your dream business sir?
Sebagai seorang yahudi, warga Negara amerika, baru kedua kalinya menginjak kaki keindonesia namun kenal sekali dengan ekonomi asia tenggara dia menjawab , impian saya? saya seperti apa yang Adkerson akan dapatkan dari pemerintah Indonesia!
Kami yang mendengarkan kalimatnya sangat heran. Kita semua tahu Richard adkerson adalah orang nomor satu Freeport, dan dia dapatkan apa? itu pertanyaan kami dalam hati.
Well, do you know why Bloomberg give score 1:0 to Freeport? Dia meneruskan jawabnya dengan pertanyaan. Dia bertanya dalam deal divestasi saham Freeport yang akan di ambil oleh BUMN atau pemerintah Indonesia Bloomberg menyatakan yang score adalah Freeport satu nol oleh gol bunuh diri dari Indonesia.
Pernyataan ini sulit di artikan orang awam, termasuk saya. Dimana saya tahu hanya psikological gesture atau makna tersirat, bahwa angukan mantuk-mantuk setuju Freeport pasti ada maksud yang jauh lebih dahsyat. Dugaan saya geopolitik akan “dimainkan”. Tapi itu teori konspirasi.
Sementara di hadapan kami kali ini, ada seseorang yang memimpin perusahaan yang memiliki bisnis dengan market kapitalisasi sama dengan APBN Indonesia satu tahun, 2000 triliun rupiah atau 150 Billion dolar.
Please explain further sir? Saya meminta penjelasan lagi.
Well, Freeport need new blood for deep mining. Ya kita semua tahu tambang grassberg mulai masuk tambang dalam. Sementara di kaltim pengusaha local masuk tambang dalam seperti berau coal dua kali ambruk tambangnya.
Sulit dan mahal investasinya uyntuk tambang dalam tambang tembaga lagi. Memerlukan hampir 500KM jalanan baru dalam tambang sebagai penunjang infrastruktur penambangan tersebut salah satunya. Di perkirakan perlu 15 billion dolar setoran poemerintah Indonesia dengan dengan return yang panjang lebih dari 10 tahunan bahkan 15 tahun.
Sementara pemerinath Indonesia berminat invest masuk ke Freeport. Apa ngak adkerson seneng banget tuh!!!!
Pemerintah Indonesia berani bisnis di sebuah bisnis yang penuh resiko. Dan baru kali ini di dunia ada Negara masuk kedalam industry beresiko tinggi, mining industry. Luar biasa ngak tuh.
Apa ngak adkerson jingkrak jingkrak. Bisnis tambang sangat sangat tinggi resikonya. Biasanya Negara kalau masuk bisnis itu di bisnis yang “no risk”, bahkan bukan yang “low risk”. Ini masuk ke “high high risk”. Indonesia, berani!! Luar biasa.
Masuknya pakai duit apa Adkerson tidak perduli, mau asset Negara di jual, mau pinjem dari asing, mau pakai dana pensiun, mau pakai dana sekuritisasi asset BUMN, bagi adkerson ya seneng-senang saja. Toh beli di harga premium atas saham freeport lalu masukkan dana lagi untuk investasi tambang dalam dan modal kerja. Total kira-kira pemerintah Indonesia masuk uang 15 billion dolar, atau 200 triliunan rupiah. Dengan return diatas 10-15 tahun.
Saat ini selisih APBN Indonesia di kejar pajak di bulan agustus 2017 hingga akhir tahun masih kurang 360 triliun belum tentu terkejar, apa lagi tambah 200 triliun lagi. Wah adkerson ngak perduli tuh, yang penting bisnis tambang penuh resiko bisa jalan.
Mendengar ceramah seperti begini, saya mules di perut, penat di kepala. Kok beruntung banget itu adkerson, kok begini cara mereka melihat peluang. Kok Indonesia sepertinya salah melulu ya #peace
Mardigu Wowiek: BENTURAN PERMAINAN

Mardigu Wowiek: BENTURAN PERMAINAN

Sesekali menulis dari pengamatan intelijen boleh kah? Karena pura-pura tidak perduli bahkan belagak ngak tahu sering makan hati sendiri, ngak enak rasanya. Apa lagi bentuk tulisan di sosmed yang terkadang berlebihan ke satu sisi berpropaganda memberi kesan kebenaran hakiki di pihaknya.
Bisa menyesatkan loh propaganda berlebihan itu. Berlebihan karena ketidak tahuan lalu seakan menjadi kebenaran. Karena itu dalam tulisan kali ini sepertinya saya harus meminta izin nih, sekali lagi, izin loh ya, saya mengupas dari sisi yang saya tahu-tahu sedikit, kalau boleh dan berkenan loh ya.
Kita mau melihat Rohingya. bagaimana melihatnya? Dari kacamata mana melihatnya?
Bagaimana kalau dari kacamata global, dari kacamata hagemony, dari kacamata kepentingan. Kalau urusan begini saya makan sekolah dan makan bangku akademi yang panjang. Pinter sih belum tentu, tahu sedikit namun selama data valid atau benar ya boleh dong, bagaimana?
Kita mulai dari sebuah tulisan Samuel P.Hutington. Dia mengulas dalam "benturan peradaban," Ia menyatakan bahwa terbentuknya sebuah gagasan peradaban universal adalah gagasan Barat, dan secara langsung bertentangan dengan partikularisme dari sebagian besar masyarakat Asia.
Dalam wilayah politik perbedaan-perbedaan itu terwujud dalam usaha Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya dalam membujuk masyarakat lainnya untuk mengadopsi ide-ide Barat tentang demokrasi dan hak asasi. Sebuah pemerintahan demokratis modern berasal dari Barat. Ketika berkembang di masyarakat non Barat, hal ini biasanya merupakan produk dari kolonialisme atau pemaksaan Barat.
Poros utama politik dunia kemudian berkembang menjadi sebuah konflik antara Barat dan yang lainnya.
Korea Utara serta “Myanmar” merupakan dua negara ekstrim yang melakukan isolasi untuk melindungi masyarakat mereka dari penetrasi atau "korupsi" yang dilakukan Barat, dan berusaha keluar dari komunitas global yang didominasi Barat.
Alternatif kedua, negara bergabung dengan Barat, menerima nilai-nilai serta lembaga-lembaganya.
Ketiga, sebuah negara menyeimbangkan Barat dengan cara mengembangkan kekuatan militer dan ekonomi, bekerjasama dengan masyarakat non Barat lainnya melawan Barat, berusaha menjadi modern tanpa menjadi kebarat-baratan.
Inilah kacamata hagemoni.
Eit sebentar, ada kata “myanmar” di sana. Rupanya ada yang menyimpan hati lama nih sama myanmar. Ada yang akan bermain, siapa saja mereka ini? ini diluar “perintah” panglima myanmar yang melakukan serangan terhadap “kelompok” yang dikatakan menjadi “national treat” oleh myanmar.
kelompok siapa saja di sana? ada kelompok arsa yang berbasis islam, ada kelompok arkanan yang berbasis budha, ada kelompok kachin yang berbasis narkoba di dukung china. Konflik sejak abad ke 8 mau di mainkan dan menlu kita ibu retno terlihat salah baca nih.
Eh nanti dulu, apa kapisitasnya ini ibu ya kali ini di rohingya? Tahu akar masalahnya kah? Tahu siapa yang bermainkah? Tahu tujuannya bermain kah? Jangan-jangan kita terjebak di mainkan kepentingan yang lebih besar. Apa saja masalah di myanmar? Selain wilayah kaum stateless imigran bengal ini. ooh, ada gas myanmar untuk sisi barat china yang di jaga 3 negara yang mengarah ke china toh aliran gasnya.
Ada alur narkoba segitiga emas disana. Ada shadow goverment bermain di sana, ada shadow banking main disana. Dan siapa sih di belakang myanmar? Myammar junta militer berkuasa, kelompok karen main lama di sana, dan tahu-tahu noble laurette perdamaian bisa jadi pemimpin. Apakah dia pemimpn sebenarnya atau shadow leader saja? Puppet?
Kita jawab sebentar lagi ya. Lebih jelas pastinya jumpa darat. Namun ehhh, ada efek loh di indonesia. Nah ini harus di bahas.
Ternyata efek rohingya ada yang impor membawa “mainan” ini ke indonesia. Ini kok berbarengan ya? Ini ngak mudah loh melakukan “psikological warfare” seperti begini. Propaganda mengasosiasikan islam ada yang bawa ke indonesia sehingga menggerakan massa.
Siapa yang bermain? Siapa yang dimainkan? Untuk apa memainkannya? Mengapa sekarang?
Seperti dalam tulisan saya sebelum ini, “instability is a war game”, ketidak stabilan sebuah negara itu bagian dari permainan perang. Dan ada yang mainkan instability ini.
Dalam teori intelijen ini namanya “chaos strategy”. Memanfaatkan issue rohingya dan di counter dengan propaganda kepahlawanan retno ke myanmar. Ini istana salah baca sepertinya. Ini sebagaian sahabat kelompok islam dimainkan lagi tanpa faham untuk apa dan kemana arah si penunggang kuda ini sebenarnya. Bener loh, kok ya pas dengan rame freeport di tekan gitu loh?.
Baiklah, semoga kali ini saya salah lagi analisanya. Namanya juga sontoloyo, ngak pinter dan selalu ngeyel sok tahu. Tetapi kalau bener bagaimana?
Mardigu Wowiek: EXTRAODINARY YANG DIULANG

Mardigu Wowiek: EXTRAODINARY YANG DIULANG

Kebenaran adalah kesepakatan bersama yang diulang-ulang. Misalnya di Indonesia, kita memilih sisi jalanan di sebelah kiri, di amerika yang anti inggris ketika jaman perjuangan kemerdekaan amerika karena ingin melawan hegemony penjajahan ingris bentuk perlawanannya adalah inggris jalan kiri amerika sisi lain, ambil jalan kanan.
Indonesia ambil jalan di jalur kiri ketika kita berpapasan dengan orang disisi depan yang menuju ke diri kita.
Karena itu bagi orang Indonesia mengambil sisi kiri adalah kebenaran.
Sekali lagi, sesuatu yang disepakati secara sosial atau disepakati secara kultural, atau sebuah kebijakan pemerintahan dan diulang-ulang dalam jangka panjang maka itu menjadi kebenaran.
Doktrin dalam sebuah “isme” menggunakan cara ini agar di sebut kebenaran, disebuah wilayah. Tentunya penguasa yang otoriter mempercepat “isme” nya jadi kebenaran. Pengulangan-pengulangan informasi yang “diarahkan” dengan maksud tertentu adalah “jalan” menuju kebenaran baru yang akan di bangun.
Ok, bagi sahabat yang mengenal gaya sindiran saya pasti sudah mulai faham kemana arah tulisan kali ini.
Mengkritik pemerintah yang seneng propaganda dan menguasasi opini media? ! Ya engak lah haha. Mentang-mentang pejabat sekarang sering menggunakan media untuk mengarahkan pendapat akan “keberhasilan” mereka bekerja atau membangun dan selalu menutup-nutupi sisi “ancaman”. Ngak akan saya ngomong begitu dalam tulisan ini.
Yang saya maksud kan dalam kesepakatan yang diulang ulang adalah bagaimana kita memiliki “brand” / merek dagang yang tangguh, kuat melekat serta memiliki nilai “komersial” yang kuat.
Brand atau merek dagang coca cola misalnya adalah merek terkuat di dunia saat ini.
Bagaimana membangun nya? Panjang, persistence dan memakan biaya langsung dari perusahaan dan biaya tidak langsung atau “social cost” yang besar sekali. Semuanya karena satu hal, dari sejak awal hingga setersunya selalu men”deliver” extraordinary product.
Pengulangan atas kesepakatan (rasa, kemasan, citra posistif) yang extra ordinary itu kuncinya.
Jadi brand itu apakan “nama”? seperti nama asep, nama budi, nama iwan, nama bambang, apakah itu brand?
Asep yang memiliki 5 resto bebek goreng sudah 20 tahun yang rasanya enak dan murah itu baru brand.
Budi yang menanam ratusan ribu pohon di daerah tandus di gunung kidul selama 20 tahun sehingga sekarang gunung kidul menghasilkan hutan lebat dan menghasilkan air tanah yang banyak , itu brand.
Jadi, sekarang apa hal yang extraordinary yang sahabat ingin ulang-ulang? izin loh sama pakarnya brand pak Subiakto Priosoedarsono nyamber sedikit keilmuan beliau yang luar biasa. #peace
Mardigu Wowiek:: THE POWER OF JAMAAH

Mardigu Wowiek:: THE POWER OF JAMAAH

Koleftif power akan menyelesaikan banyak masalah dan mengambil banyak peluang menjadi bisa di “monitized”.
Untuk itu saya kepikiran, sepertinya saya selama 4 bulan kedepan akan turun langsung membuat siapa saja yang ingin saya mentori membuktikan secara financial materinya bertumbuh, juga ilmu entreprenuernya tumbuh.
Saya ingin bertemu dengan sebanyak mungkin mereka yang minat belajar dan minat menjadi makmur.
Satu syaratnya, taat perintah. Saya minta persetujuan untuk jadi otoriter selama 4 bulan, dan tolong taruh dalam pikiran terkecil dari diri kita, anda mau berkorban, siap mental, siap sabar, siap modal. Modal waktu, modal uang, modal tenaga.
Ada 3 hal yang akan saya kerjakan, yang akan saya lempar ke publik ownershipnya dan peluang suksesnya.
Ini bisnis real, ini bisnis nyata, ini bisnis pasti sukses, ini bisnis ada resiko, ini bisnis kuat nafas panjang, ini bisnis besar.
Modal materi? Ya ada sedikit, ada seperlunya, bisa juga besar. Tergantung seberapa sahabat berani dan percaya pada program ini.
Yang saya jual adalah pengalaman saya, yang saya jual adalah network saya, namun saya tidak menjanjikan keuntungan pasti atau besar.
Yang saya janjikan adalah ilmu dan peluang lainya menanti anda dengan cara yang sama anda bisa duplikasi hal ini.
Sebelum datang kita ketemuan, saya hanya mengingatkan, berani “berinvestasi” dengan saya? . izinkan saya bertanya selanjutnya, “It’s not how much money you can get, but how much money you willing to sacrifice”
Bukan berapa besar uang yang anda akan peroleh, tetapi berapa yang anda beradi “korbankan”.
Mohon izin untuk mengatur pertemuan sekitar 2 jam bersama saya. Saya akan urai apa yang akan kita lakukan. Ada yang mau meluangkan waktu tersebut? Di tunggu kabarnya.

Mardigu Wowiek: WAR ROOM

Langkah gontai menuju istiqlal dan menutup wajah dengan sepuluh jari menceritakan banyak yang tidak bisa ditulis singkat dalam buku harian. Gerakan itu mencampur banyak cerita yang terbungkus dengan satu gerakan, menutup wajah dengan jari dan membawa wajah dan jari tadi kepangkuan paha.
Antara kecewa, kelelahan, penat, beban berat tak tertahankan, ketidak berdayaan, dan otak bekerja keras mencari ilham dari langit apa yang seharusnya nanti akan di lakukan untuk yang terbaik . Semua jadi satu.
3 hari sebelum tertelungkupnya tangan di pangkuan. Catatan : Bagi sahabat yang berniat melanjutkan membaca tulisan ini, mohon tinggalkan semua atribut pribadi ya. Jadi seperti bayi melihat dunia. jangan ada kesimpulan apa-apa. baca sebagaimana seseorang yang memiliki kewajiban atau tugas sedang dia laksanakan.

Sebuah ruangan yang tertutup yang kalau tidak ada lampu banyak, ruangan ini gelap, interiornya kayu mahoni yang gelap, meja semua kayu berwarna gelap, kursi dan lain sebagainya semua berkesan gelap. Sekilas mau berkesan cozy, namun yang ada memberi kesan angker, jika tanpa lampu penerangan.
Disinilah kami selalu melingkari meja dimana di depan pintu ada sebuah plakat nama menunjukan kelamin ruangan ini, war chamber. Ruang tempat diskusi berat dan serius. Hanya sedikit manusia yang miliki name-tag yang juga merupakan electronic door key untuk masuk ke ruang ini. saya merasa terhormat sekali berada disini dan dalam belasan tahun karir, akhir nya saya di percaya masuk ke ruang ini. tahun ketiga saat ini.
Mengapa sih saya detailkan situasinya? Karena saya tidak ingin sahabat tidak mendapat data lengkap. Itu alasan utamanya.
Pagi itu debat panjang mengenai aksi 4 nov yang pada saat itu hanya di beri nama “demo menuntut ahok”. Namun bagi orang seperti kami. Itu perkataan klasik. ahok itu ngak penting, pasti targetnya istana. Kami tidak goyang atas pernyataan tersebut, ahok itu ngak penting. Dia bukan panji Negara, dia bukan symbol Negara, institusinya bukan vital. Kenapa di target?! Apa istimewanya? Menistakan agama? Di youtube itu banyak datanya, yang menistakan agama islam banyak, yang islam menistakan agama (Kristen terutama) banyak!!
Riziq cs dan islam radikal lainya kalau mau di demooleh umat Kristen pasal penistaan agama pasalnya dan buktinya banyak tuh betebaran di youtube, tanpa editan. Kita ngak usah bahas lagi ya. Sekali lagi, ahok tidak penting tetapi kenapa di tekan terus? Karena istana di anggap mendukung dan memang menarget istana. Selesai sesederhana itu akar masalahnya.
Jadi kenapa istana di target? Kenapa om jack di target? Itulah politik! Ada politik local , ada politik regional, ada politik dunia atau semua di kenal dengan istilah geo-politik. Itu kejadian harian, tidak ada yang baru. Membacanya baru berbeda setiap detiknya. Sangat dinamis. Sedinamis kepentingan manusia, politik itu taat dengan kepentingan dan sangat transaksional.
Kita lanjut, kita urai satu-satu apa yang kami perdebatkan yang kami simpulkan: penistaan surat almaidah merupakan pintu masuk yang sayngat ideal karena memenuhi : syarat filosofis, syarat sosiologis, dan syarat yuridis formal. Ini (peristiwa almaidah pulau seribu) bisa di pakai untuk menekan transaksi politik istana dan partai pendukung ahok. Sekali lagi dilihat, istana selalu di target.
Sekarang lihat yang menggerakan, sebelum penggalangan massa selalu di awali dengan penggalangan opini. Penggalanag opini nya massive sekali. Terukur, tertarget. Ini bukan kerja spontan, ini kerja terencana. Propaganda nya bisa di lihat jelas peta di sosmed, di media alternative lainnya.
Penggalangan opini yang di bangun adalah pendapat seragam. Yaitu propaganda menyamakan persepsi dulu yaitu memberikan “common value”nya adalah “al quran kita di hina”. Sebuah kata kunci yang tanpa lihat konten orang mudah terpengaruh hanya dari judul. Ini di viral. Tujuan awalnya satu, opini terbentuk.
Hanya satu opini yang harus terbentuk yaitu membuat orang berkata dalam hati kecilnya, iya ya..al guran kita di hina!!. Lalu menggunakan kata generalis : umat islam semua setuju al quran di hina, lalau kalimat : semua ulama setuju al quran di hina.
Kalimat generalis ini penting, karena begitu menggunakan seluruh alim ulama di pakai berulang ulang, maka mulai mengerakan opini massa akan pendapat yang sama.
Itu adalah step yang di bangun di awal propaganda. Lalu setelah bulat dan di angguk banyak, mulailah lah “mengarahkan” dengan kata kunci tadi , “semua ulama setuju” kita harus turun ke jalan menekan pemerintah menangkap ahok, mempidanakan ahok. Seklai lagi , Ini kata kuncinya yang dipakai diulang-ulang, semua alim ulama setuju!!!
Umat tergerak sekarang, membenarkan bahwa al quran di hina, membenarkan harus turun ke jalan, karena semua alim ulama, habaib, waliullah, mendukung dan setuju.
Peta itu kami tahu sekali, sudah jadi di mind map yang diciptakan dengan sengaja. Terutama netizen. Karena susuan data harus di buat perlahan dan step by step. Dan sudah di atur dengan rapih sejak awal.
Ini yang membuat kami harus berfikir keras di war chamber ini. apa yang harus dilakukan agar semua damai , itu saja, sederhana juga. Karena fanatisme mudah menyulut emosi.
Seorang senior yang duduk di samping saya sejak pagi memiringkan dirinya dan setengah berbisik, dia berkata, ini ideological warfare mas. Ini bisa buat Indonesia seperti suriah!!
Mendengar kalimat tersebut saya tidak berekspresi, tidak mengangguk tidak bergerak, diam menatap tembok yang penuh coretan. Dia melanjutkan, jalankan “hornet nest” mas!!
Saya tidak menatap dirinya ke kanan, saya terus ke depan dan menjawab, saya tidak berani pak!! Say atahu kekuatan mereka, mereka turun penuh kita tidak bisa kendalikan, chaos pak.
Kita harus berani jalankan hornet nest mas. Walau beresiko namun itulah survey yang paling akurat atas data terakhir mereka di lapangan. Dia menekankan pendapatnya
Berat pak, saya tidak berani! Bisa jadi loose cannon pak. Bola liar, istana ngerti ngak? Aparat ngerti ngak? Saya tetap bertahan.
Dia sekarang yang menurunkan nada suaranya, dia sangat senior, dalam dunia lemhanas dan intelegen dia merupakan manusia yang paling di hormati di tanah air ini. namanya tidak di kenal, orangnya kecil bahasanya santun, ibadahnya rajin dan anda tidak akan pernah tahu kalau melihat tampilannya yang sangat rendah hati ini, ternyata untuk NKRI ngak ada tawar menawar, bisa hati hitam untuk menegakan merah putih selalu tegak di nusantara ini.
Kamu bener mas. Mereka belum tentu siap!
Iya pak, saya lanjutkan, pendekatan aparat saat ini selalu pakai “enemy centric approach” dan bisa chaos kalau itu di pakai.
Tak lama kemudian, dia mengangkat tangannya untuk meminta perhatian seisi ruangan, yang kemudian ruangan di ambil alih olehnya yang dilanjtkan dnegan perkataannya : begini, kita sebaiknya jalankan hornet nest strategy, saya setuju sama ide mas sontoloyo ini. HAH, kata saya dalam hati, waduh, lempar tangan sembunyi batu ya, eh lempar batu sembunyi tangan nih dia. Yang dilanjutkan dengan sebuah spidol biru di lempar ke saya oleh seorang senior, yang berkata, coba di detailin rencananya mas.
Saya sambil berdiri berjalan ke depan menatap wajah senior kanan saya yang cengengesan dan menggerak tangan mempersilahkan saya ke board. Saya menarik nafas dalam, ini saya kena jurus “reverse psychology”nya..(cuuut..maaf break sebentar ya, mau sabu dulu , baca : sarapan bubur) # peace

Mardigu Wowiek: MIND TWISTED

Sahabat pasti pernah mendengar istilah “mind twisting”. Bagaimana seseorang dengan cara cepat membalik atau merubah pemahaman yang saat ini di milikinya dengan sesuatu yang baru.
Ada tekniknya tentunya untuk melakukan hal ini tapi saya tidak ingin membuka jurusnya tersebut saat ini, saya hanya ingin membuat sahabat merasakannya.
Jadi, kalau sahabat sudah punya pendapat apapun tentang pak presiden kita saat ini, apapun itu. Jangan sebel sama saya kalau mendadak ada sisi pandang lain yang membuat sahabat akan meragukan pemahaman lama dan bisa dengan suka rela meletakkan pemahaman tersebut dan di ganti dengan pemahaman baru yang akan saya berikan sebentar lagi.


Sekali lagi ini ada dasar keilmuannya untuk melakukan mind twisted. Saya ini sahabat tahu khan bahwa saya sangat sontoloyo. Dan bagi sahabat yang keburu mengucap atau melebel apapun tentang presiden kita yang pastinya hal negative sehubungan 411, jangan kaget kalau di ujung tulisan ini anda jadi netral. Bahkan mungkin menjadi positif. Izn loh, jangan sebel sama saya ya!Saya sontoloyo khan?
Jadi kalau yang tetap ingin menganggap pak presiden kita seperti persepsi saat ini (agak negative), jangan lanjutkan baca tulisan ini. tetapi kalau yang mau membuka diri karena kemungkinan anda menjadi netral anda jadi sisi baru melihatnya (menjadi positif), silahkan di lanjut bacanya.
Sekali lagi, apapun hasil anda di ujung tulisan ini, kita tetap sahabat ya, setuju ya? Dan saya ingatkan, dari awal saya netral. Saya ini sekrup di salah satu mur persendian Negara, tidak ada apa-apanya jabatan dan posisi saya.
Siapapun presiden yang secara konstisional menjadi terpilih, saya pasti menyangganya.
Kita mulai ya, sudah siap. Ehem,..ada yang deg-degan ya? Ada yang ngak percaya? ada yang tanya, dasar bossman sontoloyo lebay lu ah! Apapun itu, bersiap ya.
Sahabat pasti semua tahu bahwa tidak ada persoalan yang tidak ada jawabannya selama “bertanya-nya benar”. Jadi kalau kita “tidak menemukan jawaban”, pasti karena bertanyanya salah. itu kalimat lain nya. Atau saya lanjutkan lagi dari sisi lain lagi, semua persoalam bisa terjawab selama kita bertanya dengan cara yang benar. Bertanya yang tepat, pasti jawaban tepat di dapat.
Baik, kita lanjut lagi sekarang. Sahabat semua tahu bahwa pak presiden kita setelah peristiwa demo damai 411 melakukan safari blusukan politik. Ke tentara, ke kepolisian, ke PB NU, ke PP Muhamadiyah dan banyak lagi institusi di sambanginya dan tokoh di sambanginya atau di hubunginya.
Dia ingin arti damai yang sebenarnya dan mendapat maaf dan menjadikan keputusan kemarin sebagai pelajaran. Untuk itu semua, dia kerjakan sendiri, langsung dia titeni, lakukan semuanya sendiri.
Itu adalah data yang semua sahabat pasti tahu. Dalam kalimat ini mohon jangan di beri label dulu ya. Jangan di analisa, jangan di komentari. Sabar. Sabar..sekali lagi sabar. Tulisan ini belum selesai. Lihat dengan mata bayi dan hilangkan semua label.
Kita lanjut.
Panggilan pertemuan wajib dalam ruang war chamber mendadak saya dapati kemarin. Saya pun bergegas menuju lokasi yang di tetapkan. Dalam ruang kami hanya ber7. Semua duduk melingkari meja. Semua wajah datar dengan seonggok tumpukan kertas di hadapan masing-masing.
Setelah 1 jam diskusi maka giliran saya di minta waktu untuk bicara. Maka saya dengan segala ketidak tahuan, dengan segala kebodohan memulai dengan sebuah kalimat bertanya.
Izinkan saya untuk bertanya dua hal, demikian saya membuka kalimat. Setelah pertanyaan ini di jawab, barulah saya menjadi manusia yang sedikit tahu. Sekarang (sebelum pertanyaan saya di jawab) saya manusia yang tidak tahu apapun. Makanya saya kalau tidak tahu saya tidak bisa komentar.
Komentar pengecut misalnya ke pak presiden, karena pergi dan tidak menemui umat, dan beragam komentar lainya itu bagi saya (kala itu) tidak berani saya ucapkan. Saya memang mengangguk dan menyetujui presiden kita pergi dan tidak menemui massa demo karena itu fakta yang semua orang tahu bersama. Tetapi yang saya butuhkan sebelum komentar adalah tahu lebih jauh lagi kebenarannya, yaitu dengan bertanya. Pertanyaan saya tersebut harus tepat.
Maka saya bercerita sekilas sebelum saya bertanya, pak presiden kita secara geo –strategi dan geo-politik masih hijau. Maka pasti dia bertanya kepada orang disekitar pada saat 411 kemarin apa yang harus beliau lakukan. Untuk itu, bolehkah saya bertanya, siapa sebenarnya yang menyarankan pak jokowi untuk tidak bertemu dengan demonstran ?!!
Ruangan mendadak hening dengan pertanyaan saya. Maka sebenarnya tiada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut kecuali orang tersebut ada dalam lingkar presiden disaat itu. Dan dari kami ber7. 1 senior berada di dekat presiden kala itu, jadi tepat dimana pertanyaan saya di lontarkan ada saksi yang bisa menjawabnya. Siapa yang menyarankan presiden untuk tidak menjumpai sahabat yang berdemo?
Saya tidak menunggu senior itu menjawab, karena tangan saya bergerak memberikan kode bahwa masih ada 1 kalimat pertanyaan lagi. Yaitu sebuah fenomena dimana saya berada di sana pada saat kejadian yaitu pada jam 8 malam, dilokasi, di tempat dimana bentrok terjadi.
Pertanyaan saya kemudian adalah, siapa yang memerintahkan menembakan gas air mata kearah demonstran? Sekali lagi, tindakan aparat keamanan melakukan tembakan gas air mata, pertama kali diperintahkan oleh siapa?
Kita semua tahu, prajurit, tidak akan bergerak tanpa komando perintah atasan. Maka pasti ada perintah, maka saya bertanya siapa yang memerintahkan!!!
Inilah dua pertanyaan yang bagi saya, jika saya tahu jawabnnya maka saya menjadi faham keadaannya.
Sahabat tahukah apa yang terjadi selanjutnya ketika pertanyaan saya di jawab dengan bukti dan fakta? bersiap ya? apa yang akan saya tuliskan selanjutnya, dan informasi ini bukan rekayasa, bukan bercanda apa lagi main-main. Saya tidak pernah bercanda mengenai kebenaran. Karena kebenaran pasti bisa membuktikan dirinya sendiri. Apa yang saya dapatkan jawabnya adalah kebenaran yang bisa di buktikan.
Tahukah sahabat begitu saya mendapatkan jawabnnya, ternyata dua hal yang saya tanyakan, siapa yang menyarankan presiden tidak menemuhi demontran dan siapa yang memerintahkan melontarkan gas air mata. Jawabnya adalah : Orangnya ternyata sama!!!
Kapolri, kapolda dan panglima TNI sampai kaget sewaktu lontaran gas air mata terjadi dan memerintahkan menghentikannya. Namun setelah berhenti sebentar, tak lama setelahnya, terjadi lagi perintah tersebut pelontaran gas air mata untuk memukul mundur demontran. Yang segera di tahan (sekali lagi) oleh pimpinan lapangan yaitu kapolda, panglima dan kapolri. Tapi apa lacur, nasi sudah jadi bubur.
Chaos sudah terjadi. Dan pak presiden begitu mengetahui perbuatan siapa, beliau marah sekali, beliau kecewa sekali. Beliau tahu dia (pemberi saran dan perintah) telah membuat kesalahan, namun sebagai pemimpin beliau ambil sikap. Tidak ada anak buah salah, dan semua sudah terjadi. Nasi sudah jadi bubur. Maka yang presiden lakukan, adalah membuat bubur lebih layak di sajikan, di tambah ayam suir, di tambah tong cai, di tambah cakwe, di tambah sambel, di tambah sedikit kuah dan chees stick.
Dia mikul duwur mendem jero. Dia telan semua sendiri, dia bawa bebannya sendiri. Dia tidak cengeng mengumbar ke public. Dia akan selesaikan uraiannya masalahnya satu persatu. Percaya saya, ahok segera di kursi pesakitan, keingin semua umat akan terpenuhi. Dan beliau diam atas kesalahan yang dilakukan penasehatnya dan dia selesaikan masalah semua segera satu persatu.
Presiden kita sendirian saat ini. Kalau sahabat bisa mengerti di posisi dia, sahabat pasti akan kaget, kagetnya tidak sekarang. Nanti. Dia berubah, beri dia kesempatan dan waktu. Dia tidak sempurna, tetapi satu hal saya berani bertaruh, dia integritasnya tidak di ragukan. Hanya mungkin dia lalai saja, manusiawi bukan? # Peace

RHOMA TRUMP

Ketika angka perolehan Donald Trump melewati treshold 270 dan jadilah Trump menjadi presiden amerika ke 45. Maka di kepala saya hanya satu yang terlintas saat itu, ini bagaikan Rhoma Irama jadi presiden indonesia!!! Speechless saya.

Kita mau fokus kemana nih sekarang? Ke Trump yang minim politik luar negeri atau Rhoma yang ..ah sudah lah, rhoma itu bisa multi tafsir kalau di gandeng ke Trump tetapi ada satu hal kekuatanyanya yaitu rhoma bagi saya aset nasional dia menciptakan ‘champion product” yang namanya dangdut. Walau tidak di respect dikalangan atas dan pejabat sejauh ini. Padahal kalau di kelola benar, dangdut bisa jadi k-pop nya indoensia, samba nya indoensia, tanggo nya indonesia, bollywood nya indonesia. Kalau pemerintahnya ngerti, kalau DPR nya perduli ini juga loh!

Yang jelas ini peluang yang saya lihat ketika amerika di pimpin oleh seorang mogul business seperti Trump. Pajak korporasi turun, profit korporasi naik, employeement lapangan kerja pasti terbuka lebar banyak karena ekonomi korpoarasi berputar sehingga pengangguran di amerika kurang.


Amerika beli amerika, mereka pasti mengurangi import ”barang jadi” masuk ke amerika, manufaktur dan produsen factory akan full capacity. Mengurangi outsourching dari berbagai negara, dan sibuk dengan “homeland security”.

Inilah masa kita (indonesia) melakukan penguatan di dalam negeri. Diluar amerika terjadi euforia seperti di rusia yang bertempuk tangan di dewan perwakilan rakyatnya ketika trump menang. Trump itu “angry white man” yang melihat panjang akar masalah di amerika. Dia menafikan semua kalkulasi lembaga survey, dia tidak perduli dengan komentar analys. Dia melihat dan tahu dari awal “pain point” rakyat amerika.

Itulah ketajaman entreprenuer yang terlatih. Dia melihat dengan “mata profit” setiap masalah. Dan Trump fokus di sana, di pain point tersebut. Sementara hal ini membalikan pemahaman politikus, analis politik, akademisi, lembaga survey sekalipun. Dia dapat “root” akar masalahnya. Sehingga walaupun dia terlihat “membully”, angry, badung, kekanak kanakan, mocking meledek, womenizer, semuanya memang bukan ‘act of statement” atau perilaku kenegarawanan, bukan dan memang bukan.

Tapi itu perilaku pebisnis di dragon dent. Perilaku para titan ceo di ruang meeting. Perilaku mogul di meeting suite. Ya seperti itu : sinis-Sinical, bengis, tajam-sharp, black heart, thick face, hostile!!!. Di depan para dragon di depan para titan, sama dengan di depan singa atau macan. Ada terlihat lemah anda di terkam, berbalik membelakangi, anda di terkam. Mereka kejam, ruthless!!.

Semua mogul business, tycoon, baron, billionaire, mereka pasti pernah melakukan itu semua. Mau itu zuckerberg, bill gates, steve jobs, buffet, kashogi, yang namanya makan teman, musnahkan competitor, membuat berrier to entry agar tidak ada yang masuk ke wilayah mereka adalah hal biasa.

Trump memagari perbatasan 3100 KM dengan mexico,membuat tidak mudah lagi imigran mendapatkan green card apalagi citizenship amerika, tidak akan mudah lagi. Tidak akan semudah archandra mendapatkan kewarganegaraan amerika dulu lagi. Begitu amerika menjanjikan archandra pindah deh. Sekarang indonesia menjanjikan, pindah lagi deh. ( sorry saya masih mangkel urusan NKRI sama archandra ini). eh bpk archandra, pastiin lagi nih amarika bakal great again, ngak kesana lagi?!!, pastiiin dong ya, tempe bener sih NKRI nya.

Ok, sudah selesai ngeledek archandra, balik ke Trump. Trump pasti akan membangun bisnis amerika, bukan rakyat nya, tetapi korporasi, trickle down effect economy di pakainya. Sekarang dia lagi menyiapkan 4000 team baru yang yang akan masuk dalam lingkar manajemen white house.

Dan catatan, amerika ngak ada BUMN!!! Kalaupun ada SOE state own enterprise ya ngak kayak yang di kelola BUMN indonesia yang meniru ala china tiongkok. Dan korporasi amerika tidak pernah mempergunakan atau megeksploitisir sumber daya alam amerika abis-abisan untuk menghidupkan dan menutupi anggaran negaranya. Aset natural resourses amerika akan panas bumi, shell gas, minyak dan lain sebagainya itusalah satu yang terbesar di dunia, baru terpakai 20% kali, masih ada ratusan tahun bisa bertahan.

Yang namanya korporasi seperti mobil oil itu atau banyak oil company besar di dunia itu bukan “nyedot” minyak di “homeland” nya, tetapi di negara orang. Itulah nation interest mereka. Kalau indonesia, sudah perusahan negara, nyedot kekayaan alam sendiri, lalu monopoli (seperti PLN & pertamina) rugi lagi, tempe bener sih!!. Ada 126 BUMN yang untung dikit, paling hanya 20 an, bayang kan, tempe ngak tuh?!.

Eh rakyat dibuat ngak sadar juga bahwa manajemen kenegaraan kita yang terfokus pada politik, lupa akan sustainability atau kelangsungan hajat perut rakyat jangka panjangnya. Harus demo apa kita turun ke jalan baru pemerintah memperhatikan bahwa angka penganguran tinggi, tamatan sekolah ngak keserap lapangan kerjaan, cari modal sulitnya minta ampun di bank dan lembaga lainnya, pemerintah belanja proyek ke BUMN, RAKYAT DAPAT APA BOSS?, terus tanah air di jual semua dengan relaxasi. Sempurna..tempe nya!!!

Waduh, ini gara-gara Trump nih omongan saya jadi ngelantur ke urusan negara. Saking saya mangkel sama kabinet KW 3 ini. coba deh, menteri mana yang “right man in the right place”? Kalau dia “right place” KPI index prestasinya yang perform siapa?nah loh, sontoloyo ngak tuh pertanyaan. Jangan di taro ke hati ya omongan bossman ini. # peace

Seberapapun Hebatnya Seseorang, Tetap Bisa Tergantikan Oleh Orang Lain

Hal yang paling menantang bagi saya di awal membangun sebuah organisasi adalah menentukan” value”. Nilai apa yang mau kita jalankan kedepan. Apa achievement yang mau di capai, apa fulfillment yang mau di raih.,

Kekayaan materi itu bisa di nilai achievement atau pencapaian, namun membuat 1000 orang menjadi milyuner hidup sehat bahagia itu adalah fulfillment atau pemenuhan hasrat terdalam, menjadi terbaik dengan memberi.

Achievement adalah apa yang kita dapat, fulfillment adalah apa yang kita beri.

Membuat bisnis itu gampang. Membuat profit itu gampang. Menjadi kaya itu gampang. Namun mencapai fulfillment cita-cita tertinggi menjadi manusia paling bermanfaat adalah perjalanan yang panjang.

Tahun ini saya mencoba membangun hal yang baru. Bahkan masuk kategori “unknown territory”. Benar yang akan saya lakukan bukan saja gambling bertaruh namun masuk sebuah permainan yang saya belum pernah mainkan, dan sedikit pemainnya.

Sehingga mencari advise atau saran, bisa-bisa jutaan dollar di habiskan kita bertanya ke mckinsey dan konsultan kelas dunia sejenisnya. Tapi jujur, rasanya teritori ini pun mereka belum punya banyak referensi.

Kesesama kaum pebisnis jawaban mereka, ngak salah luh masuk kesana mas? Bertanya pada para professional mereka menjawab: wah pak, kami belum punya banyak sukses story akan bisnis sejenis, bukan saja bisnis yang sama, sejenis saja belum punya.

Memulai yang baru di mana masih membekas peristiwa tahun lalu hal yang berat rasanya sulit memang. Tahun lalu 6 perusahaan tutup , 200 orang staf yang telah lama bergabung harus di “lay off”. Berat bagi saya. sangat berat.

Ini mungkin membuktikan sisi lain dari pebisnis, ngak bisa “baper” jadi pebisnis. Ngak bisa di bawa perasaan. Kalau anda “baperan”, lupakan jadi pebisnis. Cari cara lain buat uang deh! Ngak usah begitu, anda suka omongin orang saja. Lupakan jadi pebisnis.

Eh si anu tuh begitu ya? Misalnya anda memulai “membicarakan orang lain”. Siap-siap pebisnis di depan anda bilang..wah temennya aja di giniin bentar lagi gw nih!!..mereka bisa mengucapkan..sayonara ..good bye! Jaga jarak.

Pebisnis adalah manusia bunglon. Bisa ikut arus, kuat lawan arus, kuat diam, kuat denger, ngotot terhadap kemauan, namun sabar didalam memetik (hasil). “swallow pride” mau menelan gengsi.

Anda gengsian, anda ngak sabaran, anda kurang pandai mendengar, anda ngomongnya melebar termnasuk ke hal pribadi (termasuk tadi bergosip) itu sudah bagian dari ciri-ciri sulit sukses sebagai pebisnis.

Pebisnis mampu melakukan “poker face” wajah polos tak berekspresi terhadap hal negative, dan jangan tanya betapa sulitnya melakukan hal ini.

Poker face adalah ketrampilan yang didapat setelah melalui proses panjang. Ribuan jam anda berhadapan dengan para asshole, para kruk, para pejabat korup, para buaya politikus, para scam penipu, para broker pialang proyek, para pembawa map proposal, ribuan slide presentation, dan beragam sumber lalu lalang informasi, gossip, hoax dan fakta di depan anda.

“stay cool” di saat tertekan, “stay hungry” di saat makan. Sulit banget kan? Tapi anda harus bisa, anda pebisnis.

Jadi untuk mencapai achievement dan fulfillment di tengah tekanan, ambisi, buasnya kompetitor, kurangnya sumber daya, dan besarnya impian sendiri yang membuat kita sendiri takut, bagi saya ini tantangan saat ini di depan saya.

Banyak sahabat yang bingung dengan tulisan saya berkias diatas ini, tapi seperti kebiasaan saya, pasti saya sempatkan membuat hal yang lebih sederhana dengan ada cerita. Dan ada baiknya saya mulai dengan pertanyaan. Ketika anda akan memulai sebuah usaha apa dulu yang anda lakukan?

Proyeknyakah? Misalnya dunia property, retail, makanan, jualan kebutuhan, dan lain sebagainya?
Atau modalnya? Anda menyatakan bahwa akan mengerjakan bisnis, dan perlu modal nih. Jadi kemana-mana anda mencari modal, pinjaman, mitra, dan sejenisnya.

Atau anda melihat “pasar” nya terlebih dahulu. Besar nih “demand” nya, nilai pasarnya besar misalnya berbisnis makanan, bisnis busana, bisnis mainan dan lain sebagainya. Sehingga anda yakin dengan pasar besar anda mudah mendapatkan “sales” dan ada peluang mendapat profit lebih baik.

Atau anda type yang melihat, kalau saya memulai bisnis “ini” saya perlu SDM yang unggul. Karena itu anda focus ke head hunter mencari manusia terbaik yang akan menjadi pemutar roda organisasi. Seperti anda perlu chef untuk bisnis restorant anda, perlu hair stylist untuk bisnis salon anda, perlu akuntan, perlu salesman yang berkakter motivator, dan lain sebagainya.

Atau dalam mulai usaha anda sudah memikirkan “brand” sejak pertama. Bentuk logo, nama produk dan perusahaan, warna perusahaan, image organisasi, dan jenisnya.

Atau anda focus mencari “lokasi”. Memulai usaha anda, maka lokasi adalah segalanya. Cari yang murah di tengah keramaian. Cari yang dekat dengan segala akses, terlihat daro segala penjuaru dan murah. Begitu lokasi tidak di dapat anda memilih tidak memulai nya.

Atau anda ketika berbisnis adalah type yang mencari “mitra”. Bisnis partner. Anda membawa dokumen lengkap, proposal lengkap, roadmap lengkap, dan anda mulai memaparkan visi misi opportunities ke mitra. Ketika ada mitra anda baru masuk ke bisnis tersebut. Tanpa mitra, tanpa network, anda tidak akan memulai bisnis.

Dan ada banyak lagi cara memulai bisnis. Yang jadi pertanyaan adalah, mana yang anda? Mana type anda?.

Secara pribadi dalam 25 tahun ini, ada puluhan perusahaan saya sudah bangun, ada ratusan bidang yang saya sudah masuki, dan yang bertahan hanya 2 macam dengan beberapa unit usaha. Apa yang saya dapat? Dan apa yang selalu menjadi “entry point” saya berbisnis?

Yang pasti saya pernah masuk dengan berbagai type seperti di atas. Dan belum ada yang menjadi favorit, namun karena factor usia barangkali, beberapa usaha yang di bangun terakhir dan yang akan dibangun, membuat saya berubah. Cukup drastic. Saya sekarang masuk bisnis bukan melihat bidangnya, bukan melihat besarnya pasar, saya bukan melihat besar kecilnya modal. Entah mengapa sekarang ini saya menjadi filosofis.

Jadi saya masuk dengan sentimental , filosofi. Apa filosofi bisnis yang saya masuki. Saya beri “value” saya lihat 2 hal seperti tulisan di awal. Apa achievement jangka pendek dan apa fulfillment jangka panjangnya. Jadi saya focus di bisnis yang “low hanging fruit”, yang cepat dan siap petik dengan memberi efek kemasyarakat banyak manfaat dalam jangka panjang. Kalau sahabat bagaimana?

Sesungguhnya Tidak Ada Yang Namanya Persoalan Yang Ada Hanya Bagaimana SIKAP Kita Terhadap Persoalan

Dalam pekerjaan rutin saya 15 tahun belakangan ini, ada sebuah pekerjaan yang membuat saya boleh disebut sebagai abdi Negara. Mengajar, walaupun hanya 1 bulan satu kali selama 6-8 jam dan hanya 1 mata kuliah, tetap saja saya harus memberikan waktu penuh terhadap lembaga tersebut.

Lembaga ini harus ada dalam setiap Negara. Karena garda terdepan pertahanan Negara ya lembaga ini. Dan terkadang banyak hal yang seram bahkan tidak di fahami orang awam, jangankan orang awam, wakil rakyat yang namanya DPR saja banyak yang faham akan keberadaan lembaga ini.

Apa lagi mereka yang kemasukan doktrin barat yang liberal dan seakan demokratis. Memandang lembaga ini menakutkan dan bisa melanggar HAM. Jadi lebih baik di lemahkan.

HAM versi mana nih? Ayo kita diskusi para sahabat yang mendukung HAM versi mana. Orang membunuh seperti teroris , membunuh ratusan orang. Di hukum mati, boleh? Lalu atas nama HAM jadi di hukum seumur hidup..heh! kalian tahu ngak berapa biaya ongkos ngurusin orang pembunuh begitu?..murah? ya ngak lah..mahal !

Amrozi, imam samudra dan lain sebagainya, waktu sebelum di eksekusi ...ngurusi dia saja Negara buang uang 6 milyar!!!

Lalu ada yang memuja HAM ala Amerika, dan banyak lagi akademisi atau kaum humanis ala barat minta Indonesia menegakkan HAM ala barat. Barat yang mana boss?

Amerika gitu? Ini fakta, di penjara Guantanamo banyak orang di tahan tanpa di sidang! Tahunan malah di tahannya. Atas nama “patriot act”, bisa dilakukan. HAM seperti itu?

Di Amerika NSA, NSC bisa melakukan banyak hal yang jauh lebih kejam dari HAM manapun, menahan, menangkap, merekam, menginterogasi, dan bisa tanpa “court approve”. Terus dimana HAM nya? Malah Indonesia saat ini lembek banget. Terlalu lemah terhadap kejahatan kelas kakap atau ekstraordinary crime tapi hebatnya lagi di Indonesia bisa mengkriminalkan apapun.

Kalau sahabat bagian dari “justice fighter” dan “defence army” anda sering harus mengelus dada. Kalau anda pejuang keadilan dan pejuang keamanan, anda akan sulit karena system kita (yang katanya Negara hukum ini), sering di bolak balik hukum yang berdasar undang-undang itu.

Agar sebuah tindakan sah secara hukum, maka undang-undangnya yang di sesuaikan dengan maunya sekelompokan orang, atau bahkan untuk kepentingan bangsa lain. Lewat DPR wakil rakyat (tentu lewat sana) dan selama ada fulus, lancar semua. Itu mental wakil rakyat yang dominan khan pada saat ini?..yang mementingkan dirinya dan kelompoknya.

Mau bukti partai banyak yang mementingkan kelompoknya dan dirinya? Berapa kali saya ikut rapat partai. Dalam diskusi mana sih ada yang mementing kan rakyat, yang mendiskusikan sesuatu yang buat rakta? Yang ada rebutan kekuasaan. Misal Golkar nih yang terbaru mau munaslub, yang ARB akan lengser. Calon yang mengkristal ada 2. Satu setya novatno satu lagi ade komarudin.

Dalam hati semua orang akan berkata, ini partai punya segelitir orang ya? Ini partai mau kemana nantinya? Saran saya, ambil orang ketiga. Yang ngak pakai “money politik”. Pasang saja satu orang sebagi kuda hitam. Nanti pada munaslub, mata rakyat Indonesia melihat partai ini pro rakyat atau pro segelitir elit. Nanti lah terjawab.

Kembali ke diskusi awal tentang lembaga yang tersingkirkan yang di marginalkan tadi, banyak motto , credo di sana yang salah satunya ada di benak pasukan terbaik itu adalah kalimat ini :“Bukan berapa banyak musuh yang kami bunuh namun berapa manusia terselamatkan”.

Kalimat ini sangat provokatif terutama bagi manusia humanis dan liberal. Namun bagi seorang manusia dalam pasukan khusus. Cara pandangnya berbeda 180 derajat dari kaum liberal humanis. Seperti dalam motto diatas barusan.

Banyak yang tidak suka dengan doktrin perang, doktrin survival yang ada kata “membunuh”. Membunuh sesama mahluk Tuhan!. Kejam ya? Ya benar…

Ok, saya beri sebuah fakta. Kalau anda pemimpin 1,2 milyar penduduk. Bangsa anda. Anda ingin bangsa yang anda pimpin 100 tahun lagi, 500 tahun lagi Negara anda “ada” dan bangsa anda “utuh”. Benar? (baca bangsa China)
Kalau anda pemimpin sebuah bangsa yang saat ini ber jumlah 400 an juta saat ini dan 200 tahun lagi ada 1 milyar penduduknya, anda ingin bangsa anda tetap besar dan survive, betul? (baca bangsa amerika)
Sejarah mencatat, sejak ratusan tahun bangsa eropa menaklukan dunia baru tujuannya untuk “survive” kelangsungan hidup bangsanya.

Jadi sekarang, ini semua ada sebuah tindakan yang mengatas namakan demi “survival of a nation”. Demi mempertahankan kehidupan Negara dan bangsa.

Jadi coba lihat fakta saat ini, 80% peperangan konflik ada di daerah…? Ada di daerah penghasil minyak bumi!!! Benar?!

Apakah itu tidak di “design”. Apa jadi sendiri gitu? Ayolah kita sudah pada dewasa semua. Pasti di design lah. Oleh..? oleh Negara yang 100 tahun kedepan ingin bisa menghidupkan bangsanya dan ingin terus berkuasa. Di ciptakan perang di sebuah negara dan minyaknya di sedot habis!

Lalu kalau 30-50 tahun ke depan dimana “fossil oil” minyak bumi berkurang atau habis maka untuk menghidupi bangsanya, sebuah bangsa maka dunia berubah porosnya. Bergantung pada energy terbarukan seperti kelapa Sawit, jagung, singkong buat molase, jarak, sukun, dan banyak lagi akan bergantung pada Negara tropical yang subur yang negaranya tidak perlu pupuk karena banyak “ring of fire” gunung berapi yang selalu memuntahkan pupuk organic ke alam sekitar.

Maka mata mereka memicing meruncing menatap tajam kearah Negara-negara ini. Negara siapa saja kita semua tahu pastinya. Bagaimana cara menaklukan sebuah Negara tersebut? Pakai “perang asimetric” kah? Ngak perlu…

Pakai “proxy war” saja dulu,pinjem tangan orang saja dulu. adu domba saja dulu, pakai media atau di kenal dengan media warfare, pakai budaya atau dikenal dengan nama cultural warfare, pakai keuangan atau currency warfare, pakai biological warfare (penyakit) , dan banyak lagi yang sudah dan akan dilakukan.

Contoh, 1 tahun lalu saja, ada kah yang mendengar istilah wahabi, syiah, sunni di provokasi secara massif? Rasanya dulu ngak terdengar Sekarang ada, karena ada “sponsornya”. Ini ini “state sponsor” loh. Di sponsori sebuah Negara!. Apakah saya bicara saat ini tanpa bukti? Mau bukti..lengkap kok di meja kerja saya. dan..ini bukan rahasia Negara, banyak yang tahu juga kok. Dan bangsa indoensia kemakan habis!! Percaya!!..dan mulai saling serang.

Lalu bagaimana bisa membuat bangsa Indonesia tetap kompak dan bagaimana membuat Negara Indonesia utuh kedepannya?

Sebelum menjawab lebih lanjut, saya bertanya lagi, mana lembaga yang sah di Negara ini yang bisa “meniadakan ancaman”?

Lembaga mana yang bisa melakukan “eradicate” pemusnahan terhadap musuh Negara? Lembaga mana yang selama ini belum bekerja maksimal karena di gembosi yang bisa membuat Negara Indonesia “free from danger”?.

Lembaga mana yang setiap individunya memiliki kemampuan memandang dari “cakra nasionalisme NKRI, UUD45 (sebelum di amandemen), Bhineka tunggal ika dan pancasila”? siapa yang bisa melakukan “to combat treat” terhadap ancaman ideologi, ancaman politik, ancaman ekonomi, ancaman social, ancaman budaya , ancaman pertahanan dll?

Lembaga mana yang bisa mengantisipasi tindakan berdasar laporan “bukan pro yustisia” karena memang belum ada dua bukti?

Siapa yang men-difinisikan” nation treat” di Negara kita? Siapa yang menentukan “nation interest di hulunya”? lembaga mana yang bisa bergerak berdasarkan state security versus human security? Mana yang harus di dahulukan oleh lembaga tersebut? Lembaga mana yang bisa meniadakan ancaman yang belum nyata?

Legitimate defence adalah hak hidup sebuah Negara. Dimana dalam undang-undang dasar kita menyatakan, “Negara melindungi segenap bangsa”. Jadi siapa yang menentukan “tactical survival” memenangkan pertempuran dan siapa yang melakukan “strategical survival “ memenangkan perang?

Sahabat bisa menjawab pertanyaan diatas maka selesai sudah urusan bangsa ini . Dan, ke depan pimpnian Negara tertinggi pak presiden sebaiknya menjalankan “balance strategical power” keseimbangan kekuatan strategis di setiap alat Negara. Negara kita pasti keluar dari ancaman, Negara gagal (fail state), negara paria (melemah), pasti menjadi Negara berbangsa yang bermartabat dan berdaulat.

Setiap Bunga Punya Kecantikannya Sendiri-Sendiri


Ada 3 buah “degree” pertemanan. Baik itu hubungan pribadi, korporasi bahkan dalam hubungan antar negara. Maka ke 3 degree pertemanan ini punya status sama, bisa berlaku pehamanan yang sama dimanapun kita melihatnya. Kalau kita salah memahami orang di depan kita, yaitu apa degree pertemanan (dia dan kita) maka informasi apapun bisa menjadi tidak terlalu berguna bahkan menjadi sia-sia.


Begini sederhananya, apa level hubungan Indonesia dengan amerika saat ini? dari kacamata siapa kita mau menilai dan meilhatnya?


Dari kacamata indonesia? Atau dari kacamata amerika?


Dari kacamata penguasa pemerintahan indonesia sekarang atau dari kacamata pemerintahan indoensia lalu? Dari pemerintah amerika sekarang atau dari pemerintahan amerika yang lalu-lalu?
Jangan di jawab dulu, saya kasih contoh lain lagi. Dalam ada melihat teman SMA dulu..si fulan misalnya. Atau anda dengan teman sejawat anda di kantor yang sama-sama sudah berkerja 5 tahun di perusahaan yang sama.


Dimanakah level pertemanan tersebut?


Ada “3 degree” level pertemanan :

pertama : sebagai teman (friend)
kedua sebagai : alley (sekutu)
ketiga sebagai : mitra strategis ( berhubungan kalau ada perlunya saja).


Menjawab pertanyaan di awal, selama indonesia merdeka, apa degree hubungan indoensia dengan amerika? Bisa lihat fakta sejarah. Teman? Sekutu? Atau mitra strategis?
Apa pandangan negara indonesia ke amerika? Apa pandangan negara amerika kepada indoensia selama ini?


Peran amerika terbanyak adalah di tahun komunis akan berkuasa di sekitar pertengahan tahun 1960an. Hingga posisi presiden Sukarno yang terlalu mendekat ke komunis china dan soviet harus di akhiri menurut versi CIA. Indonesia kala itu menjadi “mitra strategis” amerika versi negara amerika.
Naiknya nya pak harto adalah “blessing amerika” hingga sewaktu referenudm integrasi Timor Timur tahun 1976 adalah “restu amerika”. Waktu itu indonesia di mata amerika adalah “mitra strategis” namun di mata hatreed anti suharto, suharto “sekutu” amerika.


Inilah pandangan saya dalam melihat degree of friendship indonesia amerika. Kita selalu menjadi “mitra strategis”. Kita tidak pernah menjadi “sekutu” amerika seperti halnya philipnina. Memberikan pangkalan Subic ke amreika (kala itu).


Tidak seperti hubungan Canberra -Washington yang “sekutu” dengan memberikan pangkalan “port of Darwin” kepada amerika.


Tidak pernah Indonesia menjadi “sekutu”amerika, dan tidak pernah menjadi “teman” amerika. Indonesia bagi amerika “hanya” mitra strategis. Kalau ada maunya baru berhubungan.
nah, saran saya kepada pemerintah sekarang bagaimana? Benar amerika menguasai militer dan curenncy dunia. Namun banyak yang melihat amerika 30-50 tahun ke depan adalah “sunset country”.


Sudah jam 13. 30-50 tahun ke depan akan menjadi jam 15. Sebuah analisa politik luar negeri, entah siapa yang membisikan ke pak Jokowi presiden kita, kita di “arahkan” merapat ke china, negara yang lagi terbit atau “sunrise country”. Bahkan dikatakan 50 tahun lagi menjadi pemain utama negara adhidaya.


Ini saya tentang habis, saya tidak setuju. Saya percaya teori itu benar bahwa amerika sunset, china sunrise, namun 30 tahun itu lama. Meninggalkan washinton bisa menjadi hal yang berbahaya.
Jadi begini kalau saya boleh menasehati penasehat presiden Jokowi. Catatan : soalnya mimpi kali ya, nisa nasehati Jokowi.


Kepada para pembisik dan pensehat presiden Jokowi.

Ada sebuah fakta dan boleh anda pastikan ke orangnya langsung. Pada suatu masa, dubes inggris dan amerika ( kala itu) mendatangi Ibu Mega. PDI P belum ada dan di suruh buat partai. Dan jauh hari sudah di katakan Ibu Mega jadi presiden di kemudian hari.


Dan benar, semua sesuai sekenario.


Fakta terbaru, boleh cek log book buku log perjalanan dinas. Dubes amerika dan dubes inggris berdua ke papua dan berencana membuat kantor konsulat di sana. Ini peristiwa baru bulan lalu. Boleh cek sendiri wahai para penesehat pak presiden.


Dan, perlu di ingat pak. Pada saat 1 desember 2015 kemarin, hari di mana dikenal dnegan “ulang tahun bintang kejora” papua. Tidak ada bendera 1 pun berkibar di tanah papua. Hebat?,,,biasa saja pak! Karena di 1 desember kemarin di lebih 10 negara, bendera “bintang kejora” berkibar. Apa ini artinya pak?


Bapak terjemahkan sendiri. Dan bapak pasti sudah lihat di google earth pergerakan Marinir amerika di port of darwin. Mau apa mereka pak? Ingat...kalau mereka mengatakan untuk antisipasi china di laut china selatan apa bapak percaya?


Begini pak agak bapak-bapak faham. Perang laut itu menggunakan bahasa “naval” . pasti pakai kapal laut. Kalau marinir itu pasukan daratnya aangkatan laut. Jadi marinir pasti perangnya di darat yang masuk melalui jalan laut.


Sekali lagi, marinir adalah pasukan combatan daratnya angkatan laut.
Mau apa ribuan ber-stasiun di darwin?



Bapak-bapak pasti pandai menganalisa. Saya tidak berani menggurui. Saya hanya berani nyeletuk. Dan kalau saya nyeletuk apakah saya tidak memberi solusi. Kalau di perkenankan saya akan memberikan pendapat saya. Namun bapak boleh dengar atau bapak boleh lupakan. Bagi saya saya sudah berbagi.


Bapak-bapak pasti tahu Laurent Desire Kabilla. Dia rebel di congo, di para militer dan kaum kaum milisi pemberontak. Yang kemudian menjadi kan presiden di negara republik demokratik kongo.


Diawal perjuangannya dia mencari sponsor untuk memerdekakan wilayah nya yang berbasisi suku Tutsi. Lalu dia mendapatkan pemerintah Canada sebagai sponsor. Hingga merdeka. Bapak pasti tahu cerita ini khan. Bapak-bapak pakar hubungan luar negeri. Dan syaratnya yang di minta cana sederhana,.Cobalt. tambang cobalt milik canada, samapai habis batas cadangannya. Laurent kabilla setuju, dan berdirilah negara tersebut.


Ketika IRIAN di deklarasi oleh presiden sukarno, yang artinya Ikut Republik Indonesia Anti Nederland maka restu sponsor sudah di pegangnya. Dari pada jatuh ke soviet dan china, maka sponsor amreika setuju di bawah indonesia papua itu dengan syarat...FREEPORT untuk amerika.


Jadi, mudah-mudahan semua pada mengerti maksud tulisan ini. apalah saya ini yang mengusulkan hal yang sangat radikal dan berseberangan dengan seorang menteri sekaliber Rizal Ramli. Saya hanya membahas dari sisi yang saya tahu dan di tujukan kepada penasehat presiden Jokowi. Mohon perkenan.