Tampilkan postingan dengan label Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidup. Tampilkan semua postingan

Mardigu Wowiek: GINI

Index GINI rasio indonesia saat ini mendekati angka rawan mas?!! demikian sahabat saya pakar ekonomi makro, seorang doktor wanita yang sering muncul di layar kaya berkata. Kalimat ini saya dapat ketika ia sedang meluangkan waktu 2 jam di sela waktunya yang sibuk ke kantor saya yang sudah tua di bilangan jakarta selatan.
Istilah itu lumayan familiar bagi saya walau bukan akademisi ekonom, namun data itu saya perlukan selalu dalam setiap pengambilan keputusan korporasi. Memang korporasi adalah ekonomi mikro, namun bagian dari indikasi ekonomi makro. Jadi memahami Gini rasio selalu jadi meteran saya melihat.
Secara global memahami Koefisien Gini (Gini Ratio) adalah ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan agregat (secara keseluruhan) yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna) hingga satu atau buruk.

Bahasa sederhananya adalah jurang antara kaya dan si miskin menjauh jika mendekati angka 1.
Angka berbahaya dalam dunia pemerintahan adalah 0.43 ke atas. angka ini di banyak negara menjadi indikasi “defence mechanism” sistem pertahanan sebuah negara. Di titik ini sering terjadi pergolakan politik, rawan konflik, mudah di tunggangi, mudah di adu domba dan mudah di taklukan negaranya.
Sekali lagi saya berusaha menggunakan bahasa yang lebih sederhana. Pada saat rasio GINI 0.43 artinya jika sahabat bertemu 100 orang di wilayah tersebut, maka 43 orang adalah orang miskin. Walau ngak begini amat pemahaman koefisien GINI tetapi pemahaman ini memudahkan otak menerima informasi.
Sementara arti kata miskin, artinya kemampuan untuk menghidupi dirinya sendiri saja tidak bisa, bahkan untuk kebutuhan mendasar seperti makan minum yang normal yaitu 3 kali sehari itu tidak bisa, itulah kategori miskin.harus di support oleh orang lain hanya untuk kebutuhan dasar. Seperti anak-anak sebelum memiliki income , bahkan ada yang sampai mahasiswa masih bergantung orangtuanya, bahkan ada yang sudah menikah masih bergantung orang tuanya.
Maaf terkadang kita tak perlu memperhalus bahasa dengan mengganti kata miskin menjadi kata pra sejahtera. Tak perlu. Kita harus terbiasa dengan fakta tanpa eufimisme penghalusan, namun pastinya jangan juga di besar-besarkan hingga megalomania. Cukup data fakta “as it is”. Baik secara bahasa maupun kenyataan.
Lalu yang menjadi pertanyaan saya ketika dikatakan Gini rasio genting saya pastinya perlu kepastian, saat ini di angka berapa rasionya di indonesia?
0.41 mas, demikian jawaban lugasnya. Dan semakin membesar. Dan ini pertanda buruk ketika jurang kaya dan miskin melebar begini.
Maka saya sebagai manusia ekonomi langsung terdiam dan memutar otak. Ini peluang atau ancaman?
Memaki pemerintah beserta jajaran kabinetnya atau bergerak melihat peluang dan mengambilnya? Kalau sahabat bagaimana? Apa yang dipikirakan dan mau dilakukan? # peace

Mantan Itu Alumni Hati

Apapun yang datang ke kamu saat ini, adalah kamu yang menariknya! Kamu yang dengan sengaja mendatangkannya. Kalau kamu menganggap ini kesialan, sial itu kamu yang membuatnya. Kalau kamu menganggap semua ini adalah nasib buruk, perbuatan itu kamu yang menyebabkannya

Kalau kamu susah saat ini, itu pilihan kamu sendiri!

Apa yang kamu ulangi dalam pikiran itulah yang akan menarikmu. Kamu sebel sama kecoa, kamu jijik dengan kecoa, kamu ulang-ulangi berkata takut kecoa dan mengingat-ingat terus akan kecoa. Entah bagaimana tahu-tahu dimana saja kamu ketemu kecoa. Kecoa itu seakan kamu tarik dengan pikiran kamu untuk mendekatimu.

Apa yang kamu takuti, apa yang kamu senangi itu akan mengulang dalam pikiran, hal itu akan “looping” berputar dalam diri kamu dan itulah menjadi magnet penarik atau transmitter pemancar pencari. Yang kamu ulangi tersering adalah “magnetic field” medan magnit. Semakin diulang kumparannya semakin banyak dan magnitnya semakin besar. Pengaruhnya semakin besar.

Inilah kalimat yang diberikan oleh mentor saya Geoff di saat otak saya sudah tidak bisa berfikir lagi menyaksikan perjalan hidup yang itu-itu saja 15 tahun lalu, tidak berubah membaik, malah dahulu setiap gerakan seakan masuk kepasir isap. Semakin banyak bergerak semakin tersedot. Sementara diam diri , juga tenggelam.

Hingga akhirnya berdiri seorang mentor yang berbicara lugas, tegas bahkan keras. “you are a looser, aren’t tired of it! ” kamu itu pecundang, kok ngak cape sih jadi pecundang!. Ayo berubah! Dan kalimat di atas itu mengiang pagi ini dalam otak kecil saya ketika partner bisnis saya melaporkan apa rencana kerjanya di tahun depan 2016.

Ujug-ujug dia melaporkan sesuatu yang dia sudah kerjakan 90% dan minta bantuan saya selanjutnya. Lah kok enak yah…yah demikianlah kalau punya partner yang kenalanya lebih dari 25 tahun. Kalimatnya santai, gw khan tahu mas wowiek!..tapi, memang ada benarnya. Dia cukup tahu saya.

Yang datang kesaya hari ini adalah….elite model looks!

Bayangkan, saya tidak punya pengetahuan seujung jari tentang dunia model, fashion, fotografi, advertising, dan sejenisnya mendadak datang kesaya dengan status “milik”, dan menjadikan indonesia negara ke 61 atas franchise bisnis ELITE MODEL LOOKS.

FRONTLINE membeli franchise Eliete Model looks! Dan informasi ini mengingatkan saya ke kalimat di atas? Ini apa saya yang menariknya? Kapan saya menariknya? Bagaimana saya menariknya? Kapan saya mengingat , melamun berfikir tentang models?

Dari pada mencari data yang hanya memuasi sisi kecil diri lebih baik melihat kedepan. Mau di apain ya?

Elite models memiliki 2000 super model, world class models. Misalnya seorang Claudia schiffer atau Gisele bundchen dibayar sebagai brand ambasasor sebuah product high fashion seperti make up atau fragrance jutaan dolar pertahun. Elite models adalah agen mereka. Bayangkan sebuah agency models kelas dunia ini betapa dahsyat nya pengaruhnya didunia bisnis, terutama fashion life style.

Sebagai agen maka elite memperoleh cuts bagiannya. Namun yang terbanyak tetap sang models. dan sekarang hadir di Indonesia. Wajah asia, oriental, polinesian, melayu ini khas. Sehingga produk internasional tidak akan memasang Kate Moss yang blond pirang dan blue eyes mata biru lagi di sudut produk kecantikan di asia atau di Indonesia karena ngak match, ngak cucok kata anak gaul.


Internasional brand mencari models local. Mewakili bangsanya. Beauty peageon memang sudah banyak, komnes kecantikan memang banyak di Indonesia saat ini, namun elite models beda. Diffensiasinya jelas, focus di wajah dan ekspresi.

Kemampuan sang models meng ekspresikan wajah sedih, gembira, nyinyir, bragging menyombong, snop belagu, humble rendah hati, sendu, meratap, sinikal, satire, terbahak, kagum, berfikir, mengamati, menatap, melamun, benci, murka, marah, pasrah, sensual, erotic, semua ada ekspresinya dan inilah kelebihan elite models dan inilah yang dibutuhkan seroang yang menjadi brand ambassador sembuah produk. Citra dirinya harus clean clear, profile nya up class, ekspresinya “bermain”.

Ini mungkin yang menjadi asal muasal datang eleite models kesaya ya. Karena ‘ekspresi” seakan menjadi domain atau hagemoninya serorang mardigu ( asumsi loh..hehe)

Sahabat mungkin memiliki banyak calon world class model dalam lingkar perduli anda. Bisa keponakan, tetangga, saudara sedarah, anak atau siapapun. Lihat kemampuan ekspresinya di foto selfienya. Kalau ekspresinya hanya satu itu-itu saja seperti memoyongkan bibir agar pipi terlihat tirus. Dia kurang gaya hahaha. Ajari berbagai ekspresi dan kemudian kirim fotonya ke elite models!

Lalu, apa sih maksud tulisan saya pagi ini? . kami berencana pada hari Kamis besok 10 desember 2015 jam 14 bersama mitra frontline akan meluangkan waktu sedikit untuk para sahabat.

Yuk ketemuan di sebuah kafe kecil di bilangan senayan. Namanya chill café, di lantai G di atas MC Donald di STC senayan. Kita diskusi ringan. Gratis kok. Kalau mau pesen makan atau minum bayar sendiri ya..ngak pesen juga tidak apa-apa, yang penting kita bisa bertemu silaturahim. Itu tujuannya.

Dan percaya deh, ada rezeki di setiap silaturahmi. Apa itu? Seperti apa? kita diskusi ringan dan sebentar. Hanya dua jam waktu tersedia, dari jam 14-16 saja. Minat? Luangkan waktu sebentar dan sampai bertemu kamis 10 desember 2015. kirim nama ke inbox saya buat reservasinya # may peace be upon us

Tidak Penting Bagaimana Anda Di Lahirkan, Tapi Lebih Penting Bagaimana Anda Bertumbuh

Bagi saya bisnis adalah dunia yang volatile bergerak naik turun dengan ektrim. Sulit di tebak dan penuh ketidak pastian. Itu adalah dunia entrepreneur. Inilah yang membuat saya heran kenapa orang kok menyarankan untuk memilih memasuki dunia uncertain kewirausahaan.

Coba tunjukan kesaya di mana kepastian dalam berbisnis bahwa anda nanti pasti kaya atau sukses? Berbeda dengan professional atau pegawai, baik itu pegawai negeri ataupun swasta. Tiap akhir bulan pasti di bayar gajihnya. Pasti dapat uang. Berapa pun itu. Inilah yang membuat banyak orang tua tetap menginginkan anaknya, bekerja. Dan bagi saya itu benar. Pasti-pasti saja menjalani hidup.

Paragraph awal ini sahabat bisa membaca apa mungkin yang terjadi dalam diri saya. apakah seorang wowiek lagi galau? Apakah wowiek lagi pesimis dengan dunia bisnis? Atau dia lagi di tawari jabatan yang sangat baik posisinya yang memaksa dia keluar dari dunia kewirausahaan dan masuk kedunia birokrasi eksekutif?


Kalau kesemuanya itu ternyata ada benarnya, apa yang saya harus lakukan kemudian? Main dua kaki? Atau meninggalkan salah satunya dan focus ke satu hal saja, mana yang seorang wowiek pilih?

Sebagai orang yang hobby dengan statistic dan enthusias dalam bidang psikologi social, saya beberapa saat yang lalu melakukan diskusi dengan beberapa sahabat. Pertama saya menjumpai sahabat yang pernah di dunia aviasi yang kemudian sekarang berada sebagai chairman salah satu peritail ecommerse yang besar.

Sebagai professional dia pernah memebuat perusahaan yang dipimpinya mepunya revenue 30 triliun prtahun dari perusahan merugi menjadi sangat menguntungkan. Dia merubah image perusahaan, megutamakan keselamatan dan mempercepat proses distribusi barang. Sangat revolusioner dan sangat destructive.

Masuk dunia birokrasi eksekutif sangat tergantung ownernya mas wowiek. Demikia dia memulai sharingnya. Kalau BUMN, pedang mu tidak pernah tajam. Gerakankan tarianmu ngak pernah lepas, dam tuan mu banyak. Ke bawah kamu tidak bisa asal tebas, walau salah dan lemah subordinate mu. Kamu bisa di demo, di kritik di media, di black mail.

Melakukan ide brilian kamu bisa di tanya DPR, dan pejabat terkait dalam departemen atasanmu. Dan mereka bukan orang faham bisnis. Mereka melihat selalu dari apa untung rugi buat diri mereka dan untuk kelompok mereka dari sebuah tindakan manuver bisnis kamu tersebut. Begitu tidak sesuai, mereka bilang atas nama rakyat indoensia yang mempercayai tugas itu di pundak mereka, kamu pesakitan.

Tapi, disisi lain, mereka minta kamu tetap melayani mereka. Kedatangan mereka tetap meminta di “layani”, ini yang membuat posisi kamu banyak “tuan” bahkan banyak nyonya, istri pejabat yang ikut minta dilayani. Ini melelahkan, ini makan ati mas.

Belum lagi laporan, waduh, 4 kali lipat dari sector swasta. Dan focus membaca laporan adalah mencari salah atau kesalahan yang akan di persalahkan. Bukan mencari masalah dan diselesaikan. Sementara, bagi manusia , salah itu manusiawi. Masalah itu diperbaiki. Itu dinamika biasa. Tapi kesalahan yang di persalahkan, menimbulkan masalah di atas masalah. Dan itu atasan senang, karena seakan mereka kerja.

Coba lihat pansus-pansus yang di bangun dan di proyekan, itu mencari apa? masalah yang akan di permasalahkan, dan bukan solusi. Kalau di tanya solusi, paling bilang : ganti! atau Hukum!. Itu saja. Bukan penyelesaian taktikal apa lagi strategikal.

Bayangkan mas, bekerja dengan minimum 3 mindset berbeda yang memonitor anda! Dia menghela nafas sebentar karena kecepatan dan terlalu bersemangat bercerita.

Lalu mas? Saya jadi antusias

Lalu, paling top 2 masa jabatan memimpin kurang lebih 10 tahun. Lalu sampailah di ujung karier di tempat tersebut yang penuh intrik dan friksi. Kalau kamu tahan loh!..usia misalnya 52 tahun. Kamu mendadak tidak berkantor di pagi hari. Kamu mendadak tidak di sapa dan diskusi atau meeting yang rutin kamu pimpin. Kamu mendadak tidak mendapat telfon atas kejadian hari itu. Diakhir bulan tidak ada sejumput cash masuk kerekening mu.

Memang besar depositomu, memang mapan tempat tinggal dan sarana tranportasimu. Tapi mendadak tidak punya kedaulatan kecuali rumah dan wilayah pribadi. Mendadak self esteem mu terguncang. Bertemu teman saja sungkan mas. Bisakah mas wowiek membayangkan posisi tersebut?

Saya manggut-manggut saja. Saya menunduk dan bisa memvisualkan.

Kalau di perusahaan swasta besar? Milik korprasi besar? Saya bertanya? Sahabat saya sang pakar manajemen aviasi barusan memonyongkan bibirnya sambil mendongak kekanan mengarahkan moyong bibirnya dan gerak wajahnya menunjuk ke sahabat satu kami satu lagi. Itu domain dia tuh. 

Sahabat saya ini pernah di HM sampurna, lalu lanjut ke posisi perusahaan jasa keuangan terbesar di dunia sebagai country head yang memilik jaringan di seluruh dunia, lalu menjadi pemain kunci dalam jajaran petinggi perusahan komunikasi di bilangan Negara asean, dan sekarang di jajaran tinggi di dunia keuangan sebuah perusahaan multinasional yang berkantor pusat di timur tengah..

Podo ae mas, ngak enake! Sama saja kalau di cari dan dilihat dari sisi treat atau negatifnya. Dia memulai sharingnya.

Iya mas, memang utu yang saya butuh. Kalau saya bisa menerima sisi buruk atau sisi berat negatifnya, maka yang positifnya pasti bisa saya terima, bener khan?

Iyo..jawabnya singkat.

Didunia korporasi swasta, tuan kita sedikit, pedang kita bisa tajam, gerak kita leluasa. Yang harus di pilih adalah, sang master. Tuan kita. Kalau dia buas, kreatif, out of the box, no rule, jago manipulasi, berani maneuver politik, networknya luas, modal kuenceng, Waduh, itu surga dunia mas.

Lincah sampeyan mas.

Bagaimana kita bisa di habitat seperti itu mas? Saya bertanya

Nah, sampeyan harus interview atasan langsung . katakana mas di tawari posisi puncak, maka share holder dan founder utama mas harus sempat bicara. Sedot datanya, baca gesture nya, lihat kebiasaannya. Karena bisa saja dia hanya pakai kita beberapa tahun terus di buang untuk invetasi lebih murah.

Tanya mantan personil sebelum sampeyan mas, lalu tanya bawahan langsung mereka juga. 360 derajat observasi. Satu saja ada feeling ngak kretek , jangan di jalani mas. Itu potensi confliknya. Itu potensi ketidaknyamanan jangka panjangnya.

Saya kembali manggut-manggut. Singkat cerita dua orang sahabat saya tadi masih saya gali , masih saya “probing dan digging” terus dari berbagai sudut. Sampai saya puas, dan singkat cerita pada suatu saat kemudian saya berjumpa dua sahabat lainya lagi.

Kali ini dua orang CEO merangkap salah satu owner pemegang saham dari 2 perusahaan tambang besar. Ini pengusaha murni, entrepenuer poll!., mentok. Sayapun cerita apa seperti cerita tulisan diawal. Dimana saya mendapat dua hal yangbenar-benar setali tiga uang, sama peluang sama besar, sama sulit, sama menantang. Selesai saya cerita overview, terdengar ketawa kecil dari keduanya,.huahahahaha. sambil meletakan gelas di meja dan yang satu ngetok-ngetok meja, masih tertawa, walau kecil tapi panjaang. Jiaaaah, kenapa nih berdua!! . Maaf kita sambung besok ya # may peace be upon us

Punya Jantung Ngak Punya Hati, Ini Manusia Apa Pohon Pisang?


Kalau bukan pemain besar, mau melawan raksasa bisnis, sebaiknya serang mereka pakai “flanking attack” mas! Demikian mas H memberikan pesannya ketika saya meminta saran untuk sebuah usaha yang belum pernah saya masuki.

Mas mau masuk dunia fashion models dan langsung membuat event terbesar di tanah air. Sementara mas wowiek belum punya pengalaman tersebut, itu gila. Katanya kemudian. Kalau saran saya masuk pelan-pelan. Para competitor juga tidak akan melawan karena pasarnya memang masih besar dan belum tergarap.


Mungkin mas wowiek punya strategi lain, dia memilih pakai “leapfrog attack” dalam bisnis kali ini, demikian pak S berkata masuk dalam pembicaraan.

Saya setuju dengan pak S, mas wowiek mau masuk dan mau langsung leading menjadi pertama dan terbesar dalam bisnis fashion models, karena itu dia pakai “encirclement strategy” sekaligus.

Saya duduk manis mendengarkan percakapan ini. Setelah sebelumnya saya bicara panjang lebar rencana bisnis saya yang baru maka mendengar saran dari 3 sahabat ini adalah kebutuhan dasar saya. Memang benar pada dasarnya berbisnis itu tidak mudah, sulit dan jalannya berliku.

Sebagai pebnisnis, kita seakan mahluk yang bekerja tanpa tanggalan merah. Setiap hari seakan tanggal selalu biru. Harus pintar-pintar ambil tenaga dan memanfaatkan tenaga agar tidak boros. Bisnis ibarat lari marathon. Jaga stamina karena panjang, jauh dan melelahkan. Cadangan energy di jaga, cash flow dijaga, semangat di jaga. Bukan hanya diri sendiri, mitra, teman , anak buah, team, vendor semua harus di jaga.

Belum lagi jurus dan strategi bisnis. Banyak banget. Di pasar highly competition red ocean market, dipasar highly regulated business seperti jasa keuangan dan airline, dipasar UKM, dipasar international semua punya strategi, jurus, kompetisi, dan regulasi berbeda. Sifat pasar juga berbeda, ekstreem sekali perbedaannya.

Dan untuk menjadi master, semua jurus harus dikuasai dan pernah digunakan dalam banyak pertandingan (baca kompetisi). Jika kita hanya tahu sedikit ya sedikit pula perkembangannya. Seperti misalnya beberapa saat lalu seorang sahabat saya berbisnis makanan. Dia masuk di bisnis warteg.

Harga murah, nasi mentung menggunung tinggi, lauk beragam banyak, tempat bersih seperti café atau resto fasfood kenamana nan tertata rapih. Posisi dan lokasi jangan di tanya lagi. Itu target nya. Di tengah pasar, dekat terminal, di daerah kantoran.

Membangun langsung 15 cabang. Manajeman rapih, bisnis plan nyaris sempurna. Beliau memiliki pengalaman di bisnis makanan lama. Bahan baku dapat harga termurah mutu terbaik. Chef terbaik, service ala warteg hanya dinaikan kelas pelayana, kebersihan serta sarananya dan harga tetap warteg jalanan. Murah.

Diawal cerita melihat strateginya menyasar C & B class, harga C class, mutu dan suasana B class, lokasi daerah utama di tengah kesibukan aktifitas harian banyak mansuia. Berbekal pengalaman ini bisnis pasti ngak ada matinya, pasti sukses, karena margin keuntungan juga masih cukup besar.
Tahun ketiga berjalan. Dia menceritakan bisnis warteg nya saat ini. Tutup semua.

Saya cukup heran. Manajemen bagus, harga bagus, lokasi strategis, competitor hanya warteg dengan manajemen seadanya disekelilingnya. Harusnya bukan tandingannya. Saya bertanya, kok bisa mas?

Dia menjawab, dalam manajemen rapih yang saya terapkan, strategi bisnis yang saya buat rapih dengan saran konsultan bisnis handal. Berbisnis ala chain café kenamaan atau fastfood ternama. Kami tidak pernah menghitung warteg sebelah kami, sebagai pesaing. Kami percaya mereka bukan lawan kami. Ternyata ada hal yang kami tidak perhitungkan dari mereka yang mukul kami.

“Ngebon”, atau ngutang bayar belakang, bayar abis bulan, bayar mingguan. Diama hal ini tidak bisa kami terima, namun hal inilah yang membuat warteg sebelah hidup dan berkembang. Keterikatan emosi, jauh lebih powerful dibandingkan kerapihan manajemen.

Tukang sayur, tukang ojek, tukang bangunan semua kesana, ke warteg sebelah kami. Walau ketika bayar mereka menghutang lagi. Seakan hutang ngebon tidak pernah lunas dan selalu memiliki hutang namun hal itulah yang membuat pelanggan kembali. Hal itulah yang membuat mahasiswa bisa menyelesaikan kuliahnya. Dan banyak alasan emosional lainnya. Bukan terenak, bukan termurah, bukan terbersih.

“Ngebon” itu merusak strategi bisnis saya, secanggih Harvard business school pun tidak pernah mengukur kekuatan ngebon. Yang jelas kami kalah kompetisi dengan ngebon. Dengan ikatan emosi ini. Betapa bisnis memang memiliki banyak jurus ada benarnya mas. Ini jurus mana, dimanajemen modern tidak dipelajari. Warteg2 itu master semua mas. Demikian dia menutup cerita yang membuat saya tidakpunya komentar selain, saya harus belajar lagi. Seperti hari ini.

Saya, dalam satu hari ini duduk bersama 3 orang yang memiliki kemampuan perusak usaha “destruction manajemen” pastinya peristiwa yang langka. Duduk bersama orang yang didalam berbisnis adalah orang yang pandai melihat terobosan dan berani mengambil resiko adalah sebuah kehormatan.

Bersama para eksekutif puncak perusahaan bonafid untuk berdiskusi membagi ilmu mereka adalah kesempatan emas yang tidak bisa di bayar dengan uang. Merasakan energy mereka langsung tidak bisa tergantikan dengan sebuah kenikmatan makanan terenak sekalipun.

Inilah hari dimana saya bersama mas H eks petinggi indosat dan petinggi excelcomindo TBK, pak S mantan petinggi medco dan mantan petinggi pertamina yang membawa pertamina masuk top 500 company dalam fortune magazine dan mas A petinggi bank asing mantan petinggi telkomsel.

Seperti nasehatnya di atas saya di sarankan menggunakan “flanking attack” dalam menyerang competitor dan “leapfrog attack” saya akan coba ceritakan dengan kisah bisnis nyata yang dilakukan mas H sewaktu dia di XL.

Flanking adalah mencari kelemahan lawan. Ini istilah tinju sebenarnya. Misalnya kelemahan seseroang adalah di perutnya, maka tonjokin aja perutnya lebih banyak dari kepalanya.

Dari 33 provinsi penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia saat itu menguasi semuanya. Namun ada daerah NTT dan Madura mereka lemah. Karena dianggap pasarnya kecil. Maka XL melakukan “flanking” dengan mengusasi 2 lokasi tersebut. Signal terbaik, jaringan terbaik dipasang sehingga dua lokasi tersebut di rebut pasarnya hingga 80%.

Lalu pelan-pelan masuk ke NTB dan bali. Tidak terasa bagi competitor terbesar tersebut karena pasar tetap tumbuh dari daerah lain. Namun mereka tidak sadar ada daerah yang keambil.

Lalu XL dipusat melakukan “guerilla attack” buat kampanye harga murah, namun hanya 2 minggu lalu menghilang. Pelan namun pasti , diulang-ulang pasar di tengah di ganggu dengan kampanye muncul hilang pulsa murah. Taktik guerilla. Hit and run.

Sehingga daerah Bali, NTB, jawa timur mulai kerebut dengan porsi hampir 50:50. Lalu ,XL menggunakan “leapfrog” lompat katak adalah membuat sesuatu lebih dulu dari competitor. jual paket pulsa Rp 10.000 an. Paket murah yang membuat pangsa pasar dalam waktu 2 tahun mengambil 20% pasar telekomunikasi pindah ke XL.

Itu ilustrasi sederhana dari pesan mas H. dan ketika saya berkumpul dengan para dewa CEO ini maka saran merekalah yang saya pasti pakai dalam menyalip ditikungan para competitor nantinya. Yang saya target adalah dunia advertsing. Karena para pemilik brand memerlukan program unik dan baik untuk profiling produk mereka pastinya. Maka kita membuat program untuk menangkap kebutuhan mereka, para pemilik produk utama – prime product tersebut.

O iya, sedangkan saran mas A dan pak S untuk “frontal attack” dan “encirclement strategy” sebaiknya ditulis diseri berikutnya ya. Mudah-mudahan banyak sahabat yang minat dan membutuhkan. # May peace be upon us

Tidak Ada Manusia Yang Terlahir Langsung Jadi Orang Besar. Orang Besar Lahir Pada Saat Yang Lain Tidur

B jeda sebentar dalam monolognya dengan berdiri dan menghentikan seorang pramusaji cantik yang membawa infuse water segar. Seakan dalam balapan, mas andy gracia ngak sabar ingin bicara rupanya dan dia yang sekarang bicara.

Begini wiek, menurut kamu siapa orang yang paling kaya yang kamu kenal? Apakah dia seroang yang “having a job”? Atau seorang “entrepreneur”?


Seketika pikiran saya mulai bekerja, ekspresi wajah saya yang mendadak stabil dan bola mata meliril ke atas, tanda sama mulai mengingat-ingat siapa ya orang yang paling kaya yang saya kenal? Apakah mereka punya pekerjaan atau mereka pengusaha?

Belum panjang saya berfikir, kalimat lanjutan mas andy Garcia berkata, lupain bill gate, lupain jack welsh . ngak masuk itungan karena harus “someone you touch”. Kamu kenal “personally”. Kamu tahu secara pribadi dan kamu akrab mengenalnya. Coba perhatikan, apakah dia punya pekerjaan atau pewirausaha?

Loe berdua? Saya mencoba meng cornerkan menyeleksi data orang yang saya kenal dan kaya.

Bukan, gw masih ada hutang bisnis. Kata B yang di timpali mas andy Garcia sama mengangguk menyetujui. Coba lu cari-cari lagi di data base lu. Mr IR?! Dia ngak punya utang tuh, kata saya menunjukan dengan gerakan wajah kepada satu gentlement yang baru masuk dan sedang berbicara dengan seorang petinggi di kabinet pemerintahan presiden Jokowi saat ini yang kebtulan berdiri berdua di depan kaca ruang party di lantai 5 ini.

Kami bertiga memalingkan muka kepada IR dan mas B dan mas andy Garcia setuju, nah..bener kalau dia kata mereka. Itu baru orangtaipan. Bener tuh IR. Ciri orang ultra kaya salah satunya adalah ngak bisa menghiutung berapa jumlah uang nya saat ini. Kalau kamu masih bisa menghitung berapa jumlah hartamu dan dari mana saja materi kamu dapat. Itu artinya kamu belum ultra kaya, belum taipan. Masih sekedar punya materi, punya uang.

Kepala saya pun terbayang perjalanan terakhir saya dengan IR ke bali, yang menghadiri undangan mas andy Garcia yang membuka sebuah resort 8 bulan lalu. Saya nebeng dari halim dengan IR dan keluarga yang saya kenal 25 tahun yang lalu, bahkan istrinya pun saya yang mengenalkannya. Menurut saya hubungan kami sangat dekat.

Nebeng pesawat pribadinya global 7000 teranyar. Saya yang kikuk selama perjalan lebih banyak diam melonggo dan rupanya di manfaatkan mas IR mendongeng apa yang dilakukan beberapa bulan terakhir (saat itu) dan apa yang di cita-citakannya beberapa tahun kedepan. Dia inginmembuat perpustakaan gratis kelas internasional disetiap ibukota provinsi, salah satu impiannya.

Lamunan saya terpotong mas andy Garcia yang menajutkan pembicaraan, sudah bandingkan lain lagi? Yang punya gawean ada ngak yang kamu kenal yang sangat mapan? Yang mungkin sudah di level international corporate dan sudah dapat “director cut”.

Sebagai catatan, director cut adalah seorang profesional yang mendapatkan opsi saham atau stock option dari perusahaan, dapat pembagian keuntungan perusahaan dan fasilitas lainnya. Diluar salary yang pertahun nya . dan bahkan terkadang penghasilan pertahun dan bonus itu bisa mendekati 10% keuntungan perusahaan dan bagi korporasi besar nilai itu bisa 10-50 juta dollar bahkan lebih salary cap dari CEO tersebut.

Seperti CEO yahoo yang cantik, atau ceo apple , tapi saya ngak kela, bukan orang yang saya “touch”.
Saya pun menggelengkan kepala. Kayaknya orang yang terkaya yang saya kenal adalah pengusaha bro. jawab saya kemudian setelah otak saya membandingkan dengan banyak sahabat para profesianal lainnya.

Ok, kesimpulan seorang wowiek mau jadi eksekutif perusahaan super besar yang dia ngak cerita di tawari BUMN atau international corporation atau tetap di entrepreneur?, kata mas andy Garcia kepada saya.

Atau Entreprenurnya jadi owner murni, dan cari professional yang “run”, lanjut mas andy Garcia.
Apa kamu coba telaah dalam diri, lanjut mas B, L bener tuh!,(L adalah nama asli mas andy Garcia) apakah kamu punya mental professional.

Professional adalah seseorang yang bermental memberi. Seorang pengabdi pada profesi yang taat dan pengabdi pada kehidupan yang luas.

Pengabdian professional adalah orang yang memberikan 2 hal. Karyanya tanpa pamrih dan hatinya tanpa batas. Kalau hatimu sempit jangan coba-coba jadi orang yang mengabdi. Dan jangan juga berfikir bahwa dengan hati sempit saat ini nanti akan meluas dan lapang dengan belajar kesabaran. Kamu bunuh diri namanya mas wowiek.

Tak akan merubah hatimu jadi luas. Berhadapan dengan parlemen wakil rakyat yang saat ini yang kalau bicara asal nyablak karena ngak faham bisnis yang selalu di dinamis. Mereka banya yang bukan negarawan, tapi wakil egonya sendiri, kamu bisa sakit hatimu. Karena penuh dengan kamarahan tertahan. Karena sempitnya hatimu. Kalau hatimu seluas samudra kamu masih ada tempat buat berkarya walau kamu di hujat, dimaki, dikritik.

Bener, kalau kamu punya hati sempit, sesak dada kamu. Stress kamu, meledak otak kamu.
Disisi lain, Kalau entrepreneur adalah seroang matre murni. Profit oriented. Goal getter, pengejar prestasi. Agak brutal dan tough di meja perundingan. Menekan di ruang direksi, demanding sangat menuntut pada karyawan. Semua orang di bawah pengusaha pasti tertekan.

Namun ada juga pengusaha yang memperhatikan subordinatenya, ngak asshole-asshole banget. Juga ada juga entrepreneur yang berhati memberi, yang biasa di sebut philanthropy. Namun cara mereka mendapatkan uang dulunya, jangan di tanya deh!

Sekarang saran saya, kata mas B menjutkan lagi. Kalau kamu mau kearah pengabdian kepada bangsa maka cari professional dibawah kamu di organisasi usaha kamu. Professional yang telah memberikan karyanya pada kamu sebagai entrepreneur dan kamu sebaliknya, berikan apa yang mereka telah mereka kontribusikan kepada kamu, yang telahmembantu kamu mencapai impian kamu, sama. Fasilitas kesehatan, perlindungan hari tua, sarana kantor dan tempat tinggal yang layak, itu terutama pada white collar worker mu.

Kalau blue collar worker, beri ilmu kepada mereka. Agar menjadi amunisi mereka di kemudian hari.
Jadi sekali lagi, pilih mana? Geser atau tetap. Pendapat gw bro..luh itu binatang ekonomi, sebaiknya stay di entrepreneur. Mas B berkata sambil menyetop pramusaji yang sudah dua kali lewat. Ngak ngerti alasanya kenapa mas B menyetop dan mengambil sepotong tapaz dan menengggak infuse water atau karena parusaji tadi cantik banget.

Saya jadi memperhatikan bahwa diapun mengenakan gelang, warna kuning! Dan saya perhatikan ternyata semua pramusaji juga pakai gelang, merah, hijau, kuning seperti para undangan. Eeehmmm acara ini cukup menarik dan kepala liar saya muncul.

Sebentar brader, gw mau keliling , kata saya kepada dua sahabat saya. gw mau hunting dulu ! yang di sambut dengan celetukan, naaah tergoda juga nih mas wowiek ya hahaha!.

Saya pun berjalan mendekati seroang pramusaji yang bergelang kuning dan saya tanya, mbak, maaf saya mau nanya kalau kamu mau cari pasangan hidup kamu memilih seorang pengusaha apa seorang karyawan? Itulah pertanyaan saya kepada setiap yang hadir yang wanita tentunya. Baik yang bergelang single, taken, available, looking saya tidak perduli.

Tindakan saya menanyakan tersebut cukup menarik banyak sahabat lainnya yang bertanya, loe flittering ngerayu banyak cewe bro? setiap kelompok lu datengin, dan cewek-cewek itu pada ngakak-ngakak, lu jago juga ya? Sahabat lain yang rupanya memperhatikan saya selama lebih 1 jam kesana kemari hingga jam 8 saya lembali keruangan dimana mas B dan mas andy Garcia duduk dan sekarang sudah bertamabh menjadi 6 orang ber7 dengan saya.

Celetukan mereka, bagaimana sudah puas fliterring? Ngapin tadi? Hampir bersamaan mereka berenam bertanya dengan wajah ingin tahu

Saya menjawab diplomatis, ada waktu 5 menit gw jelasin?..the floor is your bro, kata E adik mas B. yang saya lanjutkan , gw ini penggila statistic dan pengila social psikologi seperti jaman di kampus dulu.

Iya kita tahu..jawab KM yang memang satu kampus dengan saya dulu, dia junior dan beda bidang. Saya lanjutkan, ada sebuah statistic yang dalam pengambil keputusan itu perlu pendapat orang lain. Rumus pertama “jangan tanya ekspert” lebih baik tanyabanyak orang atau biasa disebut “wisdom of the crowd” teorinya.

Atau kalau kita nonton “who want to be amillionaire” maka kalau kontestan ngak tau jawaban maka ada 2 fasilitas yang namanya “call a friend” atau “ ask the audience” dan secara statitik call a friend menghasilkan 62% jawaban tepat. sementara ask the audience menghasilkan 84% jawaban tepat di seluruh statistic di acara tersebut.

Teori wisdom of crowd ini muncul setelah seorang professor psikologi social melakukan survey terhadap banyak marine dan pelaut yang mengenal wilayah laut pacific dimana saat itu di tahun 1968 ada sebuah kapal selam USS scorpion hilang dilaut pacific. Pertanyaanya adalah dimana kapal tersebut hilang, karena sudah lebih 2 tahun di cari tidak ketemu.

Pertanyaan kepada kebih dari 500 orang tersebut menumukan sebuah kordinat dari pendapat rata-rata. Yang ternyata 20 tahun kemudian ketika di ketemukan jaraknya hanya 182 meter dari titik tebakan “wisdom of crowd” tadi.

Lalu saya cerita lagi karena terlihat mereka antusias wajahnya, jaman kampus dulu kita pernah buat ekspremen. Kita taruh dalam jar, jelly beans. Permen jelly yang kayak bentuk kacang warna warni.
Kita masukan dengan jumalah 1812 permen jelly dan kita minta setiap yang lewat menebak isinya berapa. Ketika 10 orang sudah menebak maka jumlah rata-rata adalah angka 1322. Masih jauh dari angka daalm jar.

Lalu kita teruskan hingga 150 orang menebaknya, mulai dari menbak angka 250 an, hingga 5515. Maka ketika di average ternyata angkanya mendekati yaitu 1745 biji. Ketika di teruskan hingga 250 orang angka rata-rata tebakan mereka 1802 alias hanya selisih 10 dari jumalh tepatnya.

Teori “wisdom of the crowd” ini yang saya iseng-iseng pakai untuk menjawab apakah yang menjadi likeabilitas atau kesukaan orang dalam pilihan “pengabdian atau binatang ekonomi”. Dan di kantong gw sudah dapat data tersebut, masih mentah dan rasanya sudah kebayang. Jadi saya sudahbulat apa yang menjadi keputusan saya. # may peace be upon us always, happy new success year 2016.

Tersering Tuhan Meletakan Kebenaran Di Tempat Yang Kita Tidak Sukai

Menjelang datang pergantian tahun, saya yakin banyak sahabat yang membuat resolusi Tahun Baru. Bahkan efek dari sosmed seakan mengharuskan kita mempunya resolusi agar tidak dikatakan ngak up to date.

Bunyi resolusinya pasti pada hebat-hebat. Ada yang pengin berhenti menjadi karyawan dan beralih kuadran menjadi entrepreneur. Ada yang ingin mencapai kebebasan finansial. Yang ambisius pengin mendirikan 5 startups sekaligus. Ada yang ingin menulis buku. Yang jomblo pengin mendapatkan pacar. Yang sudah punya pacar pengin menikah. 

Yang gendut pengin mengurangi drastis berat badan. Ada yang pengen mengurangi kebiasaan keluar malam, ada yang ingin ganti kerja, ada yang ingin jalan-jalan, ada yang kepengen bergabung pada Gym fitness center, dan lain sebagainya.

Sekali lagi saya yakin para sahabat semua memiliki resolusi atau cita-cita di tahun 2016 mau apa. Pengin punya mobil. Pengin punya rumah. Pengin karir melejit. Pengin mengambil doktor. Pengin punya perusahaan sendiri. Resolusi-resolusi itu hebat-hebat sehingga menjadi penyemangat yang luar biasa bagi saya atau kita semua untuk terus maju di tahun yang baru.

Banyak lagi resolusi di tulis di diskusikan di angankan. Salah kah itu? Bagi orang seperti saya, saya adalah pemimpi, resolusi adalah bagian dari impian jadi ya sah-sah saja.

Adakah efeknya? Nah ini persoalan lain lagi.

Dalam riset yang dilakukan Richard Wiseman pada tahun 2007 menemukan bahwa 88% dari mereka yang memiliki resolusi Tahun Baru gagal mewujudkannya di tahun resolusinya.

Nah ini kenapa? Kok bisa tidak terwujud? Padahal membuat masterplan diri itu benar.

Coba sekarang kita bedah satu-satu. Coba perhatikan resolusi tahun lalu, atau beberapa tahun yang lalu. Berapa yang terealisasi? Bagaimana di tahun ini, ingin lebih tinggi lagi kah sukses rate nya?
Baik, izinkan saya urun rembug dalam hal resolusi tersebut. Dalam beberapa tulisan yang lalu saya pernah membuat tulisan bagaimana “memprogram diri” dengan teknik yang di singkat F.I.R.S.T. Dalam tulisan tersebut saya baru menjelaskan sedikit yaitu fungsi F & T.

Nah dalam hal menuliskan resolusi tahunini agar bisa menjadi kenyataan, atau sukses ratenya lebih tinggi, sama caranya. Juga menggunakan teknik ini. Setelah melakukan F maka kita akan melakuakan I, atau induksi.

Induksi adalah pengaruh atau rasa atau intensitas. Begini penjelasan sederhananya. Katakan kita memutuskan ingin menurunkan berat badan, mengurangi lemak pada tubuh dan membentuk “curve” pada tubuh. Seksi itu pada lekukan tubuh. Itu adalah “common sense” semua manusia bahwa lekukan itu sensual. Itu sudah menjadi dasar platform manusia, sudah ada dari sononya.

Dan tahun ini anda ingin mencapai ketiganya, berat badan turun, kadar kemak turun agar otot tidak menggelambir, dan seksi.

I atau intensitas tadi seberapa anda marah dan ingin mencapainya segera?!

Maka mulailah mempengaruhi seluruh perasaan anda para sahabat. Semakin anda marah dengan keadaan sekarang semakin anda emosi, semakin anda ngak tahan itulah pengaruh yang akan memberikan impact pada resolusi anda tadi.

Berikan I pada F yang sudah di tulis pada resolusi tersebut. Ok, ada baiknya saya sedikit berilustasi dari sebuah kisah nyata ini.

Saya memiliki sahabat, setelah lama menikah dia belum di karuniai anak. Maka resolusi tahunannya adalah memiliki buah hati. Dan di tahun ke Sembilan pernikahanya semesta mempercayainya seorang bayi. Namun bayi tersebut mengalami kelainan pada jantungnya.
Jabang bayi yang masih merah tersebut tidak bisa di operasi karena belum kuat perlu beberapa masa, hampir 1 tahun bayi itu di inkubasi. Bagi seorang yang sederhana seperti sahabat saya ini, maka memiliki dana adalah keniscayaan, keharusan.

Bayi yang di rindukan selama 9 tahun di berikan namun masih di tambah cobaan. Maka “compeling reason” dirinya demikian kuat. Apa lagi di tambah kenyataan bahwa istrinya di angkat rahimnya sehingga kecil bisa memiliki bayi lagi.

Bayi ini harus survive, mereka harus fight. Intersitas di dirnya, getaran di dirinya membuat resonasi besar yang di terima semesta. Dia seperti receiver yang dahsyat. Dalam 1 tahu sejak saat itu rezeki mengalir deras luar biasa. Dari seseroang yang sekedar mengendari vespa bekerja tidak tetap mendadak semuanya terang dan mudah.


Dia menggunakan I induksi pengaruh pikran pada dirinmya sehingga memiliki intensitas besar. Kita akan terasa getaran dirinya ketika berada disebelahnya. Getaran kemakmuran untuk mempertahankan insting ayah, parenting dan relationship.

Sahabat saya ini seorang public figure, dan ini kisah nyata. Dia menerbitkan buku dan dia tidak menceritakan cerita ini sebagai penarik simpati, bukan tipe dia banget. Buku nya bagi saya adalah buku spiritual, tentang arti lain dari vibrasi, tentang feeling, tentang rasa namun sangat menggugah, sangat mencerahkan. Sudah lebih 250.000 buku terjual. Itu salah satu efek induksi getaran walau sudah tahunan tetap masih berjalan.

Itulah intensitas induksi.

Lalu, setelah I induksi di lakukan dengan hasil intensitas besar , maka R & S adalah tindakan selanjutan. R adalah “repeatation” dan S adalah “suggestion”. Sederhananya saya ilustrasikan dalam kisah nyata lain lagi.

Seorang anak beranjak remaja di kota kecil di wilayah texas dengan penduduk yang kecil maka setiap orang kenal satu dengan lainya. “A place where everybody know everybody”. Semua orang jika melihat anak tersebut semua pasti berpendpaat sama, dia sangat cantik, santun dan bisa menjadi “kembang desa”.

Namun semua itu ternyata di renggut paksa oleh perilaku seorang drunk driver yang membuat anak itu meninggal karena korban tabrak larinya. Sang ibu berduka sangat dalam. Marahnya tiada terhingga. Dan dia memutuskan, cukup! Dia tidak ingin ada korban lagi terjadi karena pemabok yang mengendarai kendaraan.

Dia membangun organisasi yang bernama MADD mother againt drunk driving. Sebuah organsasi yang diawalnya mengumpulkan para ibu yang memiliki cerita sama, memiliki anak yang menjadi korban oemabuk berkendaraan. Lalu organisasi ini membesar dan di dukung banyak orang, philantrophy bahkan politikus serta Negara.

Efek gerakan ini merubah undang-undang akan kesalamat lalu lintas di dunia bahkan melebihi bukan saja menyudutkan drunk driver namun aturan lainya seperti batas kecepatan, test kesehatan dan alcohol, emisi gas buang dan puluhan aturan keselamat berkendaraan. 

Gerakan MADD ini membuat jutaan manusia pejalan kaki dan pengendara terselamatan. Atau sekarang menjadi lebiih aman walaupun tetap saja masih tinggi namun kesadaran keselamatan berkendaraan menjadi lebih baik.
Dia adalah seroang Candance Lightner, seorang ibu yang merubah dunia keselamatan berkendara yang karena kehadiran nya aturan baru di tegakan dan berhasil menghindari jutaan kecelakaan hingga saat ini.

Dan “moral of the story” tadi apa hubungannya dengan teknik R& S. sekali lagi, R adalah repeatation pengulangan, S adalah suggesti kalimat penekanan.

Ketika sang Candance Lightner mendapatkan sesi terapi dengan sesama ibu-ibu dia mendapatkan pengulangan penderitaan yang dahsyat pedih di rasakan. Sesi terapi itu memang di adakan oleh county sebagai healing method di tempatnya tinggal. Pengulangan itu membuatnya muak dan murka. Sehingga keluarlah sebuah kalimat..”enough!, enough!, enough!, tidak akan ada lagi ibu-ibu yang akan merasakan apa yang kami rasakan!!!”

Jadi ringkasnya, F adalah Fokus, I adalah intensitas induksi, R adalah repatation pengulangan, S adalah suggestion kata-kata penekanan dan terakhir adalah T termination. Tulisan kali ini memang di fokuskan di IRS karena para sahabat pasti sudah membaca yang F dan T dalam tulisan terdahulu. Jadi tulisan kali ini itung-itung pelunasan hutang tulisan. Karena saat menuliskan F dan T banyak sahabat yang bertanya kapan IRS di jelaskan.

Jadi, kembali ke resolusi 2016 kita, setelah menentukan “F fokus” para sahabat lalu lanjutkan IRST di setiap daftar list tersebut. Jangan sekedar menulis khan tapi berikan FIRST teknik ini. Ini teknik sederhana, ini teknik proven yang berbasis penelitian panjang di dunia pemrograman otak manusia. Selamat menjadi anda yang sukses di 2016. # May peace be upon us

Sejatine Sukma Sejati Iku Sejatine Roso

Generasi milenium adalah mereka yang saat ini berusi 18 tahun – 35 tahun, yang lahir di antara tahun 1980an awal hingga 1999. Dan saat ini di indonesia generasi milenium itu merupakan 100 juta populasi penduduk.

Mereka ini trend setter fashion, motor ekonomi kreatif, faham gagdet dan teknologi, life style, entertaiment hiburan, kuliner, dan banyak lagi yang di dominasi oleh generasi ini.

Generasi ini sangat skillful, multitasking bisa balas email sambil denger lagu dan menerima telphone berbarengan. Sangat melek teknologi

Generasi ini berciri informil, santai, moody - perasaan adalah hal yang sangat di tunjukan, dipentingkan, crowd opinion orientation dalam keptusan biasanya juga suka menunggu opini orang lain dan didapat dari dunia informsi sosmed dan dunia maya lainnya, berpendidikan lebih baik dari generasi sebelumnya di usia yang sama, berwawasan lebih baik bahkan sering menganggap mereka “over qualify”terhadap kerjaan mereka di dunia korporasi dan lebih ekspresif.

Senang mendapat pujian dan bukan peng-hendle kritik yang baik bahkan tidak baik. Apa lagi hujatan, sulit sekali mereka menerimanya. mereka sangat konfrontatif urusan hal ini, ego center mereka besar.

Manner dalam perilaku atau cara mengerti pikiran orang lain? Hahaha bisa di katakan mereka agak tipis bisa mengerti hal itu. Ngak pandai, mereka sering potong kompas dan sulit memahami isi pikiranorang lain. Itu salah satu kelemahan generasi ini. bahkan saya menilai generasi ini usia kedewasaan atau usia psikologynya di bawah usia biologisnya?

Maksudnya mas? Saya memerlukan penjelasan

Usia biologisnya misalnya 29 tahun, tetapi usia kedewasaan sosialnya bisa baru 19 tahun atau awal 20 tahunan. Usia psikologisnya usia belasan, Bocah banget! Padahal di kultur bangsa lain itu usia sangat matang dewasa.

Inilah pagi-pagi saya di kuliahi oleh seorang sahabat lama yang tangal 14 januari 2016 ini mengundang saya ke Jogja untuk hadir dalam agurasi gelar doktonya di bidang ilmu politik di mana latar belakangnya adalah psikologi sosial dan pengusaha.

Dia melanjutkan, Itulah alasan saya merekrut pegawai dalam tahun 2015 kemarin usianya bebarpa di atas 35-40 tahunan. Sehingga umur rata-rata karyawan saya saat ini 34 tahunan. Tahun 2012-2013 kemarin usia rata-ratanya karyawan adalah 27 tahunan. Waduh..cape deh!! Kayak ngurus anak remaja, bahkan mungkin masih enak ngurus anak remaja.

Mereka bisa “bad mood” hanya karena kita tekan. Mereka bisa keluar berhenti kerja hanya karena target tidak tercapai dan di marahin. Konflik horisontal dikantornya juga tinggi. Ada saja yang di konflik kan, dan bagi generasi diatas, atau yang usianya sekitar 45-50an, hal yang mereka konflikan itu bukan masalah banget. Karena bisa menekan pride atau harga diri. Generasi milenium, ngak pinter urusan ini. Misalnya dalam memilih event di kantor, itu malah bisa buat gap karena rebutan bukan membuat akrab.

Memilih selera dan menu makanan acara ulang tahun kantor itu bisa jadi konflik karena mereka well inform dan banyak tahu dan memaksakan idenya. Dan banyak lagi. Pusing pala adiknya berbie..katanya sambil pegang dengkul, bercanda menunjukan kepada adiknya berbie di dengkul.

Bener loh mas wowiek, Manja sekali caranya mereka memperlakukan hidup mereka. Spoil banget, soft lunak sekali inginya jalannya kehidupan. Padahal kalau mereka manja dengan diri mereka kehidupan akan membalance dengan memaksa mereka melalui jalan yang keras kesehariannya. Di sisi lain kalau manusia keras dengan dirinya, disiplin, manner, attitude di jaga, memiliki care dan intergitas, kehidupan keseharian menjadi melunak. Alam sayang sama orang yang ber-karakter!.

Itu pengalaman saya loh, itu mungkin empiris pengalam pribadi, namun itu belief sistem saya, katanya dengan nada tinggi untuk meyakinkan saya akan sintesanya.

Generasi milenium ini adalah generasi yang lahir dalam kondisi dunia yang lebih baik dari generasi yang sebelumnya. Tak banyak melihat perang, tak banyak tahu kelaparan, generasi milenium cenderung melihat dunia lebih optimis.

Mereka melihat dunia tanpa batas, karena itu mereka cenderung memilih mengerjakan sesuatu berdasarkan perasaan. Apa yang mereka suka. Apa yang mereka passion. Lebih match dengan diri mereka. True colour mereka sangat mudah terbaca. Open.

Generasi milnium adalah straight to the point tanpa basa-basi langsunglangsung saja dalam berkomunikasi verbal atau non verbal. Kalau menulis email, surat atau pesan mereka menggunakan pernyataan yang langsung ke maksud tujuan. Semetara di generasi yang lebih tua mendahuluan sapaan santun dahulu baru maksud.

Dasar pemikiranmereka berbeda dengan generasi terdahulu karena sumber informasi mereka sangat luas. Perkembangan teknologi ikut serta membangun pola pikir dan tindakan tersebut yang memiliki ciri menonjol. Ingin cepat ingin instant.


Karena apa mereka ingin cepat? Karena memang segala saat ini bisa cepat. Informasi dalam spilt second bisa masuk ke mereka sehingga keputusan pun bisa cepat. Kenapa mesti lama? Ketelitian menjadi kelemahan mereka. Buru-buru dan kecerobohan menjadi hal yang tersering menjadi sandungan mereka.

Wah panjang nih datanya tentang generasi milenium ini? saya juga baru sadar bahwa jajaran manajer kebawah di tempat saya ya rata-rata “UJIKELAMIN” kebanyakan..saya berkata yang di potong nya, hah..apaan itu uji kelamin mas? Tanyanya dengan muka polos

Oh..iya, Usia JIgo KELAkuan MINus! Jawab saya seketika.

Jiaaah!...bener juga ya mas ujikelaminnya hahaha, kami jadi tertawa bersama.

Saya lanjutkan : Dan baru saya perhatikan, para manajer ke atas di tempat saya usianya 40an tahun, sangat nge gap ya..baru sadar saya. Ada baiknya usia staf manajer kebawah itu saya naikan usianya dan usia manajer ke atas saya turunkan. Menarik juga cerita anda mas Doktor, sehingga saya bisa mendapat sudut baru dalam mengembangkan SDM.

Lah mas wowiek mau buang orang yang usianya 45an kemana? Mahal loh harga PHK? Tanyanya lagi.
I ya mas Doktor, saya punya metode yangs aya selalu pakai untuk “job exit” di tatanan atas ini. saya akan buatkan usaha, dimana modal mereka kita siapkan, dan mereka kita kasih saham hingga 60% alias mayoritas. Tanpa harus setormodal karena di modali. Statusnya pinjaman loh tapi golden share mereka dapat. Tentunya ini usaha yang secara kolektif mereka sudah miliki, impian mereka , network mereka.

Ini teknik “spin off” perusahaan membangun anak usaha yang biasa, juga buat “tax planning” sekalian. Mereka memiliki saham dan kalau mereka berhasil dan jadi besar kita dan mereka senang. Jauh lebih benefitnya dari pada pesangon. Kalau mereka gagal, mereka tidak menyalahkan siapun kecuali dirinya sendiri. Dan pengalaman saya 70% berhasil project ini karena apologia, “self defence survival” mereka besar. # May peace be upon us