Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Ramalannya Mulai Dari Ahok Di Pinjara Hingga Setnov Di Tahan KPK Benar Semua, Siapa Dia?



BOCORAN SUPAYA DI ANGGAP

Mereview singkat tulisan saya tahun 2017 ini ada beberapa yang boleh saya pamer tanpa berniat pamer, tetapi niatnya lebih parah dari pamer, yaitu nyombong hahaha. Sesekali saya memuji diri sendiri boleh donmg ya karena ngak ada yang memuji sih.

Yang saya review adalah beberapa tulisan misalnya saya menuliskan ahok akan kalah pilkada bahkan sebelum peristiwa al maidah dan ahok di penjara 6 bulan sebelum di putuskan, terjadi. Saya mengatakan setnov akan berbaju orange KPK dan airlangga jadi ketum golkar jauh sebelum setnov di tetapkan tersangka. Bahkan masih nyaman di tampuk ketua golkar, terjadi.

Ridwan kamil akan kalah dalam pilkada jabar saya sudah ramalkan dan khofifah kalau maju akan kalah dalam pilkada jatim lama sudah saya tuliskan. Walau belum terwujud namun saya masih tetap mengingatkan bahwa apa yang saya tulis bukan analisa.

Saya mengatakan perekoniman amerika naik dan dolar akan menguat sudah dari jauh hari juga. Terorisme akan bergerak lonewolf, ekonomi dunia akan bergerak naik 2019, namun ekonomi Indonesia bisa anomaly di 2018 dan 2019 bisa bergerak turun. Saya sudaj tulisakan tersirat dan tersurat.

Sekali lagi saya katakan “bisa” karena kalau kebijakan ekonominya seperti saat ini, kata bisa berubah menjadi “pasti”, kalau kebijakan ekonominya di ubah maka setidaknya stabil perkembangnnya.

Jadi bocoran dari tulisan ini apa yang harus di garap secara ekonomi? garap pasar export. Tetapi sebentar , kita tidak bahas dulu ekport, kita akan bahas sebentar lagi. Mengapa? Ada banyak sahabat yang bertanya yang harus saya berikan “gambaran”, yaitu pertanyaan : bagaimana pemerintahan 2019 di Indonesia? Gantikah atau bertahan?

Ok, Saya urai perlahan ya.

Ingat, yang memilih presiden Indonesia bukan orang Indonesia saja. Tetapi Negara yang “berkepenting” akan ikut bermain. Ok, ini hanya sekedar mengingatkan saja saya pernah bahas di tulisan lalu-lalu. Inilah yang di sebut “state sponsor” dan ini common practice oleh banyak Negara. Malaysia bermain, singapura bermain, china bermain, amerika bermain, Australia bermain, india bermain. Hanya Indonesia saja dalam pemerintahan kali ini tidak bermain, maklum ngak faham mengolah Negara lain.

Saya beri contoh pemerintah saat ini tidak bermain karena “tidak faham geopolitik” regional boleh ya saya tulis. Sekali lagi bukan mau mengkritik tetapi saya mau melihatkan apa adanya.

Ingat sandera 10 orang di zamoaga di Filipina selatan? Kita negosiasi lama untuk bisa melakukan “operasional” di ranah Filipina tidak mendapat respond “segera”. Beberapa bulan baru masalah selesai dan yang membuat saya kesal adalah sisi Filipina yang menerima di lapangan pangkatnya “mayor” sementara kita megirim sampai 3 delegasi, dari swasta, mantan petinggi tentara sampai tentara aktif jendral bintang 2 bahkan menteri pertahanan harus aktif mengurus dengan prosedur rumit baru bisa bergerak. Izinya bulanan?!!!

Satu sebagai catatan perbandingan atas peristiwa tersebut namun pemerintah kita yang terlalu “casual” ini ngak pernah perduli,bahwa sesungguhnya sikap Filipina tersebut mencerminkan : INDONESIA ITU TIDAK DI ANGGAP SAMA FILIPINA sekarang.

Kalimat yangmembuat sakit hati banyak orang saya lontarkan, “Indonesia tidak di anggap oleh Filipina” tetapi kalimat saya ini pasti di pandang beda oleh kementrian luar negeri ya ngak apa-apa deh.

Mengapa say aberani mengatakan Indonesia ngak di anggap? Kita mundur sebentar jaman pak Harto berkuasa. Bandingkan dengan peristiwa pembajakan “woyla” yang mendarat di Don muang Thailand. Indonesia di perlkuan berbeda oleh thiland waktu itu di bandingkan dnegan Filipina sekarang.

Dengan reaksi cepat pak Yoga, pak Beni dan pak Harto dalam waktu 2 jam sudah mendapat izin “clearance” dari menhan Thailand dan Indonesia bisa mendarat pasukan Indonesia dengan “full battle suit”. Dengan menggunakan baju dan pelengkapan perang lengkap, pronto, segera.

Sebentar –sebentar intermezzo sebentar, saya mau beri kan pelajaran pengingat dalam istilah militer sedikit, kalau berkenan.

Sebuah Negara tidak akan mengijinkan tentara dari Negara lain masuk ke Negaranya dengan “full battle suit”. Tidak boleh masuk sebuah Negara dengan mengenakan baju perang karena di artikan “okupansi” atau penaklukan.

Jadi kalau masuk harus tidak boleh baju perang atau bawa peralatan perang , ya pakai baju dinas harian atau baju sipil.

Dalam kasus tentara Indonesia masuk Filipina copot ornament perangnya untuk pembebasan sandera tersebut. Atau ada contohlain, ketika Amerika waktu masuk Pakistan “ambil” osama bin laden adalah “occupation” penaklukan paksa, itu “pelanggaran”, itu memang kampretnya amerika. Tulisan tenatng amerika dan Filipina ini hanya sebagai tulisan contoh agar faham yang di maksud dengan “full battle suit”.

Dalam peristiwa pembajakan kapal udara woyla di don muang Indonesia dapat clearance dengan full army battle suit & Armor. Boleh “masuk” bahkan lengkap dengan senjata hanya 2 jam setelah peristiwa sehinga kurang dari 12 jam, pembajakan selesai.

Pesan morilnya? Indonesia jaman itu sangat “ DI ANGGAP” oleh regional Asean dan dunia.

Ok, kita balik ketopik tulisan, Saya nanti kalau berkenan akan menjelaskan mengapa Indonesia saat ini tidak dianggap dan waktu lalu di anggap. Sabarnya, karena topic banyak yang harus di ingatkan. Saya ngak berani mengatakan saya “ngajari”, saya ingatkan saja. Sontoloyo tahu apa sih? Iya khan?

Kembali ke urusan 2019 tentang masalah pemimpin bangsa Indonesia di kancah pilpres. Ada baiknya perlahan saya bocorin sebuah informasi penting dan ini langsung dari yang “berkepentingan”.

Kalau nanti di pilpres 2019 ada 2 pasang kontestan bertanding sebagai calon presiden Indonesia misalnya Jokowi/JK bertarung lagi lawan prabowo/Anies. Atau JKW/Dahlan Iskan vs Gatot/Anies misalnya, maka dapat di pastikan incumbent Jokowi akan “dimenangkan”.

Kalau pasangan menjadi 3 paslon , ada 3 pasangan bertanding di 2019 maka artinya “mereka” sudah tidak mau Jokowi lagi. Ini kode yang saya bocorkan sekarang. Sahabat boleh tidak percaya dengan semua tulisan saya. tetapi saya mengingatkan saja, setiap gerakan yang bersifat massif dan memiliki “impact” besar selalu saya tulisakan sebelum peristiwa terjadi dan sebagian besar terjadi, benar
Mardigu Wowiek: KESADARAN BERKEMAMPUAN

Mardigu Wowiek: KESADARAN BERKEMAMPUAN

Kita sekarang membicarakan hal yang sederhana dulu. Kita off dulu bicara politik papan atas. Kembali ke bidang lain yang banyak menjadi pertanyaan teman-teman. Masalah dengan “berfikir benar” doang kok bisa kaya raya.
Berfikir dan bertindak seperti apa yang bisa membuat kaya?
Menjawab pertanyaan seperti ini memang harus rinci menjelaskannya. Juga harus memberi contoh dan pengalaman.
Contoh saja membuat mengerti tapi tak merubah apapun. Concious tetap INCOMPETENCE, tidak berkemampuan.
Maju setahap sih, dari unconscious menjadi conscious, dari belum sadar menjadi sadar.
Tapi ngak ada bedanya. Kerena keduanya tetap Incompetent. Kita nya masih belum berkemampuan.
Menjadi conscious dan competent itu point diskusi saya kali ini. menjadi kompeten, berkemampuan untuk makmur.
Tugas pertama saya adalah bagaimana prosperity conscious ( software kaya) jika ingin di pasang sistemnya? maka permasalahan atau keadaan tersebut di UBAH ke bentuk "object".
Saya harus mampu membuat isi kepala sahabat semua saya pasang “object” nya, ini lebih dari visual.
Ok, agak sulit menerima informasi ini saya tulis bentuk lain dengan contoh.
Seseorang perokok. Baik, saya ini tidak pernah mengatakan bahwa merokok itu buruk, saya selalu bilang merokok itu baik, tetapi tidak merokok itu lebih baik.
Jadi teman perokok tadi ingin berhenti merokok (quit smoking). berbagai cara dia sudah lakukan. Dia sudah gunakan banyak metode tetapi ternyata kalau lagi stress, atau dia lagi cari ide, atau dia sehabis makan selalu harus merokok.
Maka, saya sebagai orang yang diminta untuk menghilangkan kebiasaan merokok harus melakukan “mengubah object”. mengubah data base yang ada di otaknya.
Sekarang object dalam pikirannya adalah merokok itu menyenangkan, nikmat rasanya dan lain sebagainya.
Maka saya mengubahnya dengan memberi “object baru”. Saya duduk di depannya, saya bawa 2 slof rokok favoritnya. 24 bungkus rokok. Saya duduk bersamanya dan setiap batang rokoknya habis saya akan nyalakan lagi rokok berikutnya.
Ketika memasuki 3 bungkus, dada dia mulai sesak, dan apa yang saya lakukan, pakasa terus dia menghisap rokok tersebut, sampai 6 jam, sampai 1 slof habis tanpa jeda. Nangis, pedih, sakit, dada sesak, sebel segala macam rasa masuk bercampur dan saya ngak perduli apa pun pendapatnya tentang saya yangs andis, sontoloyo, kejam ini. sampai dia ngak bisa nafas..entah bungkus rokok keberapa.
Di saat itu berhenti proses “ubah object”nya. disini teman kita tadi sudah punya object baru, merokok itu ngak enak,sesak, bikin sakit dan sangat traumatis malahan rokok itu. Dan diapun berhenti merokok, pasti. disinilah seninya, kepakaran seorang mentor itu disini pertaruhanya. Kalau dia balik merokok, itu mentor abal-abal. Kalau saya ngak akan balik. Saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk ini.
Ketrampilan merubah ”sesuatu menjadi object yang baru” tersebut tekniknya di kenal dengan nama "Progresive Object Experience technique". Sehubungan dengan kemakmuran, semua ada dI MMBC IV- Milionaire mindset Boot Camp di Jogjakarta 3,4,5 November 2017.
Mardigu Wowiek: CARA PANDANG BEDA

Mardigu Wowiek: CARA PANDANG BEDA

Bertemu dengan seorang yang lebih tua, lebih berpengalaman dan lebih sukses adalah sebuah kewajiban bagi saya. Jadi pertemuan selasaan tadi pagi di café favorit kami kedatangan pebisnis 65 tahun yang memiliki perusahaan yang namanya kalau di tuliskan semua orang akan tahu berapa asset dirinya.
Saya buka dengan pertanyaan, what is your dream business sir?
Sebagai seorang yahudi, warga Negara amerika, baru kedua kalinya menginjak kaki keindonesia namun kenal sekali dengan ekonomi asia tenggara dia menjawab , impian saya? saya seperti apa yang Adkerson akan dapatkan dari pemerintah Indonesia!
Kami yang mendengarkan kalimatnya sangat heran. Kita semua tahu Richard adkerson adalah orang nomor satu Freeport, dan dia dapatkan apa? itu pertanyaan kami dalam hati.
Well, do you know why Bloomberg give score 1:0 to Freeport? Dia meneruskan jawabnya dengan pertanyaan. Dia bertanya dalam deal divestasi saham Freeport yang akan di ambil oleh BUMN atau pemerintah Indonesia Bloomberg menyatakan yang score adalah Freeport satu nol oleh gol bunuh diri dari Indonesia.
Pernyataan ini sulit di artikan orang awam, termasuk saya. Dimana saya tahu hanya psikological gesture atau makna tersirat, bahwa angukan mantuk-mantuk setuju Freeport pasti ada maksud yang jauh lebih dahsyat. Dugaan saya geopolitik akan “dimainkan”. Tapi itu teori konspirasi.
Sementara di hadapan kami kali ini, ada seseorang yang memimpin perusahaan yang memiliki bisnis dengan market kapitalisasi sama dengan APBN Indonesia satu tahun, 2000 triliun rupiah atau 150 Billion dolar.
Please explain further sir? Saya meminta penjelasan lagi.
Well, Freeport need new blood for deep mining. Ya kita semua tahu tambang grassberg mulai masuk tambang dalam. Sementara di kaltim pengusaha local masuk tambang dalam seperti berau coal dua kali ambruk tambangnya.
Sulit dan mahal investasinya uyntuk tambang dalam tambang tembaga lagi. Memerlukan hampir 500KM jalanan baru dalam tambang sebagai penunjang infrastruktur penambangan tersebut salah satunya. Di perkirakan perlu 15 billion dolar setoran poemerintah Indonesia dengan dengan return yang panjang lebih dari 10 tahunan bahkan 15 tahun.
Sementara pemerinath Indonesia berminat invest masuk ke Freeport. Apa ngak adkerson seneng banget tuh!!!!
Pemerintah Indonesia berani bisnis di sebuah bisnis yang penuh resiko. Dan baru kali ini di dunia ada Negara masuk kedalam industry beresiko tinggi, mining industry. Luar biasa ngak tuh.
Apa ngak adkerson jingkrak jingkrak. Bisnis tambang sangat sangat tinggi resikonya. Biasanya Negara kalau masuk bisnis itu di bisnis yang “no risk”, bahkan bukan yang “low risk”. Ini masuk ke “high high risk”. Indonesia, berani!! Luar biasa.
Masuknya pakai duit apa Adkerson tidak perduli, mau asset Negara di jual, mau pinjem dari asing, mau pakai dana pensiun, mau pakai dana sekuritisasi asset BUMN, bagi adkerson ya seneng-senang saja. Toh beli di harga premium atas saham freeport lalu masukkan dana lagi untuk investasi tambang dalam dan modal kerja. Total kira-kira pemerintah Indonesia masuk uang 15 billion dolar, atau 200 triliunan rupiah. Dengan return diatas 10-15 tahun.
Saat ini selisih APBN Indonesia di kejar pajak di bulan agustus 2017 hingga akhir tahun masih kurang 360 triliun belum tentu terkejar, apa lagi tambah 200 triliun lagi. Wah adkerson ngak perduli tuh, yang penting bisnis tambang penuh resiko bisa jalan.
Mendengar ceramah seperti begini, saya mules di perut, penat di kepala. Kok beruntung banget itu adkerson, kok begini cara mereka melihat peluang. Kok Indonesia sepertinya salah melulu ya #peace
Mardigu Wowiek: BELAJAR MASAK AIR

Mardigu Wowiek: BELAJAR MASAK AIR

Dalam bisnis hal yang paling penting adalah permodalan. Dan bagaimana membuat modal datang kepada bisnis kita?
Kita mengandaikan diri sekarang. Anda katakana seroang suami pengenten baru, dimana istri anda belum bisa masak. Lalu sang istri berkata, suamiku, bagaimana kalau dapur peralatannnya di lengkapi, juga di berikan dapur yang bagus, ada plus ada oven, ada kompor , ada utensil peralatan yang lengkap untuk masak. Pasti saya akan bisa masak dalam waktu cepat dan enak.
Sekarang menurut anda, kita pakai akal sehat saja untuk menjawab, ketika anda siapkan semua peralatan tersebut apakah sang istri bisa masak sesuai janjinya? Atau tetap tidak bisa masak dan mengandalkan pembantu atau mengandalkan jari-jarinya di depan smartphone nya yang terhubung dengan apps go-food.
Sekarang kita balik, suaminya sekarang berkata, istriku, kamu kalau sudah bisa membuktikan pandai di dapur dan bersemangat, pasti aku akan perbagus dapur dan menyediakan seluruh peralatan dapur.
Pertanyaan, berapa besar “chance” ketika benar istrinya bisa masak , sang suami benar akan menepati janjinya menyediakan peralatan dan merombak dapur agar keren dan lengkap?
Ternyata dalam statistic dari dua kasus diatas, ketika suaminya menuruti pesan istrinya dimana dapur lengkap dia akan bisa masak peluangnya sang istri bisa masak setelah dapur lengkap hanya 20% alias dari 5 istri yang di perlakukan seperti ini, hanya 1 yang bisa masak.
Namun disisi wanita membuktikan kemampuannya, dari 5 suami, 3 orang atau 60% memenuhi janjinya, memperindah dan memperlengkap dapur.
Mengapa demikian?
Secara psikologi pasti sudah bisa di tebak. Kita bahas khusus psikologi ini di tempat lain ya, agak panjang masalah ini di jelaskan karena harus mengunakan kisah pembuktian ekperimental .
Adapun tujuan tulisan kali ini adalah tentang mendapatkan modal bisnis.
Dalam proyek yang masih green field. Belum jalan, masih konsep, masih ide, belum komersial, atau kalaupun sudah jalan masih “skala lab”.
Maka modal akan sulit datang. Karena pemodal atau funder kalau tidak melihat asset kita, mereka melihat “revenue” atau turn over atau penjualan.
Jadi cara termudah mendapatkan modal sekali lagi, laklukan seperti sang istri yang dapur jelek, seadaanya tetap berusaha masak. Karena semakin sering kita masak, maka hukum “ala bisa karena biasa” tercipta.
Sementara green field company yang belum jalan sulit mendapatkan modal karena seperti kenyataan dapur yang lengkap, tetap saja tidak bisa masak. Bisnis yang serba lengkap, belum tentu jalan. Lebih baik, seadanya jalan, walau terseok, walau masak air gosong, tetap lebih baik. #peace
Mardigu Wowiek: EXTRAODINARY YANG DIULANG

Mardigu Wowiek: EXTRAODINARY YANG DIULANG

Kebenaran adalah kesepakatan bersama yang diulang-ulang. Misalnya di Indonesia, kita memilih sisi jalanan di sebelah kiri, di amerika yang anti inggris ketika jaman perjuangan kemerdekaan amerika karena ingin melawan hegemony penjajahan ingris bentuk perlawanannya adalah inggris jalan kiri amerika sisi lain, ambil jalan kanan.
Indonesia ambil jalan di jalur kiri ketika kita berpapasan dengan orang disisi depan yang menuju ke diri kita.
Karena itu bagi orang Indonesia mengambil sisi kiri adalah kebenaran.
Sekali lagi, sesuatu yang disepakati secara sosial atau disepakati secara kultural, atau sebuah kebijakan pemerintahan dan diulang-ulang dalam jangka panjang maka itu menjadi kebenaran.
Doktrin dalam sebuah “isme” menggunakan cara ini agar di sebut kebenaran, disebuah wilayah. Tentunya penguasa yang otoriter mempercepat “isme” nya jadi kebenaran. Pengulangan-pengulangan informasi yang “diarahkan” dengan maksud tertentu adalah “jalan” menuju kebenaran baru yang akan di bangun.
Ok, bagi sahabat yang mengenal gaya sindiran saya pasti sudah mulai faham kemana arah tulisan kali ini.
Mengkritik pemerintah yang seneng propaganda dan menguasasi opini media? ! Ya engak lah haha. Mentang-mentang pejabat sekarang sering menggunakan media untuk mengarahkan pendapat akan “keberhasilan” mereka bekerja atau membangun dan selalu menutup-nutupi sisi “ancaman”. Ngak akan saya ngomong begitu dalam tulisan ini.
Yang saya maksud kan dalam kesepakatan yang diulang ulang adalah bagaimana kita memiliki “brand” / merek dagang yang tangguh, kuat melekat serta memiliki nilai “komersial” yang kuat.
Brand atau merek dagang coca cola misalnya adalah merek terkuat di dunia saat ini.
Bagaimana membangun nya? Panjang, persistence dan memakan biaya langsung dari perusahaan dan biaya tidak langsung atau “social cost” yang besar sekali. Semuanya karena satu hal, dari sejak awal hingga setersunya selalu men”deliver” extraordinary product.
Pengulangan atas kesepakatan (rasa, kemasan, citra posistif) yang extra ordinary itu kuncinya.
Jadi brand itu apakan “nama”? seperti nama asep, nama budi, nama iwan, nama bambang, apakah itu brand?
Asep yang memiliki 5 resto bebek goreng sudah 20 tahun yang rasanya enak dan murah itu baru brand.
Budi yang menanam ratusan ribu pohon di daerah tandus di gunung kidul selama 20 tahun sehingga sekarang gunung kidul menghasilkan hutan lebat dan menghasilkan air tanah yang banyak , itu brand.
Jadi, sekarang apa hal yang extraordinary yang sahabat ingin ulang-ulang? izin loh sama pakarnya brand pak Subiakto Priosoedarsono nyamber sedikit keilmuan beliau yang luar biasa. #peace
Mardigu Wowiek:: THE POWER OF JAMAAH

Mardigu Wowiek:: THE POWER OF JAMAAH

Koleftif power akan menyelesaikan banyak masalah dan mengambil banyak peluang menjadi bisa di “monitized”.
Untuk itu saya kepikiran, sepertinya saya selama 4 bulan kedepan akan turun langsung membuat siapa saja yang ingin saya mentori membuktikan secara financial materinya bertumbuh, juga ilmu entreprenuernya tumbuh.
Saya ingin bertemu dengan sebanyak mungkin mereka yang minat belajar dan minat menjadi makmur.
Satu syaratnya, taat perintah. Saya minta persetujuan untuk jadi otoriter selama 4 bulan, dan tolong taruh dalam pikiran terkecil dari diri kita, anda mau berkorban, siap mental, siap sabar, siap modal. Modal waktu, modal uang, modal tenaga.
Ada 3 hal yang akan saya kerjakan, yang akan saya lempar ke publik ownershipnya dan peluang suksesnya.
Ini bisnis real, ini bisnis nyata, ini bisnis pasti sukses, ini bisnis ada resiko, ini bisnis kuat nafas panjang, ini bisnis besar.
Modal materi? Ya ada sedikit, ada seperlunya, bisa juga besar. Tergantung seberapa sahabat berani dan percaya pada program ini.
Yang saya jual adalah pengalaman saya, yang saya jual adalah network saya, namun saya tidak menjanjikan keuntungan pasti atau besar.
Yang saya janjikan adalah ilmu dan peluang lainya menanti anda dengan cara yang sama anda bisa duplikasi hal ini.
Sebelum datang kita ketemuan, saya hanya mengingatkan, berani “berinvestasi” dengan saya? . izinkan saya bertanya selanjutnya, “It’s not how much money you can get, but how much money you willing to sacrifice”
Bukan berapa besar uang yang anda akan peroleh, tetapi berapa yang anda beradi “korbankan”.
Mohon izin untuk mengatur pertemuan sekitar 2 jam bersama saya. Saya akan urai apa yang akan kita lakukan. Ada yang mau meluangkan waktu tersebut? Di tunggu kabarnya.
Mardigu Wowiek: SAYA SEPERTI ANJING

Mardigu Wowiek: SAYA SEPERTI ANJING

Kamu enak mas team kamu seperti anjing semua lah saya, beda!! Sebuah perkataan yang membuat saya bingung karena tidak faham kalimat yang di bicarakan seorang teman saya yang sedang mengeluh akan bisnis nya bidang oil n gas yang rontok dalam 2 tahun terakhir.
Dia menceritakan bahwa dari sales selama 15 tahun ber bisnis distribusi peralatan perminyakan dimana dia memliki kapal dedicated untuk bisnis perminyakan akhirnya rontok juga 2 tahun ini. Dimana kemarin sore saya memenuhi undangan perayaan acara ulang tahun ke 17 perusahaan pegawai tinggal 15 dari 150 pegawai dalam 2 tahun terakhir.
Sama dengan keluhan pengusaha lainnya di bidang oil n gas dimana kebijakan pemerintah saat ini jelas-jelasan tidak memihak swasta nasional, ya orang seperti kami, rontok semua.
Bukan oil n gas nya yang saya mau bicarakan, pemerintahan ini memang tidak pro swasta menengah kok, ngak faham pemutar roda ekonomi kelas menengah, entah itu darmin, entah itu mega bintang menkeu apa lagi rinso sama LBP, waduh, jauh panggang dari api buat meningkatkan ekonomi kelas menengah swasta nasional, males sudah saya ngomong.
Yang saya mau bicarakan istilah team saya seperti “anjing” ini perlu penjelasan.
Sebentar mas, saya belum bisa move on dari berfikir kenapa team saya di bilang seperti anjing?!. Demikian saya memerlukan penjelasan.
Orang dihadapan saya ini bukan ahli manajemen, ini pengusaha kawakan oil n gas. bidangnya tajam dan unik, Cuma 3 perusahaan seperti dia di indonenesia. Jadi istilah “anjing” ini saya perlu penjelasan.
Begini mas, dia berkata kepada saya. team saya , banyak saya ambil dari kampung halaman saya di ngayogjakarto hadiningrat. Saya sudah bergenerasi disana. Pegawai saya semua orang jogja. Karena saya kenal sekali tabiatnya. Say atahu mengendalikannya, me-manage nya.
Mereka seperti sapi, kebanyakan sifat orang jogja kalau bekerja seperti sapi. Beda banget dengan team anda mas (dia menunjuk kesaya), seperti anjing sifatnya.
Mendengar kalimat itu saya melipat alis. Opo maneh iki ?
Dia melanjutkan, begini mas, sifat pekerja seperti sapi itu begini, sapi itu ngak mau di naikin, ngak mau di kendarai. Mereka kalau maju harus di tarik hidungnya. Di cocok hidungnya dan di tarik. Di kasih makan, di kasih kandang , di rawat dan kerja harus di tarik tarik.
Karena itu saya sebagai pengangong harus menarik terus mereka. Sekali berhenti menarik, mereka berhenti juga kerjanya. Karena itu UMR di jogja murah, tapi kalau ngak ada yang ngangon yang ngurusi, mereka diem saja. Jangan harap bekerja cepat, slow. Harus di tarik lagi, di manja lagi. Kita pergi misalnya, mereka diem lagi, slow, santai, jagongan. Datang lagi bossnya, di kasih makan, di tarik lagi, kerja lagi.
Karena dalam bisnis saya perduli pada biaya murah, wong yogjo cocok, kayak aku ini, katanya dengan bangga ke jogja an nya. Lah anjing? Saya tanya
Iya mas, saya perhatikan lama, team mu itu kayak anjing semua. Di lempar tulang, di kejar. Di lempar bola di kejar. Pokoknya bonus besar, kerjaan sulit di terjang, bahkan ngak ada sampeyan mereka kejar dan kerjakan, pokoknya duit gede, bonus gede, apa saja di uber, dikerjakan.
Dia melanjutkan, Lah type sapi? Percuma di kasih fasilitas, bonus gede , tetep ngak jalan cepet mereka. Di tarik di openi di urusi kebutuhan dasar, sudah cukup. Karena itu murah mengelola sifat sapi kalau tahu “mengelolanya”. Lah yogjo…
Dia menambahkan, saya mending sapi loh mas bener, type anjing saya ngak berani aja. Kalau sampeyan memang secara pribadi type-nya anjing juga makanya pasukannya podo haus darahnya. Jadi type anjing saya ngak bisa kelola, Apa lagi type kuda wuuihh saya ngak bisa, dan saya paling males saya adalah type perkutut..beeeeehhh, atret-mundur saya.
Sebentar kang mas, itu type kuda sama perkutut bagaimana lagi maksudnya?
Dia kemudian menceritakan panjang lebar beserta contoh bisnis dan perilaku menarik dua type ini.dalam hati saya komentar, seru seru..jurus baru bagi saya ini!!. eh..ngomong-ngomong memnag pada minat tahu type 2 lagi tadi, “kuda sama perkutut”?
Mardigu Wowiek: JUAL APA SEBENARNYA?

Mardigu Wowiek: JUAL APA SEBENARNYA?

Kalau hal yang memberatkan banyak pengusaha adalah modal, hal yang bermasalah berikutnya dalam pengelolaan bisnis berikutnya yaitu “menjual produk” kita.
Seni marketing yang dilanjutkan dengan seni menjual adalah tantangan sebenranya dari pebisnis bukan permodalan.
Banyak pebisnis yang beranggapan kalau punya resep khusus makanan yang enak, maka jualannya akan laku. Banyak yang beranggapan kalau lokasi strategis maka jualannya laku. Banyak yang beranggapan bahwa kalau harga murah dagangannya laku.
Pakem seperti ini biasa terjadi di banyak orang dan tidak salah. Anda harus melewati pemahaman dan melakukan hal seperti ini. Bahkan ada yang berpendapat, harga murah, rasa enak, lokasi di pusat keramaian, bisnis lancar?.
Sebagai pembanding bagaimana kalau kita mennegok sebentar sebuah bisnis makanan. Sekarang kita lihat MC Donald, apa yang di jual MC Donald sebenernya? Jual burger? Jual lokasi? Atau…
Sebagaimana kita ketahui, ada jutaan orang bisa membuat burger lebih enak dari mc Donald, ada jutaan orang bahkan bisa membuat burger lebih murah dari mc Donald. Sekarang mc Donald bukan burger terenak, mc donal bukan burger termurah mengapa ada 36 ribu outlet mc Donald di 119 negara yang melayani 69 juta orang perharinya (69 juta burger bun per hari)?
Apa yang mc Donald jual? Pasti bukan burger khan? Bisa menjawabnya? Bisa menganalisanya? Sengaja saya tidak berikan jawaban dulu agar kita sedikit memperhatikan dan harus menaruh hormat pada pencipta mc Donald dan franchise nya ini. anda semua ingin besar bisnisnya khan? Mari kita analisa mc Donald.
Apa yang membuatnya besar? Apa yang mereka jual sebenarnya? 

Mardigu Wowiek: WAR ROOM

Langkah gontai menuju istiqlal dan menutup wajah dengan sepuluh jari menceritakan banyak yang tidak bisa ditulis singkat dalam buku harian. Gerakan itu mencampur banyak cerita yang terbungkus dengan satu gerakan, menutup wajah dengan jari dan membawa wajah dan jari tadi kepangkuan paha.
Antara kecewa, kelelahan, penat, beban berat tak tertahankan, ketidak berdayaan, dan otak bekerja keras mencari ilham dari langit apa yang seharusnya nanti akan di lakukan untuk yang terbaik . Semua jadi satu.
3 hari sebelum tertelungkupnya tangan di pangkuan. Catatan : Bagi sahabat yang berniat melanjutkan membaca tulisan ini, mohon tinggalkan semua atribut pribadi ya. Jadi seperti bayi melihat dunia. jangan ada kesimpulan apa-apa. baca sebagaimana seseorang yang memiliki kewajiban atau tugas sedang dia laksanakan.

Sebuah ruangan yang tertutup yang kalau tidak ada lampu banyak, ruangan ini gelap, interiornya kayu mahoni yang gelap, meja semua kayu berwarna gelap, kursi dan lain sebagainya semua berkesan gelap. Sekilas mau berkesan cozy, namun yang ada memberi kesan angker, jika tanpa lampu penerangan.
Disinilah kami selalu melingkari meja dimana di depan pintu ada sebuah plakat nama menunjukan kelamin ruangan ini, war chamber. Ruang tempat diskusi berat dan serius. Hanya sedikit manusia yang miliki name-tag yang juga merupakan electronic door key untuk masuk ke ruang ini. saya merasa terhormat sekali berada disini dan dalam belasan tahun karir, akhir nya saya di percaya masuk ke ruang ini. tahun ketiga saat ini.
Mengapa sih saya detailkan situasinya? Karena saya tidak ingin sahabat tidak mendapat data lengkap. Itu alasan utamanya.
Pagi itu debat panjang mengenai aksi 4 nov yang pada saat itu hanya di beri nama “demo menuntut ahok”. Namun bagi orang seperti kami. Itu perkataan klasik. ahok itu ngak penting, pasti targetnya istana. Kami tidak goyang atas pernyataan tersebut, ahok itu ngak penting. Dia bukan panji Negara, dia bukan symbol Negara, institusinya bukan vital. Kenapa di target?! Apa istimewanya? Menistakan agama? Di youtube itu banyak datanya, yang menistakan agama islam banyak, yang islam menistakan agama (Kristen terutama) banyak!!
Riziq cs dan islam radikal lainya kalau mau di demooleh umat Kristen pasal penistaan agama pasalnya dan buktinya banyak tuh betebaran di youtube, tanpa editan. Kita ngak usah bahas lagi ya. Sekali lagi, ahok tidak penting tetapi kenapa di tekan terus? Karena istana di anggap mendukung dan memang menarget istana. Selesai sesederhana itu akar masalahnya.
Jadi kenapa istana di target? Kenapa om jack di target? Itulah politik! Ada politik local , ada politik regional, ada politik dunia atau semua di kenal dengan istilah geo-politik. Itu kejadian harian, tidak ada yang baru. Membacanya baru berbeda setiap detiknya. Sangat dinamis. Sedinamis kepentingan manusia, politik itu taat dengan kepentingan dan sangat transaksional.
Kita lanjut, kita urai satu-satu apa yang kami perdebatkan yang kami simpulkan: penistaan surat almaidah merupakan pintu masuk yang sayngat ideal karena memenuhi : syarat filosofis, syarat sosiologis, dan syarat yuridis formal. Ini (peristiwa almaidah pulau seribu) bisa di pakai untuk menekan transaksi politik istana dan partai pendukung ahok. Sekali lagi dilihat, istana selalu di target.
Sekarang lihat yang menggerakan, sebelum penggalangan massa selalu di awali dengan penggalangan opini. Penggalanag opini nya massive sekali. Terukur, tertarget. Ini bukan kerja spontan, ini kerja terencana. Propaganda nya bisa di lihat jelas peta di sosmed, di media alternative lainnya.
Penggalangan opini yang di bangun adalah pendapat seragam. Yaitu propaganda menyamakan persepsi dulu yaitu memberikan “common value”nya adalah “al quran kita di hina”. Sebuah kata kunci yang tanpa lihat konten orang mudah terpengaruh hanya dari judul. Ini di viral. Tujuan awalnya satu, opini terbentuk.
Hanya satu opini yang harus terbentuk yaitu membuat orang berkata dalam hati kecilnya, iya ya..al guran kita di hina!!. Lalu menggunakan kata generalis : umat islam semua setuju al quran di hina, lalau kalimat : semua ulama setuju al quran di hina.
Kalimat generalis ini penting, karena begitu menggunakan seluruh alim ulama di pakai berulang ulang, maka mulai mengerakan opini massa akan pendapat yang sama.
Itu adalah step yang di bangun di awal propaganda. Lalu setelah bulat dan di angguk banyak, mulailah lah “mengarahkan” dengan kata kunci tadi , “semua ulama setuju” kita harus turun ke jalan menekan pemerintah menangkap ahok, mempidanakan ahok. Seklai lagi , Ini kata kuncinya yang dipakai diulang-ulang, semua alim ulama setuju!!!
Umat tergerak sekarang, membenarkan bahwa al quran di hina, membenarkan harus turun ke jalan, karena semua alim ulama, habaib, waliullah, mendukung dan setuju.
Peta itu kami tahu sekali, sudah jadi di mind map yang diciptakan dengan sengaja. Terutama netizen. Karena susuan data harus di buat perlahan dan step by step. Dan sudah di atur dengan rapih sejak awal.
Ini yang membuat kami harus berfikir keras di war chamber ini. apa yang harus dilakukan agar semua damai , itu saja, sederhana juga. Karena fanatisme mudah menyulut emosi.
Seorang senior yang duduk di samping saya sejak pagi memiringkan dirinya dan setengah berbisik, dia berkata, ini ideological warfare mas. Ini bisa buat Indonesia seperti suriah!!
Mendengar kalimat tersebut saya tidak berekspresi, tidak mengangguk tidak bergerak, diam menatap tembok yang penuh coretan. Dia melanjutkan, jalankan “hornet nest” mas!!
Saya tidak menatap dirinya ke kanan, saya terus ke depan dan menjawab, saya tidak berani pak!! Say atahu kekuatan mereka, mereka turun penuh kita tidak bisa kendalikan, chaos pak.
Kita harus berani jalankan hornet nest mas. Walau beresiko namun itulah survey yang paling akurat atas data terakhir mereka di lapangan. Dia menekankan pendapatnya
Berat pak, saya tidak berani! Bisa jadi loose cannon pak. Bola liar, istana ngerti ngak? Aparat ngerti ngak? Saya tetap bertahan.
Dia sekarang yang menurunkan nada suaranya, dia sangat senior, dalam dunia lemhanas dan intelegen dia merupakan manusia yang paling di hormati di tanah air ini. namanya tidak di kenal, orangnya kecil bahasanya santun, ibadahnya rajin dan anda tidak akan pernah tahu kalau melihat tampilannya yang sangat rendah hati ini, ternyata untuk NKRI ngak ada tawar menawar, bisa hati hitam untuk menegakan merah putih selalu tegak di nusantara ini.
Kamu bener mas. Mereka belum tentu siap!
Iya pak, saya lanjutkan, pendekatan aparat saat ini selalu pakai “enemy centric approach” dan bisa chaos kalau itu di pakai.
Tak lama kemudian, dia mengangkat tangannya untuk meminta perhatian seisi ruangan, yang kemudian ruangan di ambil alih olehnya yang dilanjtkan dnegan perkataannya : begini, kita sebaiknya jalankan hornet nest strategy, saya setuju sama ide mas sontoloyo ini. HAH, kata saya dalam hati, waduh, lempar tangan sembunyi batu ya, eh lempar batu sembunyi tangan nih dia. Yang dilanjutkan dengan sebuah spidol biru di lempar ke saya oleh seorang senior, yang berkata, coba di detailin rencananya mas.
Saya sambil berdiri berjalan ke depan menatap wajah senior kanan saya yang cengengesan dan menggerak tangan mempersilahkan saya ke board. Saya menarik nafas dalam, ini saya kena jurus “reverse psychology”nya..(cuuut..maaf break sebentar ya, mau sabu dulu , baca : sarapan bubur) # peace

Mardigu Wowiek: GINI

Index GINI rasio indonesia saat ini mendekati angka rawan mas?!! demikian sahabat saya pakar ekonomi makro, seorang doktor wanita yang sering muncul di layar kaya berkata. Kalimat ini saya dapat ketika ia sedang meluangkan waktu 2 jam di sela waktunya yang sibuk ke kantor saya yang sudah tua di bilangan jakarta selatan.
Istilah itu lumayan familiar bagi saya walau bukan akademisi ekonom, namun data itu saya perlukan selalu dalam setiap pengambilan keputusan korporasi. Memang korporasi adalah ekonomi mikro, namun bagian dari indikasi ekonomi makro. Jadi memahami Gini rasio selalu jadi meteran saya melihat.
Secara global memahami Koefisien Gini (Gini Ratio) adalah ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan agregat (secara keseluruhan) yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna) hingga satu atau buruk.

Bahasa sederhananya adalah jurang antara kaya dan si miskin menjauh jika mendekati angka 1.
Angka berbahaya dalam dunia pemerintahan adalah 0.43 ke atas. angka ini di banyak negara menjadi indikasi “defence mechanism” sistem pertahanan sebuah negara. Di titik ini sering terjadi pergolakan politik, rawan konflik, mudah di tunggangi, mudah di adu domba dan mudah di taklukan negaranya.
Sekali lagi saya berusaha menggunakan bahasa yang lebih sederhana. Pada saat rasio GINI 0.43 artinya jika sahabat bertemu 100 orang di wilayah tersebut, maka 43 orang adalah orang miskin. Walau ngak begini amat pemahaman koefisien GINI tetapi pemahaman ini memudahkan otak menerima informasi.
Sementara arti kata miskin, artinya kemampuan untuk menghidupi dirinya sendiri saja tidak bisa, bahkan untuk kebutuhan mendasar seperti makan minum yang normal yaitu 3 kali sehari itu tidak bisa, itulah kategori miskin.harus di support oleh orang lain hanya untuk kebutuhan dasar. Seperti anak-anak sebelum memiliki income , bahkan ada yang sampai mahasiswa masih bergantung orangtuanya, bahkan ada yang sudah menikah masih bergantung orang tuanya.
Maaf terkadang kita tak perlu memperhalus bahasa dengan mengganti kata miskin menjadi kata pra sejahtera. Tak perlu. Kita harus terbiasa dengan fakta tanpa eufimisme penghalusan, namun pastinya jangan juga di besar-besarkan hingga megalomania. Cukup data fakta “as it is”. Baik secara bahasa maupun kenyataan.
Lalu yang menjadi pertanyaan saya ketika dikatakan Gini rasio genting saya pastinya perlu kepastian, saat ini di angka berapa rasionya di indonesia?
0.41 mas, demikian jawaban lugasnya. Dan semakin membesar. Dan ini pertanda buruk ketika jurang kaya dan miskin melebar begini.
Maka saya sebagai manusia ekonomi langsung terdiam dan memutar otak. Ini peluang atau ancaman?
Memaki pemerintah beserta jajaran kabinetnya atau bergerak melihat peluang dan mengambilnya? Kalau sahabat bagaimana? Apa yang dipikirakan dan mau dilakukan? # peace

Mardigu Wowiek: JOMBLO DAY

411 memiliki arti yang jika di dempetkan akan membuat format huruf lafal Allah. Dan tahukah sahabat apa arti 1111?
7 tahun yang lalu ada seorang revolusioner dan visioner yang di respect di dunia mencanangkan angka ini di hari ini menjadi sebuah event besar. Dan tahun ini dipastikan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Nah ini pagi-pagi langsung di kasih pertanyaan yang aneh-aneh sama saya. biar mikir dan kali ini bukan bicarakan politik atau dinamika gejolak religious opinion. Saya anggap sudah selesai karena apa lagi yang mau di ulik. Move on lah, ok?!
Back to business.
Ini memang ruh asli saya, berbisnis. Dan apa hubungan bisnis dengan angka 1111 atau tanggal sebelas bulan November?

Hari dan tanggal ini dunia mengenalnya dengan nama “the biggest shoping day in the wolrd” dan ini happening banget di seluruh dunia. jadi kalau kita tidak mengenal informasi ini ya pasti ada yang komentar tempe bener, kemana aja luh?! Hahaha..piisss
The biggest shopping day ini penciptanya seroang visonaire bernama Jack Ma. Dan sejak saat itu hari itu di kenal dengan nama “single day”. Tapi para jomblo dan para single person jangan tersinggung hari itu malah hari di ingatkan, single itu pilihan yang terhormat.
Tahun lalu, 2015 alibaba single day mencetak rekor dunia untuk “most sales” jualan tertinggi oleh satu perusahaan dalam 24 jam (1 hari) yaitu $ 14,3 Bilion. Sama dengan APBN anggaran pendidikan Indonesia 1 tahun. Alibaba 1 hari sales.
Bukan hanya pembelinya china tetapi di 200 negara dunia juga ikut menikmati diskon 50% selama 11/11.
Bagaimana hal ini di ciptakan?
Ketika Jack Ma melihat penjualan terbesar di dunia barat dia melihat perusahaan besar seperti amazon dan apple mengambil banyak keuntungan dari “shoping holiday” sepertu thank giving cyber day atau Christmas holidays tapi hal itu tidak di rayakan di china.
Jack ma pernah berkata, anda harus belajar dari competitor anda tapi jangan pernah menirunya. “copying , meniru anda mati!”.Dan di tahun 2009 jack ma memutuskan untuk menciptakan shopping holidays versi nya di hari para single 11/11 di hari itu di china adalah hari para single person di hargai dan ingatkan. Jack ma membuat single’s days sales yang menjadi hit, dengan 50% diskon online selama 24 jam di semua produk alibaba keseluruh dunia.
Tahun itu, 2009 29 merchans dan manufaktur besar menjual produk mereka dengan diskon 50% dan berhasil mencetak penjualan $10 million, dan tahun berikutnya dia mengulangi proses tersebut dengan pertumbuhan penjaualn eskponensial :
2009 - $10 million
2010 - $140 million
2011 - $820 million
2012 - $3.0 billion
2013 - $5.8 billion
2014 - $9.3 billion
2015 - $14.3 billion

Tahun ini di hari “singles’ days” jack ma menargetkan $20 billion penjualan lebih banyak dari jumlah Thanksgiving’s Black Friday dan Cyber Monday sales di gabungkan bersama .
Bagi sebuah perusahaan menciptakan penjualan sebanyak $20 billion adalah hampir tidak masuk akal, mind blowing. Yang hal ini di mulai dari 1 orang yang melihat tantangan yang diubahnya menjadi peluang.
Jadi secara singkat, jika sahabat ingin menciptakan penjualan, “event” apa yang anda akan ciptakan?
Jika menemukan tantangan, bagaimana kita menciptakan “jalan baru” yang mengubah tantangan penjadi peluang. Dan..kalau sampai peluang tidak datang mengetuk pintu anda, buat pintu baru, jangan-jangan pintunya kurang banyak buat rezeki yang akan lewat. Selamat mencipta. # peace

RHOMA TRUMP

Ketika angka perolehan Donald Trump melewati treshold 270 dan jadilah Trump menjadi presiden amerika ke 45. Maka di kepala saya hanya satu yang terlintas saat itu, ini bagaikan Rhoma Irama jadi presiden indonesia!!! Speechless saya.

Kita mau fokus kemana nih sekarang? Ke Trump yang minim politik luar negeri atau Rhoma yang ..ah sudah lah, rhoma itu bisa multi tafsir kalau di gandeng ke Trump tetapi ada satu hal kekuatanyanya yaitu rhoma bagi saya aset nasional dia menciptakan ‘champion product” yang namanya dangdut. Walau tidak di respect dikalangan atas dan pejabat sejauh ini. Padahal kalau di kelola benar, dangdut bisa jadi k-pop nya indoensia, samba nya indoensia, tanggo nya indonesia, bollywood nya indonesia. Kalau pemerintahnya ngerti, kalau DPR nya perduli ini juga loh!

Yang jelas ini peluang yang saya lihat ketika amerika di pimpin oleh seorang mogul business seperti Trump. Pajak korporasi turun, profit korporasi naik, employeement lapangan kerja pasti terbuka lebar banyak karena ekonomi korpoarasi berputar sehingga pengangguran di amerika kurang.


Amerika beli amerika, mereka pasti mengurangi import ”barang jadi” masuk ke amerika, manufaktur dan produsen factory akan full capacity. Mengurangi outsourching dari berbagai negara, dan sibuk dengan “homeland security”.

Inilah masa kita (indonesia) melakukan penguatan di dalam negeri. Diluar amerika terjadi euforia seperti di rusia yang bertempuk tangan di dewan perwakilan rakyatnya ketika trump menang. Trump itu “angry white man” yang melihat panjang akar masalah di amerika. Dia menafikan semua kalkulasi lembaga survey, dia tidak perduli dengan komentar analys. Dia melihat dan tahu dari awal “pain point” rakyat amerika.

Itulah ketajaman entreprenuer yang terlatih. Dia melihat dengan “mata profit” setiap masalah. Dan Trump fokus di sana, di pain point tersebut. Sementara hal ini membalikan pemahaman politikus, analis politik, akademisi, lembaga survey sekalipun. Dia dapat “root” akar masalahnya. Sehingga walaupun dia terlihat “membully”, angry, badung, kekanak kanakan, mocking meledek, womenizer, semuanya memang bukan ‘act of statement” atau perilaku kenegarawanan, bukan dan memang bukan.

Tapi itu perilaku pebisnis di dragon dent. Perilaku para titan ceo di ruang meeting. Perilaku mogul di meeting suite. Ya seperti itu : sinis-Sinical, bengis, tajam-sharp, black heart, thick face, hostile!!!. Di depan para dragon di depan para titan, sama dengan di depan singa atau macan. Ada terlihat lemah anda di terkam, berbalik membelakangi, anda di terkam. Mereka kejam, ruthless!!.

Semua mogul business, tycoon, baron, billionaire, mereka pasti pernah melakukan itu semua. Mau itu zuckerberg, bill gates, steve jobs, buffet, kashogi, yang namanya makan teman, musnahkan competitor, membuat berrier to entry agar tidak ada yang masuk ke wilayah mereka adalah hal biasa.

Trump memagari perbatasan 3100 KM dengan mexico,membuat tidak mudah lagi imigran mendapatkan green card apalagi citizenship amerika, tidak akan mudah lagi. Tidak akan semudah archandra mendapatkan kewarganegaraan amerika dulu lagi. Begitu amerika menjanjikan archandra pindah deh. Sekarang indonesia menjanjikan, pindah lagi deh. ( sorry saya masih mangkel urusan NKRI sama archandra ini). eh bpk archandra, pastiin lagi nih amarika bakal great again, ngak kesana lagi?!!, pastiiin dong ya, tempe bener sih NKRI nya.

Ok, sudah selesai ngeledek archandra, balik ke Trump. Trump pasti akan membangun bisnis amerika, bukan rakyat nya, tetapi korporasi, trickle down effect economy di pakainya. Sekarang dia lagi menyiapkan 4000 team baru yang yang akan masuk dalam lingkar manajemen white house.

Dan catatan, amerika ngak ada BUMN!!! Kalaupun ada SOE state own enterprise ya ngak kayak yang di kelola BUMN indonesia yang meniru ala china tiongkok. Dan korporasi amerika tidak pernah mempergunakan atau megeksploitisir sumber daya alam amerika abis-abisan untuk menghidupkan dan menutupi anggaran negaranya. Aset natural resourses amerika akan panas bumi, shell gas, minyak dan lain sebagainya itusalah satu yang terbesar di dunia, baru terpakai 20% kali, masih ada ratusan tahun bisa bertahan.

Yang namanya korporasi seperti mobil oil itu atau banyak oil company besar di dunia itu bukan “nyedot” minyak di “homeland” nya, tetapi di negara orang. Itulah nation interest mereka. Kalau indonesia, sudah perusahan negara, nyedot kekayaan alam sendiri, lalu monopoli (seperti PLN & pertamina) rugi lagi, tempe bener sih!!. Ada 126 BUMN yang untung dikit, paling hanya 20 an, bayang kan, tempe ngak tuh?!.

Eh rakyat dibuat ngak sadar juga bahwa manajemen kenegaraan kita yang terfokus pada politik, lupa akan sustainability atau kelangsungan hajat perut rakyat jangka panjangnya. Harus demo apa kita turun ke jalan baru pemerintah memperhatikan bahwa angka penganguran tinggi, tamatan sekolah ngak keserap lapangan kerjaan, cari modal sulitnya minta ampun di bank dan lembaga lainnya, pemerintah belanja proyek ke BUMN, RAKYAT DAPAT APA BOSS?, terus tanah air di jual semua dengan relaxasi. Sempurna..tempe nya!!!

Waduh, ini gara-gara Trump nih omongan saya jadi ngelantur ke urusan negara. Saking saya mangkel sama kabinet KW 3 ini. coba deh, menteri mana yang “right man in the right place”? Kalau dia “right place” KPI index prestasinya yang perform siapa?nah loh, sontoloyo ngak tuh pertanyaan. Jangan di taro ke hati ya omongan bossman ini. # peace

Hidup Itu Tidak Rumit, Yang Rumit Manusia

Perdebatan gas masela mau di bawa kemana menjadi debat politik menarik. Bagi orang yang tahunan di bidang oil n gas hal ini bisa di kaji dari banyak segi. Apa lagi dunia gas termasuk dunia yang saya kenal dengan baik 20 tahun ini.

Mungkin saya bisa kasih ide buat urun rembuk Negara ini. Mudah-mudahan bisa saran saya ini diterima. Karena sebagai pelaku, saat ini walaupun kecil saya memiliki 50MMCFD gas di gundih cepu jawa tengah dan 35 MMCFD di prabumulih Sumetera selatan. Jadi setidaknya ada pengalaman dalam berbagi.

Yang menjadi pertanyaan berapa besar gas masala itu? Cadangannya sangat besar, bisa di produksi 1000 MMCFD selama 25 tahunan cadanganya. Luar biasa besar.

Segi ekonomi manfaatnya apa gas dari sumur masela itu sih sebenarnya kok di ributin banget? Dari segi invetasi berapa besarannya ? Menteri Rizal Ramli ngotot harus di landingkan di darat. Sementara menteri Sudirman Said di laut di buat plat form off shore.

Saya sangat bersyukur dengan perdebatan ini karena bisa melihat kapasitas dan kapabilitas seorang menteri dari pilihan nya.

Satu menteri onshore di daratkan di pulau , pulau tanimbar atau selaru bahkan di pulau Aru . satu lagi menteri ingin off shore floating proses di buat nya.

Alas an di bangun di darat agar bisnis turunan atau hilirisasi tumbuh di area tersebut, di pulau aru misalnya. Sedangkan kalau di bangun offshore base produknya yang berupa LNG di jual ke daerah lain atau di ekspor sehingga bisa cepat monetize dan uang itu di gunakan untuk manfaat lain. Juga bisa balik ke wilayah pengahasil sebagai cash base.

Sederhana berfikirnya khan? Saat ini POD atau plan of development sedang di debatkan. Untuk proyek 10 tahun lagi “gas drop” nya atau di produksi tahun 2026 keatas. Cadangan 10.6 TCF, triliun cubic feet. Itu besar sekali, iya..sangat besar. Atau saya berikan gambaran secara uang kali ya. Mungkin dengan begini para sahabat lebih bisa membayangkan. Kalau sahabat mau tahu berapa besar nilai ekonominya, kira-kira USD 7.000.000 per hari selama 20 tahun. Sekitar USD 50 bilions! Nah kebayang ngak tuh?!!

Itu hanya kalau di jual sebagai LNG. Kalau hilirisasi kita teruskan untuk membuat menjadi listrik maka bisa menghasilkan kira-kira 5000 MW daya listrik selama 20 tahun! Atau kalau di buat pupuk urea bisa kita ngak import pupuk alias independen secara pupuk untuk ketahanan pangan.

Kalau melihat seperti ini, sebuah asset yang akan kita pakai 10-13 tahun lagi kira-kira bagus mana yang akan di jadi kan POD? Pak Rizal onshore atau pak sudirman offshore?

Baiknya kita teruskan lagi pemahaman sederhananya. Lifting gas adalah mudah. Pertanyaannya, siapa offtaker gas tersebut. Siapa yang ambil dan mau di apakan? Siapa yang mau invetasi di blok masala sebesar 20 Billion USD atau setara 260 triliun rupiah yang baru balik sekitar 7-9 tahun modalnya?

Belum lagi kalau itu dibangun indutri turunan gas. Seperti gas fired power plant. Dibuat 1000 MW saja maka investasinya tambah lagi USD 2 billion. Kalau semuanya dibuat power plant bisa menambah USD 5 bilion . yang IRR nya kecil hanya 12-16% an?

Sekarang apa pebdapat saya.

Begini bapak menteri berdua. Kalau ada pengusaha Indonesia tau BUMN Indonesia yang mampu mengelola dan memiliki capital tersebut berikan. Tapi kalau perusahaan asing nanti dulu!

Berikutnya di daratkan di pulau apa di offshore. Maka kalau pertanyaanini kesaya maka saya pilih yang paling kecil resiko sosialnya. Tidak ada ambon merah dan ambon putih yang rebutan wilayah mana akan di daratkan dipulau mereka. Jadi saya pilih offshore!!

Lebih simple operasinya wahai bapak menteri. Hilirisasi jangan di daratan Maluku. Tidak terserap pangsa pasarnya dan tidak ada pengusaha yang mau ambil dan melakukan hilirisasi karena tidak ada pasar yang menelan produk outputnya.

Jadi pilihan saya adalah offshore dan pengusaha atau BUMN atau konsorsium BUMN. Namun kalau pilihan nya seperti yang sedang di perdebatkan. Dan harus sekarang POD di buat.

Namun kalau saya di berikan opsi lain maka saya putuskan demi alasan strategic . lebih baik kita import sesuai kebutuhan di lock up 30 tahun dari Australia dimana harganya murah hanya 3-4 dolar dan bisa panjang 30 tahun. Alias…yang masela di simpan buat anak cucu kita saja nanti.

Seperti amerika, cadangan mereka tidak pernah di pakai. Mereka beli dari Negara lain dulu. Cadangan mereka masih utuh, masih 70%. Secara geopolitik, canbera happy karena kita indoensia menjadi mitra strategic di LNG.

Secara tabungan kita pakai nanti 50 tahun lagi. Sekarang kita sedot dan beli LNG Australia punya saja. Juga ada yang besar yaitu gas dipulau shakalin rusia. Ini ada dan sedang di tawarkan oleh Rusia. Rusia kurang bisa memanfaatkan karena posisinya di dekat vladiwostok dekat jepang dan menjadi incaran pasar asia timur dan tenggara.

Amerika tidak senang Rusia memproduksi gas shakalin ini, tapi amerika tidak bisa apa-apa. amerika yang lagi tekan rusia karena mainan amerika ISIS di hajar Rusia. Maka minyak di hajar amerika ke 30 barel di bawah harga produksi. Dan rusia produksi gas shakalin. Amerika kecolongan! Jadi pak menteri, kita bermain cantik. mepet Rusia, mepet Australia.

Gas adalah komoditi penting setelah batubara di mainkan dan minyak (oil) dimainkan. Maka gas adalah komoditi yang akan di mainkan berikutnya.

Kita ambil shakalin punya sebagian dimana kita bisa menjadi pemain global di LNG. Sebagai trader, user dan produsen. Jadi pak menteri saran saya, POD masela 50 tahun lagi saja. Pada saat itu saya yakin banyak pengusahaan Indonesia sudah mampu menanganinya. Sekarang LNG lagi murah-murahnya. Kita beli dulu dan kunci harga jangka panjang. Pada saat harga “up side” kita dapat harga bagus terendah sekarang. # may peace be upon us

Sepandai-pandainya orang yang multi talent, masih kalah sama orang yang multi face ( muka dua)

Wowiek asshole? Sepertinya bukan barang baru di dengar tapi rasanya itu sudah “past tense” deh. Kalau saya mengukur diri saya seperti di usia saat ini “value” saya sudah bergeser. Ini menurut saya loh. Mungkin saya salah namun saya berusaha keras untuk tidak menjadi seorang asshole, dalam bisnis tentunya.

Sebagai seorang yang selalu lapar, membuat orang di sekeliling saya gerah. Mereka banyak bertanya..ini orang (wowiek) apa yang di cari sih?! Kalimat seperti itu pastinya banyak muncul dalam benak orang di sekeliling saya.

Kalau rumus “been there done that” hampir semua pernah dilakukan, pernah disana. Lalu apa yang dicari sekarang? Legacy peninggalan kepada anak cucu? Mau membuktikan kepada dunia bahwa ada seorang namanya wowiek..mau jadi legenda?! Kenapa sampai saat ini masih menekan (orang dan diri sendiri) ke batas limit.

Setahu saya, seorang asshole sulit bertahan lama karena selalu mementingkan ambisinya. Dan yang dilupakan untuk mencapai ambisinya biasanya “injek kaki” orang, ilmu kodok deh, sikut, injak!.

Sementara kalau ke atas, “kissing ass” jilat pantat pejabat, atasan..semua di service habis. Apa kata pemegang kekuasaan adalah kebenaran tertinggi. Pejabat minta apa adalah sebuah komando wajib taat. Seberapapun aneh permintaan tersebut. Yang penting izin keluar, kontrak dapat, fasilitas di percepat.

Jadi kesimpulan saya “being an asshole” hanya jangka pendek. Kalau saya mau bermain panjang, hidup enak tanpa tekanan, rubah menjadi seorang yang tahu batas. Dan ngak gampang bagi orang seperti saya ini. Bahkan kalau saya teringat kembali ke sebuah masa dimana saya harus survive plus bisa mencicil beban hutang. Saya dari seorang entrepreneur, balik lagi ke sisi pegawai walau sulit pekerjaaanya saya terima.

Seorang sahabat yang dulunya pernah jadi karyawan saya memiliki jalan hidup lebih baik dalam mengambil keputusannya. Dia menjadi pemilik sebuah perusahaan besar dan meminta saya bergabung dengan posisi asosiate director selama 2 tahun kontraknya. Tugas saya utama, menciptakan disiplin dan ketaatan dalam perintah, militansi.

Dan wowiek seorang asshole, perkataan saya keras dan lantang, rasanya Cuma Ahok kualitas hardikannya di atas saya. karena walaupun saya juga menggunakan “high tone language” saya tidak pernah pakai makian goblok, danisi kebon binatang! Saya main pecat, cut off, fired!

Mas, saya belum pernah memimpin 200 staff professional yang 60% nya graduate oversea student. Bisakah mas wowiek bantu saya mengendalikan perusahaan sampai mereka fit? Itu adalah kalimat yang keluar dari mulut employer saya ketika saya akan bergabung. Saya di suruh membuat 200 staf yang 60% nya merupakan lulusan luar negeri dengan gelar sarjana sejajar master, taat dan disiplin. Dan bagi saya itu bukan hal aneh atau baru. Saya pernah memimpin dengan typology pegawai sebanyak ini dan mirip ini.

Kalau di bayangkan seperti di perusahaan multi nasional bukan? Seperti bekerja di Citibank, bekerja di Cevron dan sejenisnya. Namun ini perusahaan swasta nasional. Pemiliknya swasta nasional dan berbisnis multinasional.

Jadi baru 1 bulan bekerja 30 manajer sejajar merasa gerah dengan saya. disiplin dan tekanan setiap saat saya berikan, mulai dari sales marketing, pembukuan, pajak, legal, HRD, produksi saya tanya semua harus tahu PNL perusahaan base on daily performance.

Bayangkan, setiap manajer harus tahu PNL profit and loss perkembangan bisnis perusahaan setiap harinya. Begitu pembukuan hijau saya puji, begitu kuning saya mulai “control freak”. Begitu merah..seseroang akan saya pecat!

Saya buat target pembukuan harian!

Di hari pertama saya bekerja sudah saya suruh mereka buat target pekerjaan harian yang di hubungkan dengan bagian keuangan. Itu kerja ekstra, banyak yang “reluctant” ngak mau mengerakan pantatnya sewaktu keluar dari lidah saya perintah itu. Mereka tanya..siapa luh? Kalau gw ngak kerjain lu mau apa? pecat gw…benar bung!..saya eksekutor terbaiuk urusan lay off karyawan. Apa lagi yang ngak produktif dan mempunyai “bad influence”. Mereka pasti ngak suka saya. dunia nya lain, species kita lain,. Dan saya predator species malas dan pemangsa orang yang “bad influence”.

Tapi bagi penghasil profit, walau saya ngak nyaman, mereka tetap saya kasih hak nya, pujian ataupun material seperti bonus, gajih, bahkan jabatan.

Hingga akhirnya mereka menghadap direksi, ber 30..para majaner jajaran middle manajemen tersebut memuncak marahnya kepada saya.

Mereka meminta waktu share dengan direksi. Waktu itu kebetulan 2 direksi dan 1 komisaris ada di kantor. Posisi mereka memenag bisa membuat siapapun naik pangkat atau sebaliknya, angkat koper dari kantor.

Seingat saya mereka duduk di meja meeting melingkar. Semua wajah berhadapan dan kebetulan memang ruang meeting nya besar. 3 direksi berhadapan 30 manajer dan VP.

Mas wowiek, kata satu direksi. Tunggu diluar, kayaknya anak-anak pada marah dan mau share dengan saya. nanti saya kode baru mas masuk keruangan ya.

Saya mengangguk. Tidak ada rasa gentar tuh dalam diri saya. biasa saja. Padahal saya tahu di dalam ruangan tersebut nantinya akan ada kalimat makian, hujatan, kekesalan pasti keluar dari mulut mereka. Suasana pasti panas.

Jam lima , alias 2 jam setelah mereka berada di dalam, saya dipanggil. Saya masuk ruangan memberi salam sapa yang hanya di jawab oleh 3 orang direksi yang duduk di kiri saya. saya di persilahkan menjadi orang ke 4 di hadapan 30 orang manajer level tersebut. Wajah mereka masih merah dan tegang. Namun ada kepuasan dari ekspresi mereka. Dan sepertinya wowiek akan tuntas, selesai pada hari itu.

Saya duduk biasa saja. Lalu satu direksi yang di tengah yang merupakan presiden direktur berjalan pelan kebelakan. Di meja belakan ada 2 buah buku telfon yellow pages. Dia ambil dan dia bawa pelahan kembali ke mejanya, dan ketika dekat meja..buku telfon tebal itu di banting ke meja meeting!

Gubraaak!!! Saya ber tiga yang paling dekat dengan bantingan buku tersebut sampai kaget. Pastinnya 30 orang di depan saya juga kaget, Suara keras sekali dan lalu dia bicara dengan nada ngak kalah keras ( catatan, dia tidak pernah begini sebelumnya)..dari tadi saya mendengar kalian berbicara keras, kasar dan provokatif terhadap orang yang namanya wowiek, si asshole ini (dia menunjuk muka saya).

Kamu semua baru di tekan sebulan sudah banci semua, manja semua..saya dulu 2 tahun sama dia…tiap hariu jam 8 sudah denger ocehan dan omelannya, pulang jam 11 malam baru bisa dan jam 7.30 sudah dikantor lagi terus menerus selama 2 tahun. Apa gw ngak gila di bawah dia! Gila, marah kesal..sama seperti kalian, tapi saya tidak mengeluh!..ini sekarang saya jadi begini, dan ini (dia menunjuk satu direksi) adalah hasil makian, tekanan asshole wowiek!!!

Kalau kalian tidak setuju dengan tindakannya…sebaiknya aklain resign saat ini juga, hari ini juga. Tapi kalau kalian disini…ikuti dia. Katanyua sambil menunjuk ke saya. suasana jadi terbalik, saya yang kikuk sekarang. Dan ketiga puluh orang di hadapan saya ekspresi wajahnya berubah. Yang tadinya merah marah dan percaya diri, menjadi diam, dan pucat.

Suasana hening seketika. Sampai terdengar suara komisaris yang santun berkata, ok, pertemuan selesai, kami ber empat akan melanjutkan meeting lagi. Kalian boleh keluar.

Satu-satu antrian keluar ruangan. Tinggal kami berempat. Tak lama kemudian, 3 tangan menggulurkan kesaya. Terima kasih mas, kehadiran anda memang untuk itu, “bad cops”..tapi setelah kami timbang-timbang..mas juga harus berubah, kekerasan juga kali ya mas apa yang mas wowiek lakukan. Mas bisa berubahkan? Kalimat santun dari 3 sahabat saya jabat erat.

Dan saya berkata..maaf ya apa yang saya lakukan dulu..kayaknya kalaian merasakan hal yang lebih keras lagi ya di banding mereka. Tapi kalian melakukan saat ini ribuan kali lebih baik dari saya. saya akui performa ketiga sahabat itu habit sekali. Yang saat ini, 16 tahun kemudian ketiganya masih bersama, dengan jalan hidup yang akan mereka tempuh kedepan berlainan namun saling dukung. Bravo!!