Tampilkan postingan dengan label Keberhasilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keberhasilan. Tampilkan semua postingan
Mardigu Wowiek: BOLA KERAMAT JATUH

Mardigu Wowiek: BOLA KERAMAT JATUH

Bola dalam juggling bisnis yang tidak boleh jatuh atau bola keramat yang tidak boleh jatuh adalah bola yang bertuliskan kata PROFIT.
Jangan pernah menjatuhkan bola tersebut. Sekali jatuh akan berat terangkat lagi dan tersering usaha tutup.
SDM boleh ganti, system manajemen bisa di ubah berkali-kali, bahkan produk bisa ganti, corporate action bisa ganti, bisa gagal, distribusi berantakan, kemasan jelek atau brand tidak terangkat angkat, semua tidak masalah, namun sekali profit jatuh, selesai.
Seperti halnya dalam performa BUMN saat ini. bayangkan sudah dimanja, di kasih proyek, di kasih prioritas bahkan monopoli, bahkan sekarang didiamkan saja oleh pemerintah mengurita sampai kusaha rakyat kecil, semua kerjaan jatuih ke BUMN atau BUMNisasi yang meyebabkan keringnya dana cash beredar di masyarakat yang mulai menggebuk kelas menengah.
Apa hasilnya?
Dalam laporan kementrian BUMN agustus 2017, pendapatan 118 BUMN merosot dari 2,116 triliun semester 1 2016 sekarang semester 1 2017 hanya 936 milyar!!! Laba dari tahuan 2016 semester 1 197 tiliun menjadi 87 triliun semester 1 2017.
Apa masalahnya? Karena mereka bukan entrepreneur, semua mental pegawai. Kita harus kritik keras semua direksi BUMN,kita harus pertanyakan kempuan mereka hingga kepucuk tertinggi, asli kita harus menantang entreprneurship mereka. Gajih besar, fasilitas selangit, prestasi?? Beeeehhh itu terbukti angka bicara!
Kalau saya jadi pemilik club bola, dimana pemainnya tidak bisa menciptakan gol di lapangan pertandingan, pelatihan dan manajernya terbukti tidak perform, saya jual tuh club. Bahasa lainnya, BUMN itu di go public khan biar di beli swasta.
Di bilang Negara ngak usah berbisnis masih saja ngak percaya. Swasta nasional jauh lebih bisa mengelola perusahaan dari pada Negara berbisnis.
Lalu di tambah lagi bercita-cita BUMN Negara ambil 51% saham Freeport lagi. Mengambil mayoritas yang seakan dengan mayoritas lebih berdaulat lebih menguntungkan. Terus propaganda pahlawan. Sekali lagi, dari mana kacamatanya bahwa tindakan mengambil Freeport oleh BUMN akan menguntungkan?
Kunci bisnis khan profit, jualan Freeport copper concentrate yang harganya “dimainkan”, apa ngak lihat bisa di lakukan transfer pricing dan lain sebagainya. Duh naïf bener ya.
Lalu BUMN mana yang ambil? SDM BUMN nya? Modalnya dari mana? terus memiliki mayoritas artinya Negara memberikan “souverign guarantee”, lah kok enak asing di kasih souverign guarantee. Gimana mikirnya sih ini? pernah bisnis ngak sih? Negrti ngak sih semua itu buah simalakama di pasang di sana sisi sama swasta, apa lagi swasta asing, amerika pula yang bajingan, rusak kalau naïf kayak begini ngelola Negara.
Jadi kembali kebola profit. Kelola BUMN kali ini menjelaskan satu hal, bola profit nya jatuh, dan berat naiknya lagi karena yang di juggling bertambah banyak bolanya, ada bola “national security”, ada bola “nation treat”, ada bola “survival of the nation”, ada bola “kedaulatan Negara”, ada bola “beban bunga dan pokok pinjaman Negara”, dan eehh ada bola di pentingkan sekali “bola 2019 harus berkuasa kembali”. 

(Tulisan Pagi) “ Masalah?.. jangan di perpanjang, kan bukan STNK

Halo, nice to meet you juga, balasan sapaan ringan saya kepada kenalan baru. Kemarin saya mengadaan pertemuan yang saya memang sangat inginkan. Lebih di karenakan faktor perlu nya izin dan konfirmasi agreement dari sebuah perusahaan BUMN yang bernama PLN.

Dihadapan saya ada seorang wanita muda menjabat sebagai posisi manajemen madya di perusahaan tersebut di dampingin koleganya. Dari awal mengenalkan namanya lidahnya sudah memberikan nada bahwa dia berbahasa ingris bisa lancar karena logatnya ke barat-baratan.


Kalau kita berprasangka buruk ini orang seperti cinta laura tapi tidak selebay itu juga. Tidak berlebihan, santun dan pemilihan kata-katanya menunjukan ya memang aslinya begini. Yang setelah di skusi ringan saya mengetahui bahwa 10 tahun awal hidupnya memang berada di eropa mengikuti kerja orang tuanya. Di usianya 25 tahunan ke melayuan lidahnya belum terbiasa juga. Kayaknya makananya kurang banyak santan dan cabe kali ya, jadi belum melayu-melayu juga.

Tapi ngak juga seperti banyak anak-anak kaum borjuis yang sudah mulai karena sejak usia bayi, usia SD danSMP tiap hari berbahasa ingris dan bahasa ibunya bahasa indonesia jadi bahasa kedua. Agak lucu sih karena kita tahu kedua orang tuanya melayu, yang vocabulary bahasanya hanya sedikit dan disekolah sang anak berinteraksi di lingkungan sekolah yang juga berbahasa inggris.

Anak ini bisa bahasa inggris baik, namun janggal kalau ngomong sesama orang indoensia berbahasa inggris. Vocabulary bahasanya hanya bahasa pergaulan, terdengar keren oleh beberapa orang, tapi banyak yang jengah juga sih. Tapi mungkin saya saja ya kali ya. Yang sok nasionalis dan belum bisa terima konsep “world citizen” warga Negara dunia. Okeh dari pada pagi-pagi ngegosip selingan lebih baik balik ke urusan perlistrikan.

Saya belum jadi pengusahaan dunia pelistrikan atau energy. Tapi niat kearah sana ada banget. Kerena yang penting kan niat ya, jadi suatu saat memang mengalir kesana termasuk pertemuan kemarin ini. Saya di bawa dan di kenalkan oleh sahabat senior saya, bapak Eden dia asli sumatera utara , itu pasti bisa terlihat dari nama marga yang tertera pada nama belakangnya.

Pertemuan yang membahas PPA purchase power agreement ini lah mempertemukan saya dengan gadis muda manajer madya di depan saya. cantik, santun, berlogat dan sering menggunakan istilah inggris ini. Ketika dia mengulurkan namanya, hai pak, saya nirwana. Nice to know you pak…jeda sebentar mardigu wowiek?!

Iya mbak benar, dilanjut dengan kalimat di awal tulisan..halo, nice to meet you juga. Ini menjadi jawaban standar saya dalam dialog awal dengan para gadis, nice to meet you..yang membuat saya sering melihat benda yang Tuhan berikan pada wanita yang bernama TUMIT. Jadi..memang mbak nirwana ini tumitnya bagus. Jadi saya ngak bohong yang bilang “nice to meet”, benerkan ? (piss hehehe)

Lah memang bagus kok tumitnya..bagaikan lancip bulir beras. Halah..panjang deh cowo kalau mulai bicara tumit cewe.

Saya dapat nama jauh haru dari boss Eden ini katanya sambil melirik pak eden yang selalu tersenyum. O iya, ini kolega saya, Firdaus. Dia bagian studi pasar dan bagian lapangan terutama urusan RUPTL.. Saya pun mengulurkan tangan saya kepada pemuda lebih tua an usianya dari mbak nirwana ini namun sejajar posisi manajemennya. Wajahnya datar dan agak sedikit pelit senyum, kesan pertama agak tidak ramah dan kaku.

Saya tahu orang inilah (firdaus) sebenarnya yang menjadi orang yang akan saya hubungi di kemudian hari terbanyak.posisinya saya butuhkan untuk hal-hal yang nantinya akan menjadi kebutuhan dasar perjanjian kerjasama. Kebiasaan saya pada membangun “personal attachment” atau kedekatan pribadi memang harus di bangun sejak awal pertemuan namun terlepas dari “apple polishing” atau menjilat. 

Dua hal yang penting, menetukan “feeling” siapa yang “informal leader” pada pertemuan ini harus terbaca dari awal, kedua membangun kenyamanan orang tersebut tanpa terlihat kita butuh. Nah..urusan lengkapnya para play boy ngerti deh..mirip-mirip dunia lover boy kalau menentukan gebetan dan melaksanakan “mengapelan PDKT”.

Rumus : jangan terlalu menyerang, jangan terlalu lebay. Di bisnis…sama brader, ya kayak begitu juga.
Silahkan duduk bapak-bapak , kalimat lanjutan dari mbak nirwana. Kamipun berbarengan merebahkan diri di kursi yang melingkari meja bundar di sebuah kafe bilangan senopati, Jakarta.

Nah disinilah kebiasaan saya sekali lagi di mainkan. Saya biasanya membuka dengan sesuatu yang informal, yang santai. Otak masih di “tumit yang nice sih” hahaha tapi lidah ada di maneuver lain..

Wah sebuah kehormatan bagi saya hari ini..sungguh sebuah kesempatan langka bisa duduk bareng dengan 3 orang luar biasa yang “chance” pertemuan ini adalah “a million to one” satu dari 1 juta kesempatan. Saya harus beri aplaus tepuk tangan panjang nih hahaha..saya ketawa sendiri di tatap 3 orang setengah heran.

Mungkin di kepala mereka nih mardigu wowiek lebay amat sampai bilang kesempatanya 1 dari sejuta peluang.

Bapak ini ada-ada saja kata mbak nirwana, juga pak firdaus menimpali, buktinya apa boss..
Saya tatap balik ketiganya..loh pak banyangkan posisi orang seperti saya, atau mungkin bukan saya deh, orang lain yang sedang bertemu bapak ibu bertiga juga akan bilang yang sama kalimatnya.

Wajah ketiganya terlihat kebingungan yang saya lanjutkan ..pak bu, saya bagaimana yang bilang terhormat dan merasa tersanjung hari ini, saya duduk di lingkari eden, nirwana, firdaus..hanya beda terminology saja namun artinya sama. Apa ngak hebat saya berada disana. Orang lain mungkin nunggu di hisab perhitungan di akhir jaman baru bisa merasakan, saya sekarang di lingkungan itu,berada dekat eden, nirwana, firdaus…

Itu asli loh…mendengar saya ngomong begitu mereka bertiga meledak tawa terpingkal-pingkal sampai pak eden terkekeh-kekeh panjang mengangin perut. Dan mbak Nirwana menutup tissue mulutnya untuk menghalangi sedikit tumpahan muncrat t air seduhan tehnya, yang di tunjuk-tunjuk sama pak firdaus sambil terkekeh. Saya sih senyum senyum saja, dan dalam hati..nah, kena deh semua..lanjut ngelobby dulu yah..‪#‎maypeacebeuponus‬

Tidak Penting Bagaimana Anda Di Lahirkan, Tapi Lebih Penting Bagaimana Anda Bertumbuh

Bagi saya bisnis adalah dunia yang volatile bergerak naik turun dengan ektrim. Sulit di tebak dan penuh ketidak pastian. Itu adalah dunia entrepreneur. Inilah yang membuat saya heran kenapa orang kok menyarankan untuk memilih memasuki dunia uncertain kewirausahaan.

Coba tunjukan kesaya di mana kepastian dalam berbisnis bahwa anda nanti pasti kaya atau sukses? Berbeda dengan professional atau pegawai, baik itu pegawai negeri ataupun swasta. Tiap akhir bulan pasti di bayar gajihnya. Pasti dapat uang. Berapa pun itu. Inilah yang membuat banyak orang tua tetap menginginkan anaknya, bekerja. Dan bagi saya itu benar. Pasti-pasti saja menjalani hidup.

Paragraph awal ini sahabat bisa membaca apa mungkin yang terjadi dalam diri saya. apakah seorang wowiek lagi galau? Apakah wowiek lagi pesimis dengan dunia bisnis? Atau dia lagi di tawari jabatan yang sangat baik posisinya yang memaksa dia keluar dari dunia kewirausahaan dan masuk kedunia birokrasi eksekutif?


Kalau kesemuanya itu ternyata ada benarnya, apa yang saya harus lakukan kemudian? Main dua kaki? Atau meninggalkan salah satunya dan focus ke satu hal saja, mana yang seorang wowiek pilih?

Sebagai orang yang hobby dengan statistic dan enthusias dalam bidang psikologi social, saya beberapa saat yang lalu melakukan diskusi dengan beberapa sahabat. Pertama saya menjumpai sahabat yang pernah di dunia aviasi yang kemudian sekarang berada sebagai chairman salah satu peritail ecommerse yang besar.

Sebagai professional dia pernah memebuat perusahaan yang dipimpinya mepunya revenue 30 triliun prtahun dari perusahan merugi menjadi sangat menguntungkan. Dia merubah image perusahaan, megutamakan keselamatan dan mempercepat proses distribusi barang. Sangat revolusioner dan sangat destructive.

Masuk dunia birokrasi eksekutif sangat tergantung ownernya mas wowiek. Demikia dia memulai sharingnya. Kalau BUMN, pedang mu tidak pernah tajam. Gerakankan tarianmu ngak pernah lepas, dam tuan mu banyak. Ke bawah kamu tidak bisa asal tebas, walau salah dan lemah subordinate mu. Kamu bisa di demo, di kritik di media, di black mail.

Melakukan ide brilian kamu bisa di tanya DPR, dan pejabat terkait dalam departemen atasanmu. Dan mereka bukan orang faham bisnis. Mereka melihat selalu dari apa untung rugi buat diri mereka dan untuk kelompok mereka dari sebuah tindakan manuver bisnis kamu tersebut. Begitu tidak sesuai, mereka bilang atas nama rakyat indoensia yang mempercayai tugas itu di pundak mereka, kamu pesakitan.

Tapi, disisi lain, mereka minta kamu tetap melayani mereka. Kedatangan mereka tetap meminta di “layani”, ini yang membuat posisi kamu banyak “tuan” bahkan banyak nyonya, istri pejabat yang ikut minta dilayani. Ini melelahkan, ini makan ati mas.

Belum lagi laporan, waduh, 4 kali lipat dari sector swasta. Dan focus membaca laporan adalah mencari salah atau kesalahan yang akan di persalahkan. Bukan mencari masalah dan diselesaikan. Sementara, bagi manusia , salah itu manusiawi. Masalah itu diperbaiki. Itu dinamika biasa. Tapi kesalahan yang di persalahkan, menimbulkan masalah di atas masalah. Dan itu atasan senang, karena seakan mereka kerja.

Coba lihat pansus-pansus yang di bangun dan di proyekan, itu mencari apa? masalah yang akan di permasalahkan, dan bukan solusi. Kalau di tanya solusi, paling bilang : ganti! atau Hukum!. Itu saja. Bukan penyelesaian taktikal apa lagi strategikal.

Bayangkan mas, bekerja dengan minimum 3 mindset berbeda yang memonitor anda! Dia menghela nafas sebentar karena kecepatan dan terlalu bersemangat bercerita.

Lalu mas? Saya jadi antusias

Lalu, paling top 2 masa jabatan memimpin kurang lebih 10 tahun. Lalu sampailah di ujung karier di tempat tersebut yang penuh intrik dan friksi. Kalau kamu tahan loh!..usia misalnya 52 tahun. Kamu mendadak tidak berkantor di pagi hari. Kamu mendadak tidak di sapa dan diskusi atau meeting yang rutin kamu pimpin. Kamu mendadak tidak mendapat telfon atas kejadian hari itu. Diakhir bulan tidak ada sejumput cash masuk kerekening mu.

Memang besar depositomu, memang mapan tempat tinggal dan sarana tranportasimu. Tapi mendadak tidak punya kedaulatan kecuali rumah dan wilayah pribadi. Mendadak self esteem mu terguncang. Bertemu teman saja sungkan mas. Bisakah mas wowiek membayangkan posisi tersebut?

Saya manggut-manggut saja. Saya menunduk dan bisa memvisualkan.

Kalau di perusahaan swasta besar? Milik korprasi besar? Saya bertanya? Sahabat saya sang pakar manajemen aviasi barusan memonyongkan bibirnya sambil mendongak kekanan mengarahkan moyong bibirnya dan gerak wajahnya menunjuk ke sahabat satu kami satu lagi. Itu domain dia tuh. 

Sahabat saya ini pernah di HM sampurna, lalu lanjut ke posisi perusahaan jasa keuangan terbesar di dunia sebagai country head yang memilik jaringan di seluruh dunia, lalu menjadi pemain kunci dalam jajaran petinggi perusahan komunikasi di bilangan Negara asean, dan sekarang di jajaran tinggi di dunia keuangan sebuah perusahaan multinasional yang berkantor pusat di timur tengah..

Podo ae mas, ngak enake! Sama saja kalau di cari dan dilihat dari sisi treat atau negatifnya. Dia memulai sharingnya.

Iya mas, memang utu yang saya butuh. Kalau saya bisa menerima sisi buruk atau sisi berat negatifnya, maka yang positifnya pasti bisa saya terima, bener khan?

Iyo..jawabnya singkat.

Didunia korporasi swasta, tuan kita sedikit, pedang kita bisa tajam, gerak kita leluasa. Yang harus di pilih adalah, sang master. Tuan kita. Kalau dia buas, kreatif, out of the box, no rule, jago manipulasi, berani maneuver politik, networknya luas, modal kuenceng, Waduh, itu surga dunia mas.

Lincah sampeyan mas.

Bagaimana kita bisa di habitat seperti itu mas? Saya bertanya

Nah, sampeyan harus interview atasan langsung . katakana mas di tawari posisi puncak, maka share holder dan founder utama mas harus sempat bicara. Sedot datanya, baca gesture nya, lihat kebiasaannya. Karena bisa saja dia hanya pakai kita beberapa tahun terus di buang untuk invetasi lebih murah.

Tanya mantan personil sebelum sampeyan mas, lalu tanya bawahan langsung mereka juga. 360 derajat observasi. Satu saja ada feeling ngak kretek , jangan di jalani mas. Itu potensi confliknya. Itu potensi ketidaknyamanan jangka panjangnya.

Saya kembali manggut-manggut. Singkat cerita dua orang sahabat saya tadi masih saya gali , masih saya “probing dan digging” terus dari berbagai sudut. Sampai saya puas, dan singkat cerita pada suatu saat kemudian saya berjumpa dua sahabat lainya lagi.

Kali ini dua orang CEO merangkap salah satu owner pemegang saham dari 2 perusahaan tambang besar. Ini pengusaha murni, entrepenuer poll!., mentok. Sayapun cerita apa seperti cerita tulisan diawal. Dimana saya mendapat dua hal yangbenar-benar setali tiga uang, sama peluang sama besar, sama sulit, sama menantang. Selesai saya cerita overview, terdengar ketawa kecil dari keduanya,.huahahahaha. sambil meletakan gelas di meja dan yang satu ngetok-ngetok meja, masih tertawa, walau kecil tapi panjaang. Jiaaaah, kenapa nih berdua!! . Maaf kita sambung besok ya # may peace be upon us

Punya Jantung Ngak Punya Hati, Ini Manusia Apa Pohon Pisang?


Kalau bukan pemain besar, mau melawan raksasa bisnis, sebaiknya serang mereka pakai “flanking attack” mas! Demikian mas H memberikan pesannya ketika saya meminta saran untuk sebuah usaha yang belum pernah saya masuki.

Mas mau masuk dunia fashion models dan langsung membuat event terbesar di tanah air. Sementara mas wowiek belum punya pengalaman tersebut, itu gila. Katanya kemudian. Kalau saran saya masuk pelan-pelan. Para competitor juga tidak akan melawan karena pasarnya memang masih besar dan belum tergarap.


Mungkin mas wowiek punya strategi lain, dia memilih pakai “leapfrog attack” dalam bisnis kali ini, demikian pak S berkata masuk dalam pembicaraan.

Saya setuju dengan pak S, mas wowiek mau masuk dan mau langsung leading menjadi pertama dan terbesar dalam bisnis fashion models, karena itu dia pakai “encirclement strategy” sekaligus.

Saya duduk manis mendengarkan percakapan ini. Setelah sebelumnya saya bicara panjang lebar rencana bisnis saya yang baru maka mendengar saran dari 3 sahabat ini adalah kebutuhan dasar saya. Memang benar pada dasarnya berbisnis itu tidak mudah, sulit dan jalannya berliku.

Sebagai pebnisnis, kita seakan mahluk yang bekerja tanpa tanggalan merah. Setiap hari seakan tanggal selalu biru. Harus pintar-pintar ambil tenaga dan memanfaatkan tenaga agar tidak boros. Bisnis ibarat lari marathon. Jaga stamina karena panjang, jauh dan melelahkan. Cadangan energy di jaga, cash flow dijaga, semangat di jaga. Bukan hanya diri sendiri, mitra, teman , anak buah, team, vendor semua harus di jaga.

Belum lagi jurus dan strategi bisnis. Banyak banget. Di pasar highly competition red ocean market, dipasar highly regulated business seperti jasa keuangan dan airline, dipasar UKM, dipasar international semua punya strategi, jurus, kompetisi, dan regulasi berbeda. Sifat pasar juga berbeda, ekstreem sekali perbedaannya.

Dan untuk menjadi master, semua jurus harus dikuasai dan pernah digunakan dalam banyak pertandingan (baca kompetisi). Jika kita hanya tahu sedikit ya sedikit pula perkembangannya. Seperti misalnya beberapa saat lalu seorang sahabat saya berbisnis makanan. Dia masuk di bisnis warteg.

Harga murah, nasi mentung menggunung tinggi, lauk beragam banyak, tempat bersih seperti café atau resto fasfood kenamana nan tertata rapih. Posisi dan lokasi jangan di tanya lagi. Itu target nya. Di tengah pasar, dekat terminal, di daerah kantoran.

Membangun langsung 15 cabang. Manajeman rapih, bisnis plan nyaris sempurna. Beliau memiliki pengalaman di bisnis makanan lama. Bahan baku dapat harga termurah mutu terbaik. Chef terbaik, service ala warteg hanya dinaikan kelas pelayana, kebersihan serta sarananya dan harga tetap warteg jalanan. Murah.

Diawal cerita melihat strateginya menyasar C & B class, harga C class, mutu dan suasana B class, lokasi daerah utama di tengah kesibukan aktifitas harian banyak mansuia. Berbekal pengalaman ini bisnis pasti ngak ada matinya, pasti sukses, karena margin keuntungan juga masih cukup besar.
Tahun ketiga berjalan. Dia menceritakan bisnis warteg nya saat ini. Tutup semua.

Saya cukup heran. Manajemen bagus, harga bagus, lokasi strategis, competitor hanya warteg dengan manajemen seadanya disekelilingnya. Harusnya bukan tandingannya. Saya bertanya, kok bisa mas?

Dia menjawab, dalam manajemen rapih yang saya terapkan, strategi bisnis yang saya buat rapih dengan saran konsultan bisnis handal. Berbisnis ala chain café kenamaan atau fastfood ternama. Kami tidak pernah menghitung warteg sebelah kami, sebagai pesaing. Kami percaya mereka bukan lawan kami. Ternyata ada hal yang kami tidak perhitungkan dari mereka yang mukul kami.

“Ngebon”, atau ngutang bayar belakang, bayar abis bulan, bayar mingguan. Diama hal ini tidak bisa kami terima, namun hal inilah yang membuat warteg sebelah hidup dan berkembang. Keterikatan emosi, jauh lebih powerful dibandingkan kerapihan manajemen.

Tukang sayur, tukang ojek, tukang bangunan semua kesana, ke warteg sebelah kami. Walau ketika bayar mereka menghutang lagi. Seakan hutang ngebon tidak pernah lunas dan selalu memiliki hutang namun hal itulah yang membuat pelanggan kembali. Hal itulah yang membuat mahasiswa bisa menyelesaikan kuliahnya. Dan banyak alasan emosional lainnya. Bukan terenak, bukan termurah, bukan terbersih.

“Ngebon” itu merusak strategi bisnis saya, secanggih Harvard business school pun tidak pernah mengukur kekuatan ngebon. Yang jelas kami kalah kompetisi dengan ngebon. Dengan ikatan emosi ini. Betapa bisnis memang memiliki banyak jurus ada benarnya mas. Ini jurus mana, dimanajemen modern tidak dipelajari. Warteg2 itu master semua mas. Demikian dia menutup cerita yang membuat saya tidakpunya komentar selain, saya harus belajar lagi. Seperti hari ini.

Saya, dalam satu hari ini duduk bersama 3 orang yang memiliki kemampuan perusak usaha “destruction manajemen” pastinya peristiwa yang langka. Duduk bersama orang yang didalam berbisnis adalah orang yang pandai melihat terobosan dan berani mengambil resiko adalah sebuah kehormatan.

Bersama para eksekutif puncak perusahaan bonafid untuk berdiskusi membagi ilmu mereka adalah kesempatan emas yang tidak bisa di bayar dengan uang. Merasakan energy mereka langsung tidak bisa tergantikan dengan sebuah kenikmatan makanan terenak sekalipun.

Inilah hari dimana saya bersama mas H eks petinggi indosat dan petinggi excelcomindo TBK, pak S mantan petinggi medco dan mantan petinggi pertamina yang membawa pertamina masuk top 500 company dalam fortune magazine dan mas A petinggi bank asing mantan petinggi telkomsel.

Seperti nasehatnya di atas saya di sarankan menggunakan “flanking attack” dalam menyerang competitor dan “leapfrog attack” saya akan coba ceritakan dengan kisah bisnis nyata yang dilakukan mas H sewaktu dia di XL.

Flanking adalah mencari kelemahan lawan. Ini istilah tinju sebenarnya. Misalnya kelemahan seseroang adalah di perutnya, maka tonjokin aja perutnya lebih banyak dari kepalanya.

Dari 33 provinsi penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia saat itu menguasi semuanya. Namun ada daerah NTT dan Madura mereka lemah. Karena dianggap pasarnya kecil. Maka XL melakukan “flanking” dengan mengusasi 2 lokasi tersebut. Signal terbaik, jaringan terbaik dipasang sehingga dua lokasi tersebut di rebut pasarnya hingga 80%.

Lalu pelan-pelan masuk ke NTB dan bali. Tidak terasa bagi competitor terbesar tersebut karena pasar tetap tumbuh dari daerah lain. Namun mereka tidak sadar ada daerah yang keambil.

Lalu XL dipusat melakukan “guerilla attack” buat kampanye harga murah, namun hanya 2 minggu lalu menghilang. Pelan namun pasti , diulang-ulang pasar di tengah di ganggu dengan kampanye muncul hilang pulsa murah. Taktik guerilla. Hit and run.

Sehingga daerah Bali, NTB, jawa timur mulai kerebut dengan porsi hampir 50:50. Lalu ,XL menggunakan “leapfrog” lompat katak adalah membuat sesuatu lebih dulu dari competitor. jual paket pulsa Rp 10.000 an. Paket murah yang membuat pangsa pasar dalam waktu 2 tahun mengambil 20% pasar telekomunikasi pindah ke XL.

Itu ilustrasi sederhana dari pesan mas H. dan ketika saya berkumpul dengan para dewa CEO ini maka saran merekalah yang saya pasti pakai dalam menyalip ditikungan para competitor nantinya. Yang saya target adalah dunia advertsing. Karena para pemilik brand memerlukan program unik dan baik untuk profiling produk mereka pastinya. Maka kita membuat program untuk menangkap kebutuhan mereka, para pemilik produk utama – prime product tersebut.

O iya, sedangkan saran mas A dan pak S untuk “frontal attack” dan “encirclement strategy” sebaiknya ditulis diseri berikutnya ya. Mudah-mudahan banyak sahabat yang minat dan membutuhkan. # May peace be upon us

Jangan Pernah Gagal Menggagalkan Kegagalan Karena Itu Adalah Arti Keberhasilan

Dibulan November sebuah undangan mampir di WA, BBM, email, inbox, notofikasi dari sahabat lama saya. 1 undangan, di ingatkan 5 kali di tambah 2 kali telefon langsung. Ini serius. Dia ulang tahun. Itu biasa, perkenalan 20 tahun lebih saya hanya miss tidak hadir beberapa kali saja. 

Namun kali ini ada bedanya, sangat berbeda. Itu setidaknya kalimat invitation yang menarik. Sebuah janji bahwa pesta nanti baru. Ada sesuatu yang mengejutkan.


Undangan terbatas. Sangat terbatas dan pilihan. Demikian dia mempromosikan sehingga saya jauh-jauh hari memberi nota di tanggalan di kalender jadwal janji. 2 sekertaris saya pun saya ingatkan untuk mengingatkan saya yang pelupa ini.

Alamat party? Dihotel dan gedung miliknya. Dimanakah itu? Kalau di bundaran patung selamat datang atau patung HI ada 4 hotel, 2 hotel tersebut milik nya, satu milik kakaknya, sebagian saham, dan satu gedung dan hotel adalah miliknya. Disana di lantai 5, seluruh lantai di ubahnya menjadi tempatnya private party. Acara mulai jam 16.00 dan open..till you drop!

Karena di wanti-wanti berkali-kali ya saya merubah 2 pertemuan meeting yang seharusnya di temoat lain saya ubah jadi di hotel itu saja, jam 2 dan jam 3 ada bertemu mitra kerja. Jadi tidak masalah dengan kemacetan Jakarta yang tidak tertebak.

Waktu menunjukan pukul 16.00 an , saya masih di lobby sudut mata saya tidak mungkin bisa tidak melirik warna-warna blink blink dari mobil ceper warna warni yang menurunkan pengendaranya dan parkir di barisan depan sisi lobby hotel yang memang sudah disediakan khusus.

Tidak mungkin tidak memperhatikan siapa yang hadir melewati lobby menuju lift lantai 5. Dan seketika mitra saya berpamit sayapun menuju lantai 5.

Pintu lift terbuka, sahabat saya langsung menyapa dan kami saling salaman, saya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun, saling berpelukan. Kemudian sambil tersenyum sumringah tangan nya menunjuk sebuah meja resepsi, di sudut meja bar. Dimana saya di ajaknya kesana. 5 wanita ayu menyapa dan mencontreng nama saya dalam list daftar hadir.

Mata saya menyapu ke kiri dimana tumpukan makanan ringan dan gelas berisi minuman warna warni tersedia. Mata kearah kanan sebuah ruangan di set up indah, dan dapat dengan jelas melihat pemandangan sekitar dengan sunset matahari cantik menunggu terbenam. Keren, exotic dan romatic suasana dekornya. Di sisi kiri jauh mata memandang, gerakan beberapa orang sedang menikmati suara ajeb-ajeb dari dj dengan suasana intimate keremangan, berlawanan dengan sisi kanan yang romantic. Dalam hati, eehmm..tinggal pilih sesuai selera lokasi duduk nya rupanya.

Bapak pakai gelang yang mana? Suara lembut menanyakan kesaya. Saya ngak faham. Maksudnya mbak? Saya melirik ke sahabat saya yang terseyum dan menepuk pundak saya, you are on your own,,gw tunggu di dalam ya, sambil berkata dan berjalan meninggalkan saya , dia masuk kearah kiri.
Ini apa mbak? Saya bertanya yang di jawab dengan cekikikan kecil genit beberapa gadis escort di depan saya. ini apa arti warna gelangnya mbak?..diahadapan saya ada tumpukan yang katanya gelang berwarna dengan 4 macam pilihan.

Seorang gadis yang paling dekat saya berkata, ini yang warna biru artinya “taken but available”ada yang punya tapi tersedia, ini yang warna merah artinya “taken” sudah ada yang punya. Yang hijau artinya “looking” mencari, dan yang kuning artinya “single”. Dia menjelaskan sambil tersenyum, bapak mau yang “biru” apa yang “hijau”?

Saya agak terkejut, ini baru pertama kali terjadi dalam kehidupan saya yang sederhana ini. Saya pun menjawab, eehhmm, yang merah aja mbak. Yang tidak di jawab tetapi dengan celetukan, nanti berubah..sudah mantep nih pak?

Wah, dalam hati saya berkata, malah di ceng in begini saya. haiya..ngak mbak, merah! Saya bersikeras dan sebuah ikatan gelang warna merah langsung melekat di tangan kiri saya. dan saya pun jalan menuju ke arah kiri sesuai dengan gerakan sang birthday boy,

Dia menunggu saya di ujung kursi bar yang tinggi dan disediakan satu yang kosong di depannya. Tangannya menyun kea rah saya menungdang nya mendekatinya, dan tangannya menepuk banku stall bar, menandakan dia meminta saya duduk di kursi tersebut. Saya pun mengikuti dan bertanya, party apa ini brader?

Dia tidak menjawab tetapi berkata, pak wowiek siapin jus jeruk fresh hangat!, katanya pada pramusaji yang cantik yang di hadapan kami menawari, red wine atau sampanye pak? Dengan menyodorkan barisan gelas di nampan di tanganya yang ada beberapa gelas, yang satu berwaran merah, yang satu berwarna kuning emas. Namun saya hanya menggeleng. Yang kemudian di jawab oleh birthday boy yang sudah kenal dengan kebiasaan saya di bar, fresh jus orange hangat.

Kamu tahu saya single khan? Yang saya jawab dengan anggukan. Juga beberapa teman juga banyak berstatus single, entah duda, entah single telat nikah, juga banyak lainnya. Gw pengen buat social gathering dimana gw hanya undang 75 teman lama gw, old buddys, da nada sekitar 120 an undang cewe. Status?!!...mereka tentukan sendiri di resepsionis di depan. Sambil dia menunjukan gelangnya yang berwarna “hijau”. So..you wat ch your step bro,,,like I told you before, you are on your own!

Saya manggut-manggut, interserting! Match maker event, oke deh. Pembicaraan kami diskusi banyak hal selanjutnya namun mata saya sekali lagi tidak bisa memungkiri apa yang saya lihat, ada model, ada artis juniar, ada banyak orang yang kira-kira berkata, what so called, beautiful girls hadir di sana, masuk satu persatu menngucap selamat, menyalami, cipika cipiki birthday boy. Di gelang mereka, hijau, kuning, biru.!..

Saya berdiri karena tak lama saya pun di tinggal karena tuan rumah sibuk melayani tamu yang mulai berdatangan , waktu menunjukan pukul 18.00 an. Hey man!, mata loe itu bening amat!, lagi cuci mata ya! Hahaha..suara yang sangat familiar menyapa saya. sahabat saya yang berwajah mirip andy Garcia yang main di film godfather berdiri di hadapan saya. seorang pebinis nickel, perusahaan nickelnya no 3 terbesar di tanah air. Seorang self made milioner, dengan setelan jas rapih seperti keseharian nya , dia terlihat gagah. Dan tanpa komando kami saling lirik gelang apa yang kami kenakan, ternyata, sama, merah! Yang simbut ketaa kecil berdua. Man, kayaknya kita geser ruangan deh. This not us, I guess?! Katanya menebak nebak sisi pembenaran saya. saya saya ngguk, iya nih..geser yuk!

Kami pun beranjak pindah. Saya berjalan sambil membawa gelas orange jus saya yang sudah tidak hangat lagi, menuju keruang kanan. Kayaknya lebih mewakili sisi kami berdua, more peaceful place. Dan setibanya di ruang yang menjadi sangat romantic mood kami pun serasa bergeser menjadi lebih mellow lebih melankoli. Saya kagum melihat sisi luar gedung sudirman thamrin yangterlihat dekat dan suasananya seperti kota shanghai di waktu malam. Iya, karena kehadiran ras campuran tamu hadir, mulai dari pribumi melayu, turunan arab, turunan chinesse, indo, pebisnis kakap semua hadir di malam itu.

Ayunan tangan di sudut ruang membuat kami berdua mendekatinya. Siapa lagi kalau bukan pemilik tambang batubara, salah satu yang terbesar di Kalimantan selatan. Perusahaan berinisial A dan sang dirut dan pemilik ini yang memanggil kami. Kemana aja? Itu sapaan awalnya yang setelah kami ingat-ingat sudah 1 tahun kami tidak jumpa.

Dua sahabat saya di hadapan saya adalah sahabat saya pebisnis murni, entrepenuer handal, pewirausaha sejati. Kami saling tatap dan saling pamer, gelang merah! Dan kami tertawa , menertawakan sisi yang sulit di urai dengan tulisan. Walau di buka dengan kalimat, man, did you see the girls? ..ya kami tanpa janjian semua mengangguk!, hell pretty , di jawab andy Garcia dengan lugas. Bener, semuanya , gile nih birthday boy!! Very tempted! Di jawab mister B pemilk tambang A.

So.,..kita harus break nih otak, what news mas bro wowiek. Inilah kalimat yang membuat saya menceritakan kasus seperti dalam tulisan kemarin yang membuat mereka tertawa kecil berkepanjangan. Ok, ok…loe ada-ada aja masalah beginian di tanyaain ke kita mister B menjawab. Tapi gapapa juga, dari pada pikiran kita macem-macem ini lebih sehat khan, dia melanjutkan.
Begini deh. Lanjutnya kemudian, Jawab pertanyaan saya? who create job? Government? Atau entrepreneur?

Pertanyaan tersebut tidak saya jawab karena dia langsung cerita, ada seroang pria, memeiliki ide, kemudian dia memutuskan membuka bisnis. Dia jualan pecel lele. Ternyata meningkat dan dia perlu bantuan. Apa yang dia buka?

lowongan kerjaan, saya jawab

Benar, dia membuka lowongan kerja, lalu dari gajih dan pendapatan usaha itulah dia membayar pajak kepemerintah. Itulah membuat roda pemerintahan berjalan. Comprende!

Atau sisi lain. Katakan kita yang berada di acara ini mau buat Negara. Maka apa yang dilakukan oleh kita pertama kali. Kita saling bertanya, apa yang kalian bisa atau punyai. Satu bilang saya punya ayam 30, saya bisa punya telor 20 an tiap hari. Yang stai bilang sya pe,buat pacul, yang lain bilang sya punya sapi, yang lain bilang saya bisa menyembuhkan penyakit, yang lain lagi bilang saya bisa mengajar membaca . begitu seterusnya.

,aka . ketika seornag ibu yang bisa menyembuhkan penyakit perlu 6 telor untuk keluarganya dimana anak peternak tadi sakit terjadilah apa?
Transaksi. Saya jawab.
Itulah kehidupan. Suatu saat ada preman datang, minta susu sapi. Dan dia memaksa pemilik sapi, yang tidak mau memberikan karena tidak ada timbal balik. Mala timbul masalah. Ada pencurian di tempat lain, dari desa lain. Maka disinilah lahir yang namanya government, pemerintahan.

Harus ada yang mengatur. Lalu warga Negara kita memilih siapa yang mengatur. Maka secara demokratis di pilih siapa yan paling di percaya. Untuk mengatur Negara. Mengatur masyarakat. Jadi Negara hadir belakangan. Wilayah dulu, penduduk dulu, baru aturan di butuhkan dan law enfroment bisa di tegakkan.

Ingat mas wowiek, bukan sebaliknya. Jadi, Negara tidak menciptakan pekerjaan, pengusaha yang membuat!. Saya masih belum dong, mungkin karena ceritanya kejauhan, atau mata saya yang terus di hiasi keindahan ciptaan Ilalhi yang lalu lalang membagi senyumnya. Saya pun bertanya, masih belum faham dengan hubungan dengan masalah saya bro. nah, ini gw baru mau masuk ketopiknya…maaf sahabat bersambung lagi besok ya. # may peace be opun us

Kalau Anda Tidak Bergerak Membangun Impian Anda, Maka Pasti Anda Akan Bergerak Untuk Membangun Impian Orang Lain

Dunia modeling memang glamour dan harus glamour. Dunia high fashion, life style juga merapat kedunia kemewahan. Sehat itu mahal biayanya, pintar itu mahal biayanya. Dan kita semua tahu begitu kita sakit biayanya jauh lebih mahal lagi. Biaya kebodohan juga sama, jauh lebih mahal dari pada biaya belajar.


Masih heran banyak yang tidak mau belajar ya, dan memilih hidup berat karena sering terantuk batu bahkan menambrak tembok. Tetap tidak belajar juga. Untung diskusi kali ini bukan tentang belajar tetapi dari sisi glomournya.

Kita diskusi dunia produk barang mewah untuk qualitas dan harkat pemakainya. High brand product. Menjual barang high brand adalah sangat sulit dan memerlukan stamina jangka panjang. High brand memerlukan story telling. Memerlukan cerita pendukung. Sejarah panjang puluhan tahun, ratusan atau atau bergenerasi adalah bahan cerita yang paling baik.

Panjangnya dan konsistennya produk tersebut di buat dan di wariskan hal itu mengagumkan fans. Sehingga di kepala pembeli ada satu hal di dapat bahwa produk ini genuine asli dan memiliki tradisi terhadap kualitas yang telah lama TERBUKTI.

Apa yang terjadi jika anda memiliki produk bagus, qualitasnya, bentuk estetikanya, fit cocok untuk orang-orang sukses namun anda belum memiliki sejarah panjang. Belum memiliki cukup masa untuk pembuktian?

Ada sahabat saya yang memilih jalur bisnis yang tidak umum yaitu berbisnis fashion style menggunakan bahan kulit sebagai dasar produksinya.

Secara kualitas kulit, inilah kulit yang dipakai semua major high brand product di dunia. Sumber dan bahannya sama. Dia mengambilnya dari penghasil kulit terbaik dalam memproses kulit tersebut. Dari luar Indonesia, dari eropa dan dari amerika.

Bahannya sama dari kulit sapi, sama dengan sapi yang ada di Indoensia. Namun musim, air, udara, makanan, cara memotong,cara memproses menjadi kulit dasar fashion hanya dimiliki segelitir perusahaan dan itu yang dia pergunakan.

Saya ketika pertama melihat hasil karyanya, dikepala saya mengatakan, ini produk high end untuk A class. Jangan di jual murah harus di ciptakan “story”. Cerita lah yang akan membuat brand itu di bicarakan.

saya lama diskusi dan mengorek data darinya. Saya sangat detail urusan busana. mungkin karena ingin irit saya selalu memilih bahan dan fashion yang bisa di gunakan lama dan selalu up to date terhadap jaman.

Jadi kulit sebagai bahan jacket adalah salah satunya. Karena itu salah satu fashion yang saya minati. Ketika sahabat saya menananyakan, mas, saya ingin membuatkan anda jacket kulit dan saya ingin mas menggunakan produk saya sebagai brand ambassador. Model apa yang mas wowiek inginkan? Ini kalimat pertanyaan dari sahabat saya Bob Shofwan.

Tak sampai 1 detik sebuah kata tentang jaket kulit impian saya lontarkan, jacket jet fighter pilot mas! . karena lama saya merindukan jaket penerbang tempur tersebut. Jadi di bawah sadar pikiran saya ada data itu. Itu juga mungkin disebut kekuatan impian sehingga “snap” keluar cepat secepat menjentik jari ketika di tanya.

Seperti inikah? Katanya memberikan 2 buah produk yang langsung saya foto. Ini karya saya mas!
Wah saya terkejut karena kemiripannya 100%. Saya pegang dan saya kenakan segera jacket tersebut. Enak banget. Sentuhan indra sensory saya terpuasi, kulit saya terpuasi dengan lembutnya bahan asli dan saya bisa tahu ini kualitas tinggi bahannya.

Bau khas kulit tersebut memuasi indra penciuman saya dan hal ini memberikan kesan macho. Lalu mata saya terpuasi dengan cutting yang tepat serta jahitan yang sempurna. Lalu saya sebut apa yang saya inginkan. Warna coklat mas, yang sebelah atas namun tidak pakai bulu mas kerahnya, lata saya kemudian. Kerahnya seperti contoh yang hitam. Saya cepat sekali mengambil keputusan dengan pilihan tersebut karena memang sudah tergambar dalam pikiran saya jauh-jauh hari.

Lalu mas Bob sang pebisnis muda itu mengambil meteran khas nya. Mas saya ukur ya badannya ya?, saya mau semua produk saya adalah fit kepada pemiliknya.

Wuih, bener ini. Hebat. Tubuh manusia memang unik, ada plus minusnya satu dengan lainnya. Seseroang yang mengerti design akan menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan sehingga enak di lihat, enak di pakai.

Kalau beli produk masal maka “tayloring” nya tidak ada. Jadi ketika di patung mannequin enak dilihat ketika kita coba kita kerasa aneh. Tangan-nya kependekan, atau sempit di perut dan beragam masalh lainnya. Seperti kita terlihat jadi pendek atau kulit kita terlihat jadi gelap redup. Ya itulah kalau beli “mass product” atau produk massal.

Mass product yang taylor cocok dengan semua orang ya adanya di high fashion brand. Kocek kita keluar banyakan sedikitlah. Namun dengan mas Bob hal itu tidak terjadi. Taylor fit dengan harga sangat reasonable ( bahasa lain murah) namun kualitas sama dengan brand ternama. Kami ketika diskusi ada di mall yang banya menjual major brand pria ternama. Kami pun membandingkan karya dan harga. Kami ke Ermenegildo Zegna, ke Hugo Boss, ke ferragamo, ke Armani untuk melihat leather jacket karya terakhir mereka.

Dan hebatnya, mas Bob sudah mengkopi semua, dia buktikan dengan mambawanya di bagasi mobilnya yang dia tunjukan kesaya, semuanya. Dan sama.

Rasanya, bentuknya sama. Ini mungkin KW namun kalau anda pakai dari mana orang tahu ini jaket karya hugo boss atau bob shofwan? Yang membedakan bukan jaket karya keduanya namun dukungan penunjang lainya menentukan. Sepatu yang dipakai, arloji yang pakai, kendaraan yang dipakai menentukan “judge” pertimbangan orang dalam menilai.

Jadi bukan produk mas Bob permasalahnya. Mutu, model, rasa, bentuk semua sudah high fashion. Tapi kalau di pakainya tidak stylish , tidak didukung body shape yang bagus, dan keseimbangan busana pendukung lainya, jeans, sepatu , maka akan terlihat KWnya. Tapi kalau anda sudah menggunakan semua yang stylish dan dilengkapi jaket kulit Bob. Orang tidak tahu jaket ini hanya 4 juta rupiah, bukan yang 25 juta rupiah yang ada dalam tag pricenya ferragamo atau Georgio Armani!

Mas Bob berkata, mas, kalau mas punya impian apapun terhadap kulit. Dompet, tas, jacket beri saya tahu. Saya akan bikinkan sesuai keinginan mas. Rumah produksi saya di selatan jakareta siap memproduksinya. Harga ngak usah pikirkan. Pasti jauh di banding dengan harga barang bermerek namun saya jamin kualitas sama.

Pagi ini, barang pesanan saya datang. Dan saya kenakan di depan kaca, pakai jeans dan kemeja putih. Saya amaze, kagum saya. it a world class product saya kenakan. Hebat mas Bob Shofwan. Seperti nya sebuah produk yang bisa mendunia sudah hadir di Indonesia. Bravo! # may peace be upon us

Tidak Ada Manusia Yang Terlahir Langsung Jadi Orang Besar. Orang Besar Lahir Pada Saat Yang Lain Tidur

B jeda sebentar dalam monolognya dengan berdiri dan menghentikan seorang pramusaji cantik yang membawa infuse water segar. Seakan dalam balapan, mas andy gracia ngak sabar ingin bicara rupanya dan dia yang sekarang bicara.

Begini wiek, menurut kamu siapa orang yang paling kaya yang kamu kenal? Apakah dia seroang yang “having a job”? Atau seorang “entrepreneur”?


Seketika pikiran saya mulai bekerja, ekspresi wajah saya yang mendadak stabil dan bola mata meliril ke atas, tanda sama mulai mengingat-ingat siapa ya orang yang paling kaya yang saya kenal? Apakah mereka punya pekerjaan atau mereka pengusaha?

Belum panjang saya berfikir, kalimat lanjutan mas andy Garcia berkata, lupain bill gate, lupain jack welsh . ngak masuk itungan karena harus “someone you touch”. Kamu kenal “personally”. Kamu tahu secara pribadi dan kamu akrab mengenalnya. Coba perhatikan, apakah dia punya pekerjaan atau pewirausaha?

Loe berdua? Saya mencoba meng cornerkan menyeleksi data orang yang saya kenal dan kaya.

Bukan, gw masih ada hutang bisnis. Kata B yang di timpali mas andy Garcia sama mengangguk menyetujui. Coba lu cari-cari lagi di data base lu. Mr IR?! Dia ngak punya utang tuh, kata saya menunjukan dengan gerakan wajah kepada satu gentlement yang baru masuk dan sedang berbicara dengan seorang petinggi di kabinet pemerintahan presiden Jokowi saat ini yang kebtulan berdiri berdua di depan kaca ruang party di lantai 5 ini.

Kami bertiga memalingkan muka kepada IR dan mas B dan mas andy Garcia setuju, nah..bener kalau dia kata mereka. Itu baru orangtaipan. Bener tuh IR. Ciri orang ultra kaya salah satunya adalah ngak bisa menghiutung berapa jumlah uang nya saat ini. Kalau kamu masih bisa menghitung berapa jumlah hartamu dan dari mana saja materi kamu dapat. Itu artinya kamu belum ultra kaya, belum taipan. Masih sekedar punya materi, punya uang.

Kepala saya pun terbayang perjalanan terakhir saya dengan IR ke bali, yang menghadiri undangan mas andy Garcia yang membuka sebuah resort 8 bulan lalu. Saya nebeng dari halim dengan IR dan keluarga yang saya kenal 25 tahun yang lalu, bahkan istrinya pun saya yang mengenalkannya. Menurut saya hubungan kami sangat dekat.

Nebeng pesawat pribadinya global 7000 teranyar. Saya yang kikuk selama perjalan lebih banyak diam melonggo dan rupanya di manfaatkan mas IR mendongeng apa yang dilakukan beberapa bulan terakhir (saat itu) dan apa yang di cita-citakannya beberapa tahun kedepan. Dia inginmembuat perpustakaan gratis kelas internasional disetiap ibukota provinsi, salah satu impiannya.

Lamunan saya terpotong mas andy Garcia yang menajutkan pembicaraan, sudah bandingkan lain lagi? Yang punya gawean ada ngak yang kamu kenal yang sangat mapan? Yang mungkin sudah di level international corporate dan sudah dapat “director cut”.

Sebagai catatan, director cut adalah seorang profesional yang mendapatkan opsi saham atau stock option dari perusahaan, dapat pembagian keuntungan perusahaan dan fasilitas lainnya. Diluar salary yang pertahun nya . dan bahkan terkadang penghasilan pertahun dan bonus itu bisa mendekati 10% keuntungan perusahaan dan bagi korporasi besar nilai itu bisa 10-50 juta dollar bahkan lebih salary cap dari CEO tersebut.

Seperti CEO yahoo yang cantik, atau ceo apple , tapi saya ngak kela, bukan orang yang saya “touch”.
Saya pun menggelengkan kepala. Kayaknya orang yang terkaya yang saya kenal adalah pengusaha bro. jawab saya kemudian setelah otak saya membandingkan dengan banyak sahabat para profesianal lainnya.

Ok, kesimpulan seorang wowiek mau jadi eksekutif perusahaan super besar yang dia ngak cerita di tawari BUMN atau international corporation atau tetap di entrepreneur?, kata mas andy Garcia kepada saya.

Atau Entreprenurnya jadi owner murni, dan cari professional yang “run”, lanjut mas andy Garcia.
Apa kamu coba telaah dalam diri, lanjut mas B, L bener tuh!,(L adalah nama asli mas andy Garcia) apakah kamu punya mental professional.

Professional adalah seseorang yang bermental memberi. Seorang pengabdi pada profesi yang taat dan pengabdi pada kehidupan yang luas.

Pengabdian professional adalah orang yang memberikan 2 hal. Karyanya tanpa pamrih dan hatinya tanpa batas. Kalau hatimu sempit jangan coba-coba jadi orang yang mengabdi. Dan jangan juga berfikir bahwa dengan hati sempit saat ini nanti akan meluas dan lapang dengan belajar kesabaran. Kamu bunuh diri namanya mas wowiek.

Tak akan merubah hatimu jadi luas. Berhadapan dengan parlemen wakil rakyat yang saat ini yang kalau bicara asal nyablak karena ngak faham bisnis yang selalu di dinamis. Mereka banya yang bukan negarawan, tapi wakil egonya sendiri, kamu bisa sakit hatimu. Karena penuh dengan kamarahan tertahan. Karena sempitnya hatimu. Kalau hatimu seluas samudra kamu masih ada tempat buat berkarya walau kamu di hujat, dimaki, dikritik.

Bener, kalau kamu punya hati sempit, sesak dada kamu. Stress kamu, meledak otak kamu.
Disisi lain, Kalau entrepreneur adalah seroang matre murni. Profit oriented. Goal getter, pengejar prestasi. Agak brutal dan tough di meja perundingan. Menekan di ruang direksi, demanding sangat menuntut pada karyawan. Semua orang di bawah pengusaha pasti tertekan.

Namun ada juga pengusaha yang memperhatikan subordinatenya, ngak asshole-asshole banget. Juga ada juga entrepreneur yang berhati memberi, yang biasa di sebut philanthropy. Namun cara mereka mendapatkan uang dulunya, jangan di tanya deh!

Sekarang saran saya, kata mas B menjutkan lagi. Kalau kamu mau kearah pengabdian kepada bangsa maka cari professional dibawah kamu di organisasi usaha kamu. Professional yang telah memberikan karyanya pada kamu sebagai entrepreneur dan kamu sebaliknya, berikan apa yang mereka telah mereka kontribusikan kepada kamu, yang telahmembantu kamu mencapai impian kamu, sama. Fasilitas kesehatan, perlindungan hari tua, sarana kantor dan tempat tinggal yang layak, itu terutama pada white collar worker mu.

Kalau blue collar worker, beri ilmu kepada mereka. Agar menjadi amunisi mereka di kemudian hari.
Jadi sekali lagi, pilih mana? Geser atau tetap. Pendapat gw bro..luh itu binatang ekonomi, sebaiknya stay di entrepreneur. Mas B berkata sambil menyetop pramusaji yang sudah dua kali lewat. Ngak ngerti alasanya kenapa mas B menyetop dan mengambil sepotong tapaz dan menengggak infuse water atau karena parusaji tadi cantik banget.

Saya jadi memperhatikan bahwa diapun mengenakan gelang, warna kuning! Dan saya perhatikan ternyata semua pramusaji juga pakai gelang, merah, hijau, kuning seperti para undangan. Eeehmmm acara ini cukup menarik dan kepala liar saya muncul.

Sebentar brader, gw mau keliling , kata saya kepada dua sahabat saya. gw mau hunting dulu ! yang di sambut dengan celetukan, naaah tergoda juga nih mas wowiek ya hahaha!.

Saya pun berjalan mendekati seroang pramusaji yang bergelang kuning dan saya tanya, mbak, maaf saya mau nanya kalau kamu mau cari pasangan hidup kamu memilih seorang pengusaha apa seorang karyawan? Itulah pertanyaan saya kepada setiap yang hadir yang wanita tentunya. Baik yang bergelang single, taken, available, looking saya tidak perduli.

Tindakan saya menanyakan tersebut cukup menarik banyak sahabat lainnya yang bertanya, loe flittering ngerayu banyak cewe bro? setiap kelompok lu datengin, dan cewek-cewek itu pada ngakak-ngakak, lu jago juga ya? Sahabat lain yang rupanya memperhatikan saya selama lebih 1 jam kesana kemari hingga jam 8 saya lembali keruangan dimana mas B dan mas andy Garcia duduk dan sekarang sudah bertamabh menjadi 6 orang ber7 dengan saya.

Celetukan mereka, bagaimana sudah puas fliterring? Ngapin tadi? Hampir bersamaan mereka berenam bertanya dengan wajah ingin tahu

Saya menjawab diplomatis, ada waktu 5 menit gw jelasin?..the floor is your bro, kata E adik mas B. yang saya lanjutkan , gw ini penggila statistic dan pengila social psikologi seperti jaman di kampus dulu.

Iya kita tahu..jawab KM yang memang satu kampus dengan saya dulu, dia junior dan beda bidang. Saya lanjutkan, ada sebuah statistic yang dalam pengambil keputusan itu perlu pendapat orang lain. Rumus pertama “jangan tanya ekspert” lebih baik tanyabanyak orang atau biasa disebut “wisdom of the crowd” teorinya.

Atau kalau kita nonton “who want to be amillionaire” maka kalau kontestan ngak tau jawaban maka ada 2 fasilitas yang namanya “call a friend” atau “ ask the audience” dan secara statitik call a friend menghasilkan 62% jawaban tepat. sementara ask the audience menghasilkan 84% jawaban tepat di seluruh statistic di acara tersebut.

Teori wisdom of crowd ini muncul setelah seorang professor psikologi social melakukan survey terhadap banyak marine dan pelaut yang mengenal wilayah laut pacific dimana saat itu di tahun 1968 ada sebuah kapal selam USS scorpion hilang dilaut pacific. Pertanyaanya adalah dimana kapal tersebut hilang, karena sudah lebih 2 tahun di cari tidak ketemu.

Pertanyaan kepada kebih dari 500 orang tersebut menumukan sebuah kordinat dari pendapat rata-rata. Yang ternyata 20 tahun kemudian ketika di ketemukan jaraknya hanya 182 meter dari titik tebakan “wisdom of crowd” tadi.

Lalu saya cerita lagi karena terlihat mereka antusias wajahnya, jaman kampus dulu kita pernah buat ekspremen. Kita taruh dalam jar, jelly beans. Permen jelly yang kayak bentuk kacang warna warni.
Kita masukan dengan jumalah 1812 permen jelly dan kita minta setiap yang lewat menebak isinya berapa. Ketika 10 orang sudah menebak maka jumlah rata-rata adalah angka 1322. Masih jauh dari angka daalm jar.

Lalu kita teruskan hingga 150 orang menebaknya, mulai dari menbak angka 250 an, hingga 5515. Maka ketika di average ternyata angkanya mendekati yaitu 1745 biji. Ketika di teruskan hingga 250 orang angka rata-rata tebakan mereka 1802 alias hanya selisih 10 dari jumalh tepatnya.

Teori “wisdom of the crowd” ini yang saya iseng-iseng pakai untuk menjawab apakah yang menjadi likeabilitas atau kesukaan orang dalam pilihan “pengabdian atau binatang ekonomi”. Dan di kantong gw sudah dapat data tersebut, masih mentah dan rasanya sudah kebayang. Jadi saya sudahbulat apa yang menjadi keputusan saya. # may peace be upon us always, happy new success year 2016.